DUNIA

Presiden Baru Iran Bersumpah Tak Akan Buat Senjata Nuklir

Itu janji Hassan Rouhani saat diwawancara NBC News.
Kamis, 19 September 2013
Oleh : Arfi Bambani Amri, Santi Dewi
Hassan Rohani
VIVAnews - Presiden baru Iran, Hassan Rouhani, bersumpah negaranya tidak akan pernah membuat senjata nuklir. Sumpah itu disampaikan Rouhani ketika diwawancarai stasiun televisi NBC News dan telah disiarkan pada Rabu malam kemarin, 18 September 2013.

Kantor berita CNN melansir Rouhani bersikap terbuka secara diplomatik untuk menyelesaikan berbagai masalah yang menyangkut program nuklir Iran. Rouhani menyebut, tidak ada alasan yang jelas bagi Iran untuk memproduksi senjata pemusnah massal.

"Kami tidak akan pernah mengejar ambisi atau mencari kesempatan untuk memproduksi bom nuklir. Pun kami juga tidak akan berencana melakukan hal itu," kata Rouhani.

Niat Iran untuk memperbaiki hubungan dengan pihak barat telah disebut Rouhani sejak awal masa kampanye. Salah satunya direaliasikan dengan berbicara secara terbuka mengenai program nuklir Iran kepada dunia internasional.

Laporan reporter BBC, James Reynolds, menyebut keputusan Rouhani untuk bersedia diwawancarai oleh stasiun televisi berita AS turut menunjukkan betapa seriusnya niat rekonsiliasi Pemerintahan baru Iran dengan Washington. Rouhani juga dijawalkan akan berkunjung ke New York pada pekan depan dan hadir di Sidang Umum PBB.

Bahkan antara Rouhani dan Presiden Barack Obama, dilaporkan telah saling berkirim surat. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Gedung Putih.

"Dalam suratnya Presiden Obama mengindikasikan bahwa AS siap untuk menyelesaikan permasalahan nuklir. Caranya dengan cara mengizinkan Iran menunjukkan bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan perdamaian," kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney.

Di dalam surat itu, imbuh Carney, turut menyampaikan niat perlunya untuk bertindak secepatnya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, jendela kesempatan untuk menyelesaikan isu ini melalui jalur diplomatik tidak akan selalu terbuka selamanya.

Rouhani pun menyambut baik surat yang dikirimkan Obama. Menurut dia, komunikasi yang terjalin melalui surat itu bernada positif dan membangun.

Langkah yang ditempuh Rouhani diambil usai sehari sebelumnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberikan sinyal kuat bahwa Iran berpotensi bersikap fleksibel saat berdialog dengan negara-negara barat. Sinyal itu terlihat jelas ketika Khamenei bertemu dengan Garda Revolusi.

"Saya tidak menentang diplomasi. Saya mendukung untuk menunjukkan adanya kelonggaran. Seorang pegulatdapat memberikan alasan taktis tentu setelah mempertimbangkan siapa lawan dan musuhnya," kata Khamenei.
 
Selama ini, Iran dikenai sanksi dari PBB dan negara-negara barat lainnya karena program nuklir yang mereka kembangkan dianggap dapat membahayakan dunia. Iran dituduh oleh AS dan negara-negara sekutunya mencoba untuk membangun senjata pemusnah berbahan nuklir. Namun berkali-kali, Iran selalu menyangkal dan mengklarifikasi bahwa program nuklir yang mereka kembangkan, untuk kepentingan damai.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found