DUNIA

PM Malaysia: Kami Dihantam "Tsunami China"

Barisan Nasional menang, namun kalah di wilayah mayoritas China.

ddd
Senin, 6 Mei 2013, 16:38 Denny Armandhanu
PM Malaysia Najib Razak tiba di gedung UMNO, Kuala Lumpur.
PM Malaysia Najib Razak tiba di gedung UMNO, Kuala Lumpur. (ANTARA/Fanny Octavianus)
VIVAnews - Walaupun keluar sebagai pemenang pemilihan umum Malaysia 2013, namun koalisi Barisan Nasional (BN) kalah telak di wilayah-wilayah dengan mayoritas warga China. Koalisi pemerintah menuduh oposisi berusaha memainkan isu rasial untuk merebut suara etnis China.

Diberitakan Malaysian Insider, 6 Mei 2013, BN memperoleh 133 kursi di tingkat parlemen. Namun, koalisi yang digawangi Partai UMNO ini kalah di beberapa wilayah mayoritas etnis China, seperti Kluang, Kulai dan Gelang Patah.

Menurut Razak, gagalnya BN di negara-negara bagian ini adalah karena oposisi, Pakatan Rakyat, berusaha memainkan sentimen rasial dalam kampanye mereka. Dia mengatakan, apa yang dilakukan oleh Anwar Ibrahim cs ini tidak sehat bagi Malaysia.

"Banyak faktor yang terjadi, berujung pada menurunnya dukungan etnis China pada BN. Tsunami yang saya maksud sebelumnya, adalah tsunami komunitas China, menyebabkan banyaknya dukungan bagi oposisi," kata Razak.

Anggota Partai Aksi Demokrasi (DAP) yang tergabung dalam koalisi oposisi PR, Lim Kit Siang, mengecam pernyataan Razak yang menurutnya keliru. Dia mengatakan, bukanlah "tsunami China" yang membuat BN kalah di beberapa negara bagian, melainkan "tsunami Malaysia."

Anggota parlemen yang baru mengalahkan Abdul Ghani Othman, menteri besar yang telah memimpin Gelang Patah selama empat periode, ini balik menuduh BN. Menurut Lim, BN telah main kotor selama pemilu kemarin, dengan menyebarkan propaganda anti oposisi.

"Ratusan juta ringgit dikeluarkan BN untuk makan malam dan barang-barang gratis, mencetak kebohongan dan fitnah di media utama untuk menyampaikan sebuah bentuk politik yang menjijikkan dan tidak bermoral, hanya didasarkan pada rasa takut," kata Lim. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blondot2012
07/05/2013
Malaysia masih menganut sistim apartheid dengan hak-hak istimewa ras Melayu. Ini sudah bukan jamannya lagi, klo sudah menjadi satu Negara jadilah satu bangsa.
Balas   • Laporkan
prama1
07/05/2013
Ini pelajaran buat Pemerintah Indonesia.Dan untuk kaum pribumi kalau ingin kultur budaya bangsa tetap terjaga maka pilihlah pemimpin yang sangat memikirkan&mencintai;kebudayaan Indonesia,agar kejadian di Malaysia ini tdk terjadi di negara kita
Balas   • Laporkan
nebraska73 | 07/05/2013 | Laporkan
benar sekali..seni,tradisi,budaya indonesia sngt menakjubkan....wrong or right is my country!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com