DUNIA

Agresi Militer Jadi Opsi, AS Rapatkan Kapal Perang ke Suriah

USS Mahan disiagakan, jikalau ada perintah serang dari Gedung Putih.

ddd
Sabtu, 24 Agustus 2013, 11:23 Denny Armandhanu
Kapal perang AS, USS Mahan
Kapal perang AS, USS Mahan (Dok. U.S. Navy)

VIVAnews - Pentagon mulai merapatkan persenjataan mereka ke Suriah seiring digelontorkannya opsi agresi militer oleh Presiden Barack Obama. Sebelumnya, intelijen AS telah membuktikan adanya penggunaan senjata kimia, dan kemungkinan besar dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad.

Diberitakan TIME, Jumat 23 Agustus 2013, yang mengutip Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, Pentagon dilaporkan telah merapatkan kapal perang mereka ke Suriah, siaga jikalau ada perintah serang dari Gedung putih.

Hagel menolak merinci kapal perang apa yang telah mereka kirimkan dan ditambatkan di mana. Namun dia mengatakan, Obama telah memerintahkan Pentagon  bersiap jika opsi militer terhadap Suriah diambil.

Reuters yang mengutip sumber tidak resmi di Kementerian Pertahanan AS mengatakan, Pentagon mengirimkan kapal perang USS Mahan yang baru saja menyelesaikan misi mereka di Timur Tengah dan hendak bertolak pulang ke pangkalan di Norfolk, Virginia.

Komandan Armada Keenam memerintahkan kapal itu tetap berada di tempat. Sampai saat ini, kata sumber, mereka belum menerima perintah apapun dari pusat terhadap Suriah.

Kapal perang AS ini memiliki beberapa kemampuan serang, termasuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, seperti yang dilakukan pada agresi militer di Libya tahun 2011 lalu yang meruntuhkan pemerintahan Moammar Khadafi.

"Kementerian Pertahanan memiliki tanggung jawab untuk menyediakan presiden, opsi langkah-langkah kewaspadaan. Dan, opsi ini memerlukan penempatan pasukan kami, aset, agar bisa melakukan beberapa tindakan, apapun yang diperintahkan oleh presiden," kata Hagel.

Opsi militer diwacanakan AS pada pertemuan antara Presiden Barack Obama dengan para petinggi militer, intelijen dan Kementerian Luar Negeri.

Salah satu opsi militer yang disampaikan pada pertemuan tersebut adalah menyerang unit angkatan bersenjata Suriah yang mengeluarkan senjata kimia. Serangan juga akan dilakukan pada angkatan udara dan lokasi rudal-rudal balistik Assad. Serangan ini bisa dilakukan dari kapal perang AS atau jet tempur dari luar wilayah udara Suriah.

Kemungkinan lainnya adalah mengirimkan bantuan persenjataan berat untuk para pejuang Suriah, seperti roket peluncur bahu anti-jet tempur, atau senjata ringan yang sebelumnya telah disepakati AS pada Juni lalu.

Sementara itu, laporan intelijen AS dan sekutunya menunjukkan adanya penggunaan senjata kimia di Ghouta pekan ini yang menewaskan lebih dari 1.300 orang. Laporan awal intelijen, pembantaian ini dilakukan oleh rezim Assad. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wil.sparrow.7
24/08/2013
is beautiful
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com