DUNIA

Pelaku Bom Boston Pernah Berulah di Masjid Cambridge

Namun para jemaah tidak sampