DUNIA

Misteri 3 Remaja AS yang Diculik 10 Tahun

Mereka diculik pada saat masih berusia remaja
Kamis, 9 Mei 2013
Oleh : Arfi Bambani Amri, Santi Dewi
Amanda Marie Berry (ki) dan Georgina Lynn Dejesus (ka)diculik selama 10 tahun
VIVAnews - Tiga korban penculikan yang terjadi sepuluh tahun lalu ditemukan masih hidup, Senin, 6 Mei 2013, waktu setempat di kota Cleveland, Amerika Serikat. Mereka diculik pada saat masih berusia remaja dan ditemukan di rumah tempat penculik itu, Ariel Castro, tinggal.

Ketiga korban diketahui bernama Amanda Berry, 26, dan Gina DeJesus, 24, yang diculik pada tahun 2003, serta Michele Knight, 32, yang menghilang pada tahun 2002. Kasus ini terkuak ketika Berry berhasil kabur dari rumah penculik dengan bantuan seorang tetangga bernama Charles Ramsey. Bersama Berry, terdapat satu anak berusia enam tahun yang ikut.

Saat tengah melintas, Ramsey mendengar suara teriakan dari sebuah rumah yang meminta pertolongan. "Saya awalnya berpikir gadis ini mungkin gila karena ingin keluar dari rumah. Setelah saya tahu identitasnya, saya segera menghubungi polisi dan membantu menjebol pintu depan rumah untuk membantunya keluar," ujar Ramsey dalam sebuah wawancara dengan CNN.

Ketika Berry dan anaknya berhasil keluar, dia lalu meminjam ponsel Ramsey untuk menghubungi polisi. "Tolong saya. Saya Amanda Berry dan telah diculik selama 10 tahun dan saya di sini. Saya bebas sekarang," ujar Berry ketika berbicara kepada petugas polisi di telepon.

Polisi kemudian bergerak cepat dan langsung menangkap tiga pelaku yang berusia 50, 52 dan 54 tahun, yakni kakak-adik Ariel, Pedro dan Onil Castro. Namun belakangan, Pedro dan Onil dilepaskan.

Ketiga korban kemudian dilarikan ke RS Metro Health Medical Center. Menurut Dr. Gerald Maloney, kondisi ketiga korban penculikan selamat dan dalam keadaan stabil. Kemudian, Berry dan DeJesus pulang ke rumah keluarga, Knight masih terus dirawat di rumah sakit.

10 Tahun Tak Ketahuan

Menurut juru bicara distrik Cleveland, Roseann Canfora, Castro pernah bekerja sebagai sopir bus di Metropolitan School District. Namun dia tidak menyebut berapa lama Castro telah bekerja sebagai seorang sopir dan apa yang menyebabkannya berhenti bekerja.

Paman pelaku, Caesar Castro, mengaku terkejut ketika mendengar berita keponakannya merupakan penculik. Pria yang memiliki usaha bahan makanan ini mengonfirmasi rumah ditemukan korban memang milik keponakannya. Menurut Caesar, keponakannya adalah pria baik dan bekerja sebagai pemain bas.

Lebih mengejutkan lagi, putra Ariel Castro, Anthony Castro, meyakini ayahnya kenal dengan salah satu korban yang dia sekap selama 10 tahun bernama Gina DeJesus. Itu disebabkan adik Anthony yang diketahui bernama Arlene Castro, merupakan sahabat Gina.

Anthony bahkan menulis kisah tentang DeJesus dan Berry yang hilang di koran lokal ketika dia masih mahasiswa jurnalisme. Adiknya, Arlene, bahkan muncul di acara televisi "Orang Paling Dicari Amerika" sebagai "teman baik DeJesus".

Pria berusia 31 tahun itu mengungkap bahwa Arlene merupakan orang terakhir yang melihat Gina sebelum dia menghilang April 2004 lalu. Anthony bercerita bahwa saat itu, Arlene berencana berkunjung ke rumah Gina usai sekolah.

