DUNIA

Mursi Akan Ditahan di Penjara yang Sama dengan Mubarak

Mursi dituduh ikut membantu pembobolan penjara di era Mubarak.

ddd
Senin, 29 Juli 2013, 11:52 Denny Armandhanu, Santi Dewi
 Seorang pengunjuk rasa membawa poster Presiden Mursi sambil berlari menghindari gas airmata saat terjadi bentrok dengan polisi di Kairo
Seorang pengunjuk rasa membawa poster Presiden Mursi sambil berlari menghindari gas airmata saat terjadi bentrok dengan polisi di Kairo (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

VIVAnews - Mantan Presiden terguling Mesir, Mohammed Mursi, akan segera dipindahkan ke Penjara Torah yang berada di pinggir ibukota Kairo. Di tempat itu juga sebelumnya ditahan Husni Mubarak, anak-anaknya, dan mantan anggota kabinetnya sejak 2011 silam.

Menurut Reuters, Minggu 28 Juli 2013, informasi itu diperoleh dari Menteri Dalam Negeri Mohamed Ibrahim, Sabtu kemarin. Namun saat didesak wartawan di mana Mursi kini ditahan, Ibrahim enggan mengungkapkannya. Dia hanya mengatakan kasusnya masih dalam penyelidikan hakim.

Sebelumnya, pengadilan Mesir mengeluarkan perintah penahanan selama 15 hari untuk Mursi. Dia dituduh jadi mata-mata Hamas dan ikut membantu pembobolan penjara pada revolusi yang menggulingkan Mubarak.

Dalam kesempatan itu juga, dia berjanji akan membubarkan kerumunan massa pendukung Mursi. Hal itu dilakukan setelah mendapat keberatan yang diajukan secara hukum oleh penduduk di sekitar Masjid Rabiah al-Adawiyah.

Para penduduk di sana, disebut Ibrahim mulai merasa terganggu oleh kehadiran para demonstran, karena akses mereka untuk ke luar masuk jadi terbatas. "Tuhan akan menentukan, bahwa aksi  ini akan berhenti dengan cara yang tidak lagi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Kami berharap mereka dapat berpikir jernih dan bergabung dalam proses politik kami," ungkap Ibrahim.

Bentrokan yang terjadi sejak Jumat pekan lalu antara massa Ikhwanul Muslimin dengan aparat menewaskan 120 orang. Menurut juru bicara IM, Gehad El-Haddad, banyak korban tewas ditembak peluru tajam di dada dan kepala.

"Mereka tidak menembak untuk melukai, tetapi mereka sengaja menembak untuk membunuh kami. Lubang peluru ditemukan di kepala dan dada korban tewas," ujar El-Haddad.

Ibrahim menyangkalnya, menurutnya polisi hanya menggunakan gas air mata untu membubarkan para pengunjuk rasa dari jembatan, karena ditakutkan jembatan itu dapat runtuh akibat sering menjadi lokasi pembakaran ban bekas.

Dia malah menuduh balik kelompok pendukung Mursi yang lebih dulu memicu terjadinya aksi kerusuhan dengan melukai anggota polisi. Lebih dari 4.000 orang terluka dalam bentrokan tersebut. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
29/07/2013
Perlawanan IM kerang menyengat, momentumnya sudah lewat. Tunggu beberapa tahun lagi untuk mendapatkan kesempatan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com