DUNIA

Pelaku Penyekapan Cleveland Didakwa Ikut Perkosa Korban

Tiga korban yang disekap selama 10 tahun berhasil melarikan diri.

ddd
Kamis, 9 Mei 2013, 09:07 Aries Setiawan, Santi Dewi
Ariel Castro (kiri) dan dua pelaku penculikan selama 10 tahun di AS
Ariel Castro (kiri) dan dua pelaku penculikan selama 10 tahun di AS (Cleveland Police Dept/Handout via Reuters )

VIVAnews - Pelaku penyekapan tiga wanita yang berlangsung selama sepuluh tahun, Ariel Castro (52), pada Rabu kemarin didakwa oleh kejaksaan Cleveland Amerika Serikat atas dua kejahatan yaitu penculikan dan pemerkosaan. Sementara dua saudara kandung Ariel, Pedro dan Onil, yang ikut ditahan pada Senin malam kemarin tidak dikenai dakwaan apa pun.

Kantor berita Reuters, Kamis 9 Mei 2013, menulis bahwa kedua dakwaan itu ditimpakan kepada Ariel setelah polisi berhasil mengungkap fakta bahwa ketiga korban tidak melihat celah untuk kabur selama penyekapan sepuluh tahun itu.

"Satu-satunya kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri adalah Senin pagi kemarin, ketika Amanda Berry berhasil kabur," ujar Wakil Kepala Kepolisian Cleveland, Ed Tomba.

Menurut Tomba, ketiga korban walaupun tidak disekap dalam ruangan yang sama, namun mereka saling kenal satu sama lain. "Mereka juga tahu satu sama lain ikut disekap di sana," kata Tomba.

Dari hasil penyelidikan sementara di rumah pelaku, polisi berhasil mengumpulkan setidaknya 200 barang bukti. Termasuk tali dan rantai yang diduga digunakan pelaku untuk mengikat korban.

Polisi juga akan melakukan tes DNA terhadap anak Amanda Berry, yang dikandung dan lahir saat dia disekap selama sepuluh tahun. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku merupakan ayah biologis dari gadis berusia enam tahun itu.

Kejaksaan tidak mendakwa kedua saudara kandung Ariel, karena belum ditemukan bukti bahwa mereka ikut terlibat dalam aksi penyekapan itu.

Para korban kini sedang dalam proses pemulihan dan sudah bisa pulang ke rumah. Namun salah seorang korban, Michelle Knight, dilaporkan masih berada di RS untuk perawatan. Kendati begitu, baik Amanda Berry maupun Gina DeJesus belum bersedia berbicara ke publik.

Ibu Gina, Nancy DeJesus, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan supaya putrinya segera kembali dalam keadaan hidup. Gina kembali ke rumah menggunakan kaos berwarna kuning dengan penutup kepala sambil mengacungkan jempol kepada warga yang mengelu-elukan namanya.
Sementara Amanda Berry, kembali ke rumah kakaknya dengan iring-iringan konvoi.
 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com