DUNIA

Perundingan Palestina-Israel Dimulai Kembali di Washington

Sempat mandek tiga tahun, perundingan damai akan kembali berjalan.

ddd
Senin, 29 Juli 2013, 13:33 Denny Armandhanu
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi  
VIVAnews - Setelah tiga tahun mandek, akhirnya perundingan damai Israel dan Palestina akan kembali dilanjutkan hari ini di Amerika Serikat. Namun, banyak yang meragukan hasil positif akan ditelurkan dalam pertemuan tersebut.

Diberitakan Reuters, Minggu 28 Juli 2013, pertemuan akan dilakukan di Washington pada Senin dan Selasa malam waktu setempat. Pertemuan yang dimediasi AS ini akan diikuti oleh utusan senior Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Kembalinya kedua negara ke meja perundingan tidak lepas dari upaya Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Dia melakukan enam kali perjalanan ke wilayah itu dalam empat bulan terakhir, berupaya membujuk kedua negara menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lebih dari enam dekade itu.

Sinyal positif diberikan Israel dengan pembebasan 104 tahanan Palestina yang telah mendekam di penjara sejak puluhan tahun. Pembebasan akan dilakukan bertahap seiring dengan jalannya negosiasi.

Perundingan terakhir dilakukan pada akhir 2010 dan terhenti setelah Israel kembali membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah yang dicaplok dari Palestina pada perang tahun 1967. Wilayah inilah yang dituntut untuk dikembalikan kepada Palestina dalam perundingan.

Tidak jelas bagaimana AS akan menjembatani aspirasi kedua negara. Namun pihak Kemlu AS mengatakan bahwa pertemuan ini adalah salah satu langkah maju dalam upaya perdamaian Israel-Palestina.

"Pertemuan di Washington akan jadi pertanda permulaan perundingan ini. Ini akan jadi kesempatan untuk mengembangkan rencana kerja prosedural soal bagaimana kedua pihak melakukan negosiasi ke depannya," kata juru bicara Kemlu AS, Jen Psaki.

Pesimistis

Kendati dianggap sebagai sebuah langkah maju, namun pertemuan itu dipandang pesimistis, bahkan oleh masyarakat Palestina sendiri. Ratusan orang dari Front Populer Pembebasan Palestina (PFLP) menggelar demonstrasn menolak perundingan tersebut di Tepi Barat. Demo sempat bentrok dengan aparat di Ramallah.

"Dengar Abbas, tanah kita tidak untuk dijual. Kemerdekaan Palestina tidak akan bisa diraih kecuali dengan senapan," kata para aktivis.

Hal serupa disampaikan para ahli Timur Tengah. Salah satunya adalah Professor Shibley Telhami, Ketua Lembaga Perdamaian dan Pembangunan Anwar Sadat di Universitas Maryland. Dia mengatakan bahwa perundingan tidak akan berhasil, kecuali Barack Obama ikut dalam perundingan.

Menurutnya, AS harus menawarkan ide mereka sendiri sebagai solusi konflik Palestina-Israel. "Dalam beberapa hal, pemain inti dari misi ini bukanlah Netanyahu, bukan juga Abu Mazen (Abbas), bukan John Kerry, tapi Barack Obama," ujarnya.

"Sejauh ini, tidak jelas apakah Obama siap mengambil resiko demi memberikan kemajuan pada masalah ini," lanjutnya lagi. (ren)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
candy911
29/07/2013
Dari dulu runding terus, padahal pasti Israel-Yahudi cuma janji dan akan ingkar janji terus.. Mmg sdh tabiat genetik mereka sejak jaman dahulu, nabi mereka saja diingkari & dibunuh. Tp semua terjebak lobi2 Yahudi yg mmg pintar, kita akui.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com