DUNIA

Hilang di Daftar Orang Terkaya, Pangeran Arab Tuntut Majalah Forbes

Menurut Forbes, tuntutan yang dibuat Alwaleed salah alamat.

ddd
Minggu, 9 Juni 2013, 05:40 Sandy Adam Mahaputra, Santi Dewi
Pangeran Alwaleed bin Talal
Pangeran Alwaleed bin Talal (Reuters/Ahmed Jadallah)
VIVAnews - Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal, geram saat melihat isi pemberitaan Majalah Forbes edisi Maret 2013. Dalam pemberitaan itu, namanya masuk ke peringkat 26 orang terkaya di seluruh dunia. 

Padahal menurut Alwaleed, dengan kekayaan yang mencapai US$29,6 miliar atau Rp290 triliun, dia yakin bisa berada dalam jajaran 10 besar orang daftar orang terkaya itu. Laman CBC News Jumat 7 Juni 2013 melansir cucu dari PM pertama Lebanon itu, kemudian menuntut Majalah Forbes ke Pengadilan Tinggi kota London. 

Alwaleed berpendapat tulisan Majalah Forbes yang menyebut kekayaan bersihnya hanya bernilai US$20 miliar atau Rp196 triliun merupakan suatu fitnah besar. Tulisan itu dianggap memalukan dan mencoreng reputasinya sebagai pengusaha yang kerap bertengger di daftar tersebut. 

"Saya ngotot melakukan penuntutan bukan karena nominal kekayaan yang saya miliki. Tetapi karena mereka menuduh Arab Saudi telah bersikap manipulatif karena kami tidak memiliki usaha kasino," ujar Alwaleed kepada Sunday Telegraph

Masih menurut Alwaleed, daftar kekayaan yang dirilis Forbes bulan Maret kemarin akan membahayakan reputasi dan situasi keuangan perusahaannya, Kingdom Holding. Saat ini di Pengadilan Tinggi London, sudah tertulis nama pemilik majalah tersebut, Randall Lane dan nama dua jurnalis yang membuat artikel itu sebagai terdakwa. 

Sementara juru bicara Majalah Forbes mengatakan mereka terkejut mendengar tuntutan yang dilakukan oleh Pangeran Alwaleed ke Pengadilan Tinggi London. Menurut mereka tuntutan yang dibuat Alwaleed salah alamat karena majalah tersebut merupakan produk AS. 

Sehingga tidak ada satu pun yurisdiksi yang membenarkan klaim soal harta kekayaannya itu. Namun hingga berita ini diturunkan, Forbes mengaku masih belum menerima gugatan apa pun dari pengadilan.  

"Forbes masih belum menerima gugatan hukum apa pun. Namun kami tetap akan mengantisipasi apabila Pengadilan Tinggi London menyetujui gugatan yang dia layangkan. Kami juga menyambut baik setiap kesempatan untuk mengungkap informasi yang kami punya terkait pemberitaan tersebut," ujar perwakilan Forbes melalui surel kepada CBC News

Forbes beranggapan data yang mereka lansir di edisi Maret berasal dari penghitungan kekayaan Alwaleed berdasarkan nilai investasi yang dimilikinya. Mereka tidak memasukkan nilai saham perusahaan Kingdom yang ada di bursa efek Arab Saudi, Taduwal.

Menurut data yang dilansir laman Dailymail, Alwaleed memiliki beberapa aset yang tersebar di beberapa perusahaan seperti Hotel Savoy, London, The Plaza di New York, jaringan Hotel Four Seasons dan turut terlibat sebagai pemilik dari kompleks mewah Canary Wharf London. 

Selain itu dia juga tercatat ikut berinvestasi di perusahaan raksasa dunia maya seperti Apple, Facebook, Twitter dan perusahaan media milik Rupert Murdoch. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
vaction
25/10/2013
Wah, peringkat 26 ya... saya ingin donk.. hwheheh, santai saja Pangeran Arab, tapi karena status sosial ndak apa lah...
Balas   • Laporkan
nded
10/06/2013
Memang sih sekilas sombong sekali pangeran arab cuma krn hartanya salah hitung, tapi menurut pendapat sy beliau seorang bisnisman yg wajib mempertahankan reputasi agar bisa dipercaya di kalangan dunia bisnis yg sedang dilakoni & itu penting!
Balas   • Laporkan
nurindah.saritahir
09/06/2013
wah, wah, wah, . . mslh pringkt..!!
Balas   • Laporkan
bolo_sewu
09/06/2013
Woh bisa toh nuntut kayak gitu yah,? kalo gitu sya juga akan mengajukan gugatan k pngadilan negeri mask sya di tulis orang terkaya nomer 235.789.453 di inonesia padahal menurut erhitungan saya berada no 235.789.452 versi majalah kobis.
Balas   • Laporkan
sampang_q
09/06/2013
tanda akhir zaman
Balas   • Laporkan
cuteryo
09/06/2013
MassyaAllah mslh gtoe aja mpe d tuntut sgla,.,sngguh terlalu :)
Balas   • Laporkan
brainsynctech
09/06/2013
JURNALISNYA SAMPAI MAU DITUNTUT.....LEBAY
Balas   • Laporkan
asalamina
09/06/2013
hadeeeeh........sungguh tidak pantas seorang pangeran dari negara muslim berprilaku seperti itu. kacau.....
Balas   • Laporkan
najwamuchlis
09/06/2013
yang penting gak terlibat bisnis haram ... ok..
Balas   • Laporkan
grd1589
09/06/2013
Wah contoh org yg gila akan status sosial... Harta cuma sementara pak..billgates jg pbh beberapa kali turun peringkat sbg org terkaya santai aj ga kebakaran jenggot. Dasar maniak duid. Duid lo cm dr hsl monopoli bisnis aj sok bangett
Balas   • Laporkan
wakidimiharjo | 09/06/2013 | Laporkan
ente bahlul


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com