Dengan meminjam uang dari Gina, Arlene menghubungi ibunya untuk meminta izin, namun tidak diizinkan dan diminta langsung pulang ke rumah. Di saat mereka berpisah, Gina baru sadar bahwa uangnya habis digunakan Arlene untuk menelpon. Akhirnya dia memutuskan pulang dengan berjalan kaki.

Menurut Anthony, bisa saja ayahnya, Ariel Castro, menawarkan tumpangan pulang ke rumah karena tahu Gina adalah teman baik putrinya. Sehingga peristiwa penculikan itu tidak diwarnai dengan tindak kekerasan. "Hal ini membuat Anda berpikir bagaimana mungkin dia menghilang tanpa jejak. Apabila Gina diculik secara paksa, seseorang pasti sudah melihatnya," ujar Anthony.

Namun Anthony mengaku tidak tahu bahwa Gina diculik di rumah ayahnya. Dia juga mengatakan tidak tahu apakah adiknya Arlene pernah berkunjung ke rumah ayahnya saat Gina disekap di sana.

Ketika Anthony ke rumah ayahnya yang jauh-jauh hari sebelumnya bercerai dengan ibunya, terungkap bahwa ayahnya mengunci beberapa pintu menuju ruang bawah tanah, loteng dan garasi. Hal itu dibuktikan Anthony dengan sebuah foto yang diambil tahun 2001 lalu, di mana dia dan Ariel berdiri di depan sebuah pintu yang terkunci.

Dia mengatakan sudah sejak lama tidak tinggal seatap dengan ayahnya, khususnya setelah perceraian kedua orangtuanya. Anthony juga mengaku jarang berkunjung ke rumah yang terletak di jalan Seymour Ave itu. Kali terakhir dia bertemu ayahnya dua minggu lalu. Saat itu dia tidak masuk ke dalam rumahnya itu.

"Saya tidak pernah berada di dalam rumah itu lebih dari 20 menit," kata dia. Menurut Anthony, ayahnya termasuk tipikal orang yang tertutup. Ariel selalu terlihat menutup rapat beberapa ruangan tertentu ketika dia tidak berada di rumah.

Menurut pejabat polisi Cleveland, Ed Tomba, itulah cara Ariel berhasil bertahan menculik selama 10 tahun tanpa ketahuan. "Ariel membuat setiap orang berjarak," katanya.

Lalu bagaimana dengan tetangga?

Saksi kunci aksi penyekapan tiga wanita di sebuah rumah di Cleveland, AS, Charles Ramsey, mengaku kaget saat mengetahui tetangganya merupakan pelaku penculikan. Ramsey yang telah bermukim di daerah Cleveland selama satu tahun mengatakan sering bersosialisasi dengan pelaku, Ariel Castro.

Dilansir laman Dailymail, Selasa 7 Mei 2013, Ramsey bahkan tak menyangka terdapat tiga korban yang telah disekap selama satu dekade di dalam rumahnya. "Saya sudah tinggal di sini selama setahun. Kami sering melakukan barbekyu dan makan daging iga bersama. Selain itu kami bahkan mendengarkan musik salsa," ujar Charles.

Di mata Charles, Castro merupakan pria normal yang melakukan aktivitas biasa seperti orang pada umumnya. Dia bahkan tidak pernah melihat ada seorang gadis berada di rumahnya. Itu sebabnya Charles tidak pernah menaruh curiga terhadap Castro.

Sejumlah tetangga juga mengklaim pernah melihat perempuan dengan seorang bayi di jendela atau perempuan bertelanjang di halaman rumah. Mereka  menelepon polisi namun polisi menyatakan pada Rabu kemarin, tak ada laporan semacam itu.

Tahun 2000, polisi pernah mendatangi rumah Ariel karena pria itu mengeluhkan tawuran di jalan depan rumahnya. Kemudian 2004, polisi juga menemui Ariel soal kasus anak yang ketinggalan di bus sekolah yang disopirinya, namun polisi tak berhasil menemuinya di rumah itu karena tak ada jawaban dari dalam.

