Bambang Rachmadi VS McDonald's
McDonald's Kebanjiran Duit dari Indonesia
McD Corp diperkirakan telah menikmati benefit dari McD Indonesia hingga Rp 1,2 triliun.
Jajaran Direksi McDonald's (istimewa)
VIVAnews - Bambang N. Rachmadi, pendiri dan pemegang saham minoritas McD Indonesia mengumumkan beberapa fakta penting yang berkaitan langsung dengan joint venture McDonald’s di Indonesia.
Perusahaan patungan itu antara PT Rezeki Murni milik Bambang Rachmadi dan International Development Services (IDS) milik McD Corp melalui PT Bina Nusa Rama (BNR).
Tri Adhyaksa, kuasa hukum Bambang Rachmadi mengungkapkan sampai dengan akhir 2007, McD Corp diperkirakan telah menikmati benefit dari McD Indonesia hingga Rp 1,2 triliun.
"Sedangkan, Rachmadi sebagai “Bapak McD Indonesia” tidak menerima keuntungan satu sen pun," ujarnya dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Minggu malam.
Dia pun merinci keuntungan yang telah diterima oleh perusahaan asal Amerika tersebut. Perinciannya sebagai berikut;
1. Franchise Fee. Itu berupa biaya pembukaan per restoran yang harus dibayarkan kepada McD Corp sebesar US$ 45 ribu per outlet. Dengan estimasi telah dibuka 180 resto McD di Indonesia sampai akhir 2007, McD Corp telah menerima franchise fee sebesar 180 x US$ 45.000 = US$ 8,1 juta. Jika diasumsikan US$ 1 = Rp 10.000, maka setara dengan Rp 81 miliar.
2. Royalty Fee. Itu dihitung sebesar 5 persen dari total penjualan. Diperkirakan total penjualan McD Indonesia dari tahun 1991 – 2007 tercatat sebesar Rp 8 triliun, maka total royalty fee yang telah diterima oleh pihak McD Corp adalah Rp 400 miliar.
3. Asset Purchase Agreement. Menurut dia, itu berupa penjualan aset oleh management BNR senilai US$ 20 juta x Rp 10.000 = Rp 200 miliar. Itu dijual kepada Rekso Nasional Food, milik grup Teh Botol Sosro yang telah dilakukan meskipun tidak pernah disetujui oleh Rachmadi. "Langkah itu bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan seluruh utang," ujarnya.
Dia pun menyebutkan nilai utang McD Indonesia sebesar US$ 150 juta, sedangkan nilai aset dijual sebesar US$ 20 juta. Sehingga masih ada sisa utang
US$ 130 juta. "Bagaimana suatu perusahaan dapat melunasi utang-utangnya, apabila seluruh aset produktif yang dapat menunjang pendapatan telah dijual?"
4. Intercompany loan. Pinjaman yang diperoleh BNR, komposisinya diperkirakan 90 persen berasal dari McD Corp dengan patokan bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate), sedangkan sisa 10 persen diperoleh dari bank komersial.
Sesuai dengan pernyataan neraca terakhir, selama 14 tahun beroperasi, BNR memiliki utang ke McD Corp. yang saat ini jumlahnya mencapai Rp 1,5 triliun. Dengan total bunga pinjaman yang telah dibayarkan oleh BNR dan oleh McD Corp telah diterima sebagai penghasilan adalah sebesar Rp 540 miliar.
Jadi, menurut hitungan Rachmadi, total manfaat yang telah diterima oleh McD Corp dari McD Indonesia, adalah sebagai berikut:
Franchise fee = Rp 81 miliar
Royalty fee = Rp 400 miliar
Penjualan lewat A.P.A = Rp 200 miliar
Bunga pinjaman = Rp 540 miliar
Total = Rp 1,22 triliun
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



