DUNIA

Persediaan Kantung Darah Menipis, Rumah Sakit di Kenya Panik

"RS meminta lebih banyak lagi sumbangan kantung darah segera,"
Minggu, 22 September 2013
Oleh : Mohammad Adam, Santi Dewi
Tentara Kenya diturunkan di mal Westgate tempat militan al-Shabab melancarkan serangan.

VIVAnews - Rumah sakit yang menangani korban aksi terorisme di Kenya kewalahan karena persediaan kantung darah semakin menipis.

Seperti diberitakan Dailymail, Minggu 22 September 2013, Sekretaris Kabinet,  Francis Kimemia, melalui akun Twitternya menyatakan bahwa beberapa rumah sakit sangat membutuhkan kantung darah secepatnya.

"RS meminta lebih banyak lagi sumbangan kantung darah segera," tulis Kimemia.

Sekelompok teroris melakukan penyerangan di mal Westgate, Nairobi, kenya. Total korban tewas dikabarkan mencapai 59 orang dan 175 orang terluka. Sementara puluhan pengunjung mal, yang sebagian besar diduga orang asing, masih disekap pelaku.

Aksi penyerangan itu terjadi pada Sabtu siang, di saat warga Kenya dan para ekspatriat menghabiskan waktu senggang.

Sementara tentara militer Kenya, ungkap Lenku, sudah berhasil menyelamatkan sekitar seribu orang.

Pemerintah Kenya kini memprioritaskan upaya penyelamatan dan tak menginginkan ada lebih banyak nyawa melayang.

"Kami ingin menyelamatkan lebih banyak
warga dan memberikan jaminan kepada keluarga para sandera bahwa kerabatnya selamat di dalam komplek mal Westgate," ujar Joseph Lenku, pejabat Sekretaris Kabinet lainnya.

Lenku memperkirakan kelompok teroris ini hanya terdiri dari 10 hingga 15 orang. Informasi serupa juga disampaikan oleh Juru Bicara Istana Kepresidenan Kenya, Manoah Esipisu.

"Kami tahu bahwa mereka ada di seberang gedung mal dan kami tahu dengan pasti bahwa mereka kini terisolasi di suatu tempat di dalam gedung," ujar Esipisu.

Pasukan pengamanan yang terdiri dari polisi dan tentara militer sudah mengepung mal Westgate dan mengendalikan kamera pengawas di dalam gedung. Terdapat tiga petugas keamanan yang terluka dan telah dilarikan ke luar mal. Namun, belum diketahui seberapa parah luka yang dialaminya.

Kelompok militan Al-Shabaab mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan itu dan menyatakan tidak akan mundur.

Seorang anggota Al-Shabaab menyampaikan pesan melalui akun Twitter. "Saat keadilan diabaikan, maka itu harus kembali ditegakkan," demikian kutipan di akun Twitter tersebut.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found