DUNIA

Ribuan Kasus Pelecehan Seksual Terjadi di Militer AS

Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

ddd
Rabu, 8 Mei 2013, 09:23 Denny Armandhanu
Tentara Amerika Serikat
Tentara Amerika Serikat (Reuters)
VIVAnews - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon melaporkan peningkatan kejahatan seksual oleh militer tahun lalu. Tercatat lebih dari 3.000 kasus terjadi tahun 2012, meningkat 37 persen dibanding tahun sebelumnya.

Diberitakan Reuters, Selasa 7 mei 2013, Pentagon mencatat 3.374 kasus pelecehan atau kekerasan seksual oleh tentara pada tahun lalu. Jumlah ini meningkat 200 kasus dibanding tahun 2011. Hasil data survei lebih mencengangkan lagi. Diperkirakan ada 26.000 kasus kekerasan seksual di militer AS tahun 2012, meroket dibandingkan tahun 2011 dengan 19.000 kasus.

Kontak seksual yang tidak diinginkan lebih banyak terjadi pada pria (13.900 kasus) dibanding wanita (12.100 kasus). Namun, korban yang menderita lebih banyak wanita (6,1 persen) ketimbang pria (1,2 persen).

Kasus terbaru yang menyita perhatian publik AS adalah tindakan tidak senonoh yang dilakukan Letnan Kolonel Jeffrey Krusinski, 41, terhadap wanita warga sipil di tempat parkir Pentagon. Petinggi angkatan udara ini dilaporkan meremas payudara dan bokong wanita tersebut.

Padahal, Krusinsi adalah kepala Pencegahan dan Reaksi Penyerangan Seksual di Angkatan Udara. Akibat tindakannya, dia dipecat dan terancam dihadapkan di pengadilan militer. Kasus ini tidak ayal memicu kemarahan di antara pejabat Pentagon, anggota parlemen, dan Presiden Barack Obama.

"Jika kami menemukan orang yang melakukan ini, dia harus bertanggung jawab. Dihukum. Dibebastugaskan dari posisinya. Disidang di mahkamah militer. Dipecat dengan tidak hormat. Titik," kata Obama berang.

Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengaku jijik dan marah melihat laporan ini. Dia menegaskan, banyaknya kasus seksual di angkatan bersenjata akan membuat militer AS kekurangan personel lantaran banyak yang takut mendaftar.

"Kekerasan seksual adalah kejahatan yang keji dan tantangan paling serius yang dihadapi kementerian ini. Kasus ini jadi ancaman bagi keamanan dan kesejahteraan tentara kita, kesehatan, reputasi dan kepercayaan pada institusi ini," kata Hagel.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com