DUNIA

Melalui Pendatang, Islam Merebak di Korea Selatan

Ada juga penduduk asli yang sudah memeluk Islam.

ddd
Selasa, 14 Mei 2013, 00:18 Denny Armandhanu
Masjid Sentral di Seoul, Korea Selatan
Masjid Sentral di Seoul, Korea Selatan (Wikipedia)

VIVAnews - Islam disebut sebagai agama dengan penyebaran paling pesat di seluruh dunia. Lembaga survei Amerika Serikat Pew Research dua tahun lalu memprediksi, dalam 20 tahun ke depan, pemeluk Islam akan meningkat dari 1,6 miliar di tahun 2010 menjadi 2,2 miliar pada 2030.

Penyebaran Islam di seluruh dunia ini tidak terlepas dari peran para pendatang dari negara-negara Muslim. Salah satunya adalah Korea Selatan di Asia yang mengalami peningkatan jumlah pemeluk agama Islam.

Regional Interfaith Network, sebuah lembaga kerukunan umat beragama yang digagas Indonesia dan Australia, pada situsnya bulan lalu menuliskan, saat ini ada puluhan ribu warga Korea yang memeluk Islam. Sebagian mereka mengaku mengenal Islam dari para pekerja asing.

Salah satunya adalah Umar Jung, 47, yang pindah ke agama Islam lima tahun lalu karena terinspirasi oleh "ketulusan beragama" Muslim Pakistan yang bekerja di negaranya. Saat itu dia bekerja sebagai penjual makanan, tahun 2002 saat nama Islam menggema akibat serangan teroris di New York, Amerika Serikat.

"Saya kira setiap Muslim itu teroris karena pemberitaan media yang bias terhadap Islam. Tapi orang-orang Muslim yang saya temui berbeda sekali dengan apa yang diberitakan," kata pria Muslim satu-satunya di kota Jeoungup yang berpenduduk 130.000 orang ini.

Jung akhirnya pilih memeluk agama Islam pada tahun 2008. "Muslim adalah orang-orang yang mempraktikkan titah Tuhan dalam kesehariannya," kata dia.

Tidak Mudah

Menurut Jewel Rana, pengurus mesjid Anyang di Seoul, saat ini ada sekitar 130.000-140.000 Muslim di Korea Selatan. Sebanyak 35.000 di antaranya adalah warga Korea yang memeluk Islam pada pertengahan abad ke-20.

"Tidak mudah bagi Muslim shalat lima kali sehari di Korea. Kebanyakan pekerja pabrik harus bekerja terus menerus selama 12 jam. Padahal, Islam punya waktu yang ketat soal shalat," kata Rana.

Selain itu, Muslim di Korsel merasa kesulitan menemukan hidangan tanpa alkohol, daging babi ataupun daging yang tidak disembelih secara syar'i. Jung contohnya, dia pilih membawa makanan sendiri ketimbang memakan makanan haram.

Jung mengaku sulit beribadah. Dia kerap meninggalkan dua waktu shalat di tempat kerja lantaran takut diejek teman-temannya. Banyak yang tidak tahu dia sudah memeluk Islam. Pada keluarganya dia juga tidak menceritakannya, khawatir dituduh macam-macam.

Kendati demikian, Jung rela menempuh perjalanan 250 kilometer setiap Sabtu untuk shalat berjamaah di Mesjid Sentral di Seoul. "Saya menemukan kebahagiaan jika bertemu sesama Muslim dan shalat bersama mereka," kata dia.

Choi Young-kil, profesor studi Arab di Universitas Myongji, Seoul, mengatakan bahwa tuduhan pada Islam hanya karena mereka belum mempelajarinya dengan benar.

