DUNIA

PM Australia: RI Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Nomor 10 Dunia

Pemerintah Australia meluncurkan dokumen strategis tentang RI.

ddd
Jum'at, 5 Juli 2013, 13:56 Renne R.A Kawilarang
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama PM Australia, Kevin Rudd, di Istana Bogor 5 Juli 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama PM Australia, Kevin Rudd, di Istana Bogor 5 Juli 2013 ( REUTERS/Enny Nuraheni)

VIVAnews - Perdana Menteri Australia Kevin Rudd hari ini meluncurkan dokumen Strategi Negara Indonesia. Ini merupakan tindak lanjut dari dokumen strategi jangka panjang "Australia di Abad Asia", yang diluncurkan Canberra tahun lalu.
 
Penyusunan dokumen strategi mengenai Indonesia ini dipimpin oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dengan melibatkan banyak pihak yang memberikan sumbangsih berupa berbagai masukan.  
 
Konsultasi diselenggarakan di seluruh Australia dan di Jakarta dari April hingga Mei dengan para pebisnis, akademisi, pemerintah daerah, organisasi-organisasi pemuda dan kemasyarakatan yang ambil bagian dalam forum-forum meja bundar dan pertemuan terbuka di masing-masing ibu kota Negara Bagian dan Teritori.

"Kami menerima lebih dari 250 usulan, lebih dari 100 terkait dengan Indonesia. Unduh strategi ini dan lihat usulan-usulannya di http://www.dfat.gov.au/issues/asian-century/," demikian pernyataan tertulis PM Rudd yang diterima VIVAnews hari ini.

Strategi ini menjabarkan dalam garis besar bagaimana Australia dapat memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk memperdalam dan memperkukuh kiprah Negeri Kanguru itu dengan para tetangganya di utara, terutama Indonesia.  
 
Dokumen strategi setebal 28 halaman itu menyebutkan bahwa Indonesia sebagai kekuatan kawasan yang sedang muncul dengan ekonomi yang tumbuh dengan pesat dan kelas konsumen yang lebih dari dua kali lipat dari penduduk Australia. Indonesia dipandang menghadirkan peluang-peluang yang signifikan bagi Australia dan dunia usaha Australia.
 
Strategi ini mengidentifikasi sejumlah jalur khusus bagi Australia menuju 2025, termasuk pemutakhiran persepsi masyarakat Australia tentang Indonesia, mendorong kajian bahasa dan budaya Indonesia, peningkatan mobilitas warga dalam dua arah, pengembangan kesadaran di antara dunia usaha, serta penguatan kiprah antar-warga di dalam dan antarkedua pemerintah.

Lima Negara

Selain mengenai Indonesia, Australia dalam beberapa bulan mendatang juga akan meluncurkan dokumen strategi atas empat negara lain, yaitu China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Lima negara itu, bagi Australia, merupakan para mitra strategis sehingga perlu ada strategi khusus dalam menjalin hubungan luar negeri dengan mereka.

Pemerintah Australia pun mengundang publik untuk mengutarakan tanggapan atas dokumen strategi ini melalui Twitter dengan menggunakan hashtag #AsianCentury, dan tagging @DFAT

PM Rudd sendiri hari ini tengah berada di Jakarta untuk menghadari pertemuan rutin antarpemimpin Indonesia dan Australia bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepada pers di Jakarta Kamis malam, Rudd menyatakan bahwa Indonesia kini memiliki ekonomi yang muda dan berkembang pesat dengan seperempat miliar penduduk. "Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi nomor sepuluh dunia pada 2025," kata Rudd.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
romychan
20/07/2013
Kevin Ruud memang pintar mengambil hati SBY, sdh tau 10 thn kemudian. bisa2 nanti ke Surabaya ataupun ke Bali pun hrs pakai paspor. Di negeri ini pagi msh singkong, malam tiba2 jadi tape.
Balas   • Laporkan
dan99ps
12/07/2013
lagi lagi melihat indonesia sebagai pasar dan pasar potensial bener banget tuh bule ausie..rugi emang ausie kalau ga memanfaatkan indonesia bisa2 indonesia dlm waktu singkat ekonominya bisa mengkerdilkan ekonomi negri kangoroe
Balas   • Laporkan
romychan
12/07/2013
Kata PM Australia, Indonesia akan menjadi 10 besar ekonomi dunia. Menghibur atau menyindir ? Begitu AS mengantuk atau membersin saja, kurs rupiah langsung anjlok. Mungkinkah ekonomi Indonesia bisa besar ?
Balas   • Laporkan
satodra
05/07/2013
Lagi-lagi Aussie : Timor-Timor Part II
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com