Seorang Anak

Ariel Castro (52) didakwa oleh kejaksaan Cleveland Amerika Serikat atas dua kejahatan yaitu penculikan dan pemerkosaan. Kantor berita Reuters, Kamis 9 Mei 2013, menulis bahwa kedua dakwaan itu ditimpakan kepada Ariel setelah polisi berhasil mengungkap fakta bahwa ketiga korban tidak melihat celah untuk kabur selama penyekapan sepuluh tahun itu.

"Satu-satunya kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri adalah Senin pagi kemarin, ketika Amanda Berry berhasil kabur," ujar Wakil Kepala Kepolisian Cleveland, Ed Tomba.

Menurut Tomba, ketiga korban walaupun tidak disekap dalam ruangan yang sama, namun mereka saling kenal satu sama lain. "Mereka juga tahu satu sama lain ikut disekap di sana," kata Tomba.

Dari hasil penyelidikan sementara di rumah pelaku, polisi berhasil mengumpulkan setidaknya 200 barang bukti. Termasuk tali dan rantai yang diduga digunakan pelaku untuk mengikat korban.

Polisi juga akan melakukan tes DNA terhadap anak Amanda Berry, yang dikandung dan lahir saat dia disekap selama sepuluh tahun. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku merupakan ayah biologis dari gadis berusia enam tahun itu.

Kejaksaan tidak mendakwa kedua saudara kandung Ariel, karena belum ditemukan bukti bahwa mereka ikut terlibat dalam aksi penyekapan itu.

Para korban kini sedang dalam proses pemulihan dan sudah bisa pulang ke rumah. Namun salah seorang korban, Michelle Knight, dilaporkan masih berada di RS untuk perawatan. Kendati begitu, baik Amanda Berry maupun Gina DeJesus belum bersedia berbicara ke publik.

Ibu Gina, Nancy DeJesus, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan supaya putrinya segera kembali dalam keadaan hidup. Gina kembali ke rumah menggunakan kaos berwarna kuning dengan penutup kepala sambil mengacungkan jempol kepada warga yang mengelu-elukan namanya. Sementara Amanda Berry, kembali ke rumah kakaknya dengan iring-iringan konvoi.

Sementara itu, penemuan tiga korban penculikan di sebuah rumah di Seymour Avenue, Cleveland, Amerika Serikat, ini ikut menimbulkan kembali harapan bagi keluarga Summers. Pasalnya putri mereka, Ashley Nicole Summers, diduga ikut menjadi korban penculikan di Cleveland karena menghilang sejak tahun 2007 silam.

Ashley Summers berusia 14 tahun ketika tahun 2007 silam, dia dilaporkan menghilang dari rumahnya. Ashley menghilang di lokasi yang sama dengan penemuan dua korban penculikan, Amanda Berry dan Gina DeJesus.

Polisi bahkan menduga keempatnya diculik oleh pelaku yang sama. Agen khusus FBI yang menangani kasus Cleveland, Vicki Anderson, mengatakan teringat kasus Ashley ketika mereka mengumpulkan barang bukti di rumah pelaku, Ariel Castro.

"Kami tetap mengingat kasus Ashley, entah itu dalam barang bukti yang kami temukan di rumah pelaku atau seseorang yang kami temui dan mungkin mengingat sesuatu," ujar Anderson.

Dalam proses pencarian Ashley, polisi sampai mengerahkan anjing pelacak di rumah Ariel pada Selasa kemarin. Tidak diketahui dengan jelas mengapa anjing pelacak dilibatkan.

Polisi mengatakan bahwa Ashley memiliki tato di bagian atas tangannya, kelahiran 16 Juni 1993, sehingga saat ini Ashley berusia 19 tahun. Pihak penyelidik mengatakan akan berbicara dengan ketiga korban apabila mereka mengetahui informasi mengenai menghilangnya Ashley.  (sj)

Sumber: Reuters, Daily Mail, NBC News
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found