DUNIA

Balas Dendam, Pemberontak Makan Jantung Tentara Suriah

Dadanya disobek dan dikeluarkan jantungnya, semuanya terekam kamera.

ddd
Rabu, 15 Mei 2013, 09:42 Denny Armandhanu
Tentara pemberontak Suriah memakan jantung musuhnya.
Tentara pemberontak Suriah memakan jantung musuhnya. (Youtube)

VIVAnews - Kebencian yang mendalam terhadap kekejaman tentara Bashar al-Assad di Suriah dibalas dengan perlakuan serupa oleh para pemberontak. Dalam tayangan video, seorang pemberontak membelah dada tentara Suriah, mengeluarkan jantungnya, dan -masya Allah- memakannya.

Diberitakan CNN, Rabu 14 Mei 2013, dalam video yang diunggah di internet oleh para loyalis Assad Senin lalu ini memperlihatkan kekejaman dari sebuah peperangan.

Dalam video, seorang pemberontak terlihat menyobek dada tentara Suriah yang terkapar dengan pisau kecil. Tanpa ragu, dia lantas mengeluarkan jantungnya, dan memakannya di depan kamera. "Demi Allah aku akan memakan jantungmu, tentara Bashar. Kau anjing!" teriaknya.

Video ini lantas menuai kecaman dari berbagai kubu, termasuk dari oposisi sendiri. Koalisi Suriah dalam pernyataannya mengatakan bahwa aksi itu sangat kejam dan tidak manusiawi. "Koalisi Suriah mengutuk tindakan ini. Ini bertentangan dengan moral rakyat Suriah, termasuk nilai-nilai dan prinsip Tentara Pembebasan Suriah (FSA)," ujar koalisi ini.

Pemerintah Amerika Serikat turut mengecamnya namun menekankan bahwa itu adalah hanya kelakuan individu saja, bukan kesatuan. "Kami menyerukan semua pihak dalam konflik ini untuk menaati hukum kemanusiaan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Patrick Ventrell.

Balas Dendam

Dalam penelusurannya, majalah TIME berhasil mewawancarai pelaku dalam video itu yang bernama Khalid al-Hamad. Peristiwa itu terjadi di Baba Amr, Homs, dua minggu lalu.

Hamad mengaku nekat melakukan tindakan itu lantaran marah setelah melihat rekaman video dalam telepon seluler korbannya, seorang shabiha, atau pasukan bayaran Assad dari suku Syiah Alawi.

Dalam video itu, tentara Suriah menelanjangi dan mencabuli dua wanita dan anak-anak perempuan mereka. Hamad mengatakan, para shabiha kerap memperkosa wanita dan membunuhi anak-anak mereka. "Bukan kami yang memulainya, tapi mereka," kata dia.

Oleh pasukannya, Hamad beberapa kali hendak dikeluarkan karena tindakannya yang sadis dan brutal. Dia mengaku sering membunuh shabiha.

"Saya punya video lainnya. Dalam video itu, saya menggergaji orang shabiha menjadi dua. Gergaji yang biasa dipakai untuk memotong pohon. Saya memotongnya jadi bagian kecil dan besar," kata Hamad.

Juru bicara pasukan pemberontak Suriah di Homs, Tariq al Sayed, mengatakan bahwa ini adalah kejadian langka yang sama sekali tidak mewakili FSA. Dia menegaskan, tindakan keji itu dilakukan Hamad sebagai bentuk balas dendam atas kematian keluarganya di tangan tentara Assad.

"Pria ini bukanlah orang yang hanya duduk saja di rumah. Dua saudaranya mati dibunuh, ayah dan ibunya dipenjara, dan seluruh keluarganya mengungsi," kata Sayed.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
junaidi777
16/05/2013
BERITA DI ATAS HOAX , FAKE , PALSU.... Sebuah video klip beredar luas di situs jejaring sosial dan YouTube, menunjukkan seorang pria dengan celana militer yang menjawab dengan nama Abu Saqr dan diduga anggota Brigade Farouk, yang memotong hati dan jantun
Balas   • Laporkan
sentrocampo
15/05/2013
Dia bukan manusia.
Balas   • Laporkan
berjenggot
15/05/2013
Pelakunya yahudi yg dibiayai oleh CIA, FBI, KFC, McDonald, dan Burger King....
Balas   • Laporkan
meleko.matamu.cuk | 16/05/2013 | Laporkan
orang ini punya multi id :berjenggot=calm=joecy=bloody3lf=ahmadihbejad yg lain msh ane cari..
artstyle | 15/05/2013 | Laporkan
browkakakak....ngakak gw liat komen2 lu selama ini....gw rasa lu masih bocah y!! bocah ga ush komen disini...minum susu trs bobo aja di rmh.
penghuni_60
15/05/2013
lagian peraaaaaaaaaaaaaaaaang terus, kpn damainya ya? apa nanti kalo udh kiamat baru damai?
Balas   • Laporkan
harsa
15/05/2013
pasti dia keturunan hindun istri abu sofyan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com