"Pemahaman media lokal soal Islam hanya mengekor pada media Barat. Cara terbaik mempelajari Islam bukan lewat media, tapi lewat orang-orang Muslim di komunitas anda," kata Choi.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
zhev
21/05/2013
woww..nggak kaya tetangga sebelah,penyebarannya lewat indomie,beras,ama bujuk rayu serta fitnah....
Balas   • Laporkan
diaspora
14/05/2013
tdk ada gunanya beragama jika msh bisa ditipu zionis....!
Balas   • Laporkan
narutoman123 | 15/05/2013 | Laporkan
emang beragama cuma buat biar gak ketipu zionis hehehe
artstyle
14/05/2013
"Islam disebut sebagai agama dengan penyebaran paling pesat di seluruh dunia"?? hoax!! yang benar itu penyebaran dengan persentase paling besar!! kalau dilihat dari jumlah, islam hanya menduduki peringkat kelima. dibawah kristen, katolik, atheis dan buddh
Balas   • Laporkan
narutoman123 | 15/05/2013 | Laporkan
wong yang survey made in amrik sendiri kok panix hehehe, valid mana datanya ma datamu yang "hoax" double hehehe
artstyle | 14/05/2013 | Laporkan
serta karena islam mayoritas di asia, yang persentase tingkat kelahirannya sangat tinggi.
artstyle | 14/05/2013 | Laporkan
itupun karena negara2 islam seperti arab,irak dan sebgainya, melarang warga aslinya utk beragama lain, hukuman mati bagi yang melanggar.
antisrael
14/05/2013
Yakinkah dengan kebenaran agama anda? tanya dengan hati nurani anda. Jangan memaksakan diri untuk yakin padahal hati kecil anda menolak. Jangan menyembah Tuhan kecuali Tuhan yang sesungguhnya.
Balas   • Laporkan
polaitik
14/05/2013
Sdh sunatullah pada gilirannya nanti semua penduduk bumi akan masuk islam
Balas   • Laporkan
artstyle | 14/05/2013 | Laporkan
ya dan itulah saatnya dunia kiamat!!
matius.sinaga.7121
14/05/2013
wowww,,,,amazing....
Balas   • Laporkan
edwin tedjo
14/05/2013
Ya.. liat Norwegia, begitu banyak Penadatang Islamnya, yang Kristen langsung membentuk Group teroris Norwegian Defense League dan membantai secara membabi buta muslim yang camping dan meledakan restaurant.... FAKTA O iya di Indonesia juga ada IDL.
Balas   • Laporkan
berjenggot
14/05/2013
Mudah2an dalam waktu yg tidak lama, korea selatan akan spt arab saudi, dgn demikian tidak akan ada lagi TKW kita yg diperlakukan secara biadab, sampai dipancung di Korsel, spt yg terjadi selama ini.. (Amin....)
Balas   • Laporkan
matius.sinaga.7121 | 14/05/2013 | Laporkan
@berjenggot elu beragama kristen tapi menyamar manjadi islam,,,dasar bunglon lu,,..
edwin tedjo | 14/05/2013 | Laporkan
akun ini gak Gentle, kamuflase busuk!!!
artstyle | 14/05/2013 | Laporkan
jenggot2...pengetahuannya emang cetek atau disengaja ini?? yang suka menyiksa tki sampe dipancung itu bukannya arab??? ckck....
sodom
14/05/2013
Semoga tidak menyalahgunakan alasan beribadah untuk mengurangi produktivitas kerja. Korea Selatan bukan negara syariah jadi jangan memaksakan keyakinan pribadi untuk diikuti dan dijadikan model dalam dunia kerja. bekerja ya bekerja. bukankah itu juga ibad
Balas   • Laporkan
narutoman123 | 15/05/2013 | Laporkan
"tidak lah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku" setidaknya seimbanglah cari dunia dan akherat jangan dibalik.
edwin tedjo | 14/05/2013 | Laporkan
Ya dan mustinya kaya di China dan Jepang, kerja dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam, gak akan terganggu produktifitasnya..
artstyle | 14/05/2013 | Laporkan
emang! kadang saya melihat habis sholat bukannya lsg kerja tapi masih pd ngobrol, tidur atau ngerokok dulu lah..hampir sejam baru balik...
safiyah
14/05/2013
ingat perancis...tunggu bom waktu...
Balas   • Laporkan
afid | 14/05/2013 | Laporkan
mmg kenapa prancis......baca lagi :"Choi Young-kil, profesor studi Arab di Universitas Myongji, Seoul, mengatakan bahwa tuduhan pada Islam hanya karena mereka blm mempelajarinya dgn benar."Pemahaman media lokal soal Islam hanya mengekor pada media Barat.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com