DUNIA

Polisi Sita Lukisan Presiden Rusia Pakai Baju Dalam Wanita

PM Dmitry Medvedev juga dilukis mengenakan bra dan celana dalam.
Rabu, 28 Agustus 2013
Oleh : Aries Setiawan, Santi Dewi
Lukisan Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev
VIVAnews - Polisi Museum Rusia pada Senin malam menyita beberapa lukisan Presiden Vladimir Putin yang tengah dipamerkan dengan menggunakan pakaian dalam. Menurut mereka pameran lukisan bernada satir dianggap melanggar hukum.

Laman Dailymail, Rabu 28 Agustus 2013 melansir dalam lukisan karya Konstantin Altunin dengan judul Parodi, terlihat Putin mengenakan pakaian dalam wanita dan tengah mengelus rambut Perdana Menteri Dmitry Medvedev.

Dalam lukisan itu Medvedev terlihat hanya mengenakan sepatu knickers, bra dan celana dalam. Tubuh Medvedev terlihat seperti wanita seksi dengan payudara indah.

Tidak hanya Presiden dan PM saja yang dijadikan objek para seniman itu. Pemimpin kaum Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill I, digambarkan memiliki tato yang menutupi seluruh tubuhnya dalam sebuah lukisan.

Sementara dua pejabat penegak hukum digambarkan tengah mengolok-olok larangan pengesahan propaganda hubungan sesama jenis. Menurut staf galeri, kedua lukisan itu pun ikut disita oleh polisi.

Polisi kemudian mengkonfirmasi aksi penyitaan tersebut dari sebuah galeri yang berada di sebuah apartemen pada Senin malam. Mereka menerima laporan bahwa beberapa lukisan itu ilegal.

Sementara menurut Wakil kota St Petersburg, Vitaly Mironov, yang wajahnya turut dijadikan objek dalam lukisan bernada satir tersebut, mengatakan kepada Reuters bahwa gambar-gambar itu tidak pantas. Mironov juga berpendapat lukisan itu turut mengambarkan karakter pornografi.

Namun mereka tidak menjelaskan lebih lanjut soal lukisan itu yang dianggap menghina pemimpin negara. Rusia memiliki aturan soal penghinaan pejabat negara. Apabila dilanggar maka dapat dibui selama satu tahun.

Sementara pemilik galeri, Alexander Donskoy, mengaku tidak terima polisi museum begitu saja menyita koleksi dari tempat dia. Menurut Donskoy, saat mengambil beberapa lukisan polisi tidak memberikan penjelasan apa pun.

Selain disita, Donskoy mengatakan galerinya juga ditutup secara paksa oleh polisi. "Ini merupakan penyitaan yang ilegal. Kami bahkan tidak ditunjukkan dokumentasi resmi yang melarang kami beroperasi," kata dia kesal.

Bahkan kata Donskoy, dia juga tidak diberitahu bahwa brankas uang tunai milik galeri itu ikut disita. Kota St Petersburg yang pada pekan depan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20, termasuk salah satu kota di Rusia yang memberlakukan larangan propaganda hubungan sejenis.

Apabila terbukti menyebar luaskan informasi soal perilaku seksual non-tradisional kepada mereka yang berusia di bawah 18 tahun, maka dapat dipenjara. Aturan ini turut berlaku bagi warga asing yang tengah berada di Rusia.

Apabila terbukti ikut serta dalam propaganda itu, maka Pemerintah Rusia dapat membui mereka selama dua minggu kemudian mengusirnya dari Negeri Beruang Merah.  (eh)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found