DUNIA

Dubes Mesir: Kami Tidak Butuh Campur Tangan Internasional

"Kami ingin memastikan bahwa rakyat Mesir dalam keadaan baik."
Rabu, 28 Agustus 2013
Oleh : Aries Setiawan, Santi Dewi
Dubes Mesir Baha Dessouki menjelaskan situasi politik di Mesir (kanan)

VIVAnews - Duta Besir Mesir untuk Indonesia, Baha Dessouki, mengungkapkan bahwa pemerintah Mesir saat ini mampu menyelesaikan konflik yang terjadi di negaranya. Oleh sebab itu dia tidak ingin konflik politik yang kini terjadi di Mesir dicampuri oleh pihak asing.

Hal itu diungkap Dessouki saat mendampingi dosen pengajar dari Universitas Kairo, Mohammad Selim, yang menjadi pembicara mengenai Mesir di Wisma Antara, Rabu 28 Agustus 2013. Dessouki yakin negaranya akan mampu melalui krisis ini.

"Target utama kami saat ini yaitu tetap sesuai pada rencana demokrasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dan kami berharap dapat menyelesaikan konflik ini tidak menjadi isu internasional, karena ini merupakan isu internal negara," ujar Dessouki.

Dia mengatakan untuk menyelesaikan konflik ini, tentu saja Mesir membutuhkan bantuan Indonesia sebagai salah satu negara sahabat terdekat. Namun kapasitasnya untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Mesir mampu bangkit dan mengatasi konflik politik di dalam negaranya.

Dia pun menepis bantuan kemanusiaan yang ingin dikirimkan ke Mesir. Menurut Dessouki, situasi di tanah airnya belum separah itu sehingga harus dikirimi bantuan logistik dari luar.

"Saya sering sekali mendapat pertanyaan serupa dari saudara-saudara kami di Indonesia. Namun hingga saat ini kami belum ada di tahap itu. Dalam kesempatan ini kami ingin memastikan bahwa rakyat Mesir dalam keadaan baik," kata Dessouki.

Semua kementerian di Mesir, kata Dessouki, dapat menangani permasalahan terkait logistik dan keamanan secara profesional. Dia pun memastikan tidak perlu khawatir soal persediaan logistik di Mesir karena mereka masih memiliki itu lebih dari cukup.

Media terlalu membesarkan

Dessouki pun mengkritik media yang kerap melebih-lebihkan saat memberitakan situasi di Mesir sehingga membentuk opini publik keliru.

"Kadang apabila saya menyaksikan berita di televisi, saya malah berpikir itu bukan peristiwa yang terjadi di negara saya. Mungkin itu terjadi di negara lain, karena situasi yang sesungguhnya terjadi di Mesir tidak seburuk itu," kata dia.

Ditanya soal keinginan rakyat Mesir terhadap konflik politik yang masih membelit negaranya, Dessouki mengatakan bahwa mereka sejalan dengan harapan pemerintahan sementara untuk tetap menapaki rencana cetak biru demokrasi.

"Itu sudah menjadi target utama bersama kami. Perlu diingat, kami tidak seperti kelompok Ikhwanul Muslimin yang berusaha membuat persepsi publik bahwa ada perlawanan terhadap Islam di Mesir dengan mengubah identitas negeri ini," kata Dessouki.

Menurut dia, agama sebagian besar rakyat Mesir tetap Islam. Itu tertulis jelas dalam konstitusi Mesir tahun 1923 ayat dua. "Kami tidak akan berubah menjadi negara militer atau negara teokrasi seperti Iran," kata dia menegaskan. (eh)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found