DUNIA

Presiden Sementara Mesir Dilantik Hari Ini

Militer siap mengambil sumpah Ketua Mahkamah Konstitusi, Adli Mansour.

ddd
Kamis, 4 Juli 2013, 14:58 Ita Lismawati F. Malau, Santi Dewi
 Mohamed Mursi saat dikawal pasukan kepresidenan Mesir.
Mohamed Mursi saat dikawal pasukan kepresidenan Mesir. ( REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/Files)

VIVAnews - Setelah menggulingkan Mohamed Mursi dari tampuk kepemimpinan di Mesir, rezim militer siap mengambil sumpah Ketua Mahkamah Konstitusi, Adli Mansour, sebagai presiden sementara Mesir. Upacara pelantikan Mansour direncanakan dilakukan hari Kamis pukul 10 pagi waktu setempat.

Kantor berita BBC, Kamis 4 Juli 2013, melansir pernyataan Jenderal Abdul Fattah al-Sisi yang menyebut Mansour akan diberikan tugas menjalankan pemerintahan selama periode transisi berlangsung hingga pemilu digelar. Mursi akhirnya digulingkan usai tenggat waktu ultimatum yang diumumkan rezim militer 48 jam sebelumnya, berakhir.

Presiden yang baru menjabat selama satu tahun lebih tiga hari itu digulingkan karena dianggap gagal memulihkan kondisi Mesir. Bidang pariwisata dan investasi Mesir menurun drastis.

Sementara tingkat inflasi semakin merajela dan distribusi minyak kian menipis. Begitu mendengar kabar tumbangnya Mursi, para pengunjuk rasa anti-Mursi, melampiaskan kegembiraan mereka di Lapangan Tahrir dengan membunyikan klakson dan menembakkan kembang api ke udara.

"Ini merupakan momen baru bersejarah. Kami akhirnya dapat menyingkirkan Mursi dan gerakan Ikhwanul Muslimin," ujar seorang pengunjuk rasa anti-Mursi, Omar Sherif kepada media.

Kendati publik tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi setelah Mursi digulingkan, namun pihak militer berjanji akan berupaya mendamaikan kedua pihak yang kini masih berseteru di jalan.

Mursi dan pengikutnya ditahan

Sementara nasib Mursi hingga kini masih ditahan oleh rezim militer di sebuah lokasi yang tidak diketahui. Informasi itu dikonfirmasi oleh juru bicara gerakan Ikhwanul Muslimin, Gehad el-Haddad. Haddad mengatakan tidak hanya Mursi yang ditahan, namun seluruh tim kepresidenan ikut menjadi tahanan rumah oleh rezim militer.

Ayah Haddad yang merupakan kaki tangan senior Mursi termasuk salah satu pejabat tinggi yang ditahan bersama rombongan tersebut. Media cetak milik pemerintah al-Ahram, melaporkan sudah ada perintah penahanan bagi 300 pemimpin dan anggota gerakan Ikhwanul Muslimin.

Mereka juga ikut dicekal bepergian ke luar negeri setelah militer menyerahkan daftar 40 nama pemimpin Ikhwanul Muslimin kepada polisi bandara. Tak lama setelah militer mengumumkan penggulingan, Mursi menulis di akun Facebook miliknya bahwa dia menolak kudeta tersebut.

Dia meminta rakyat Mesir untuk tetap mematuhi konstitusi dan hukum yang berlaku serta tidak merespons positif kudeta ini. Mursi menganggap pihak militer hanya melakukan pengambilalihan kekuasaan secara sepihak.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
omradsky
04/07/2013
salah si mursi sendiri yang tidak bisa mengambil hati militer.kalo nga ada militer ya nga bakal kuat itu kekuasaan. nga usah jauh2 thailand. walau thaksin menang pemilu mutlak secara bersih. tapi nga bisa apa2 ketika di kudeta militer
Balas   • Laporkan
varduxx
04/07/2013
Trus PKS nya gimana?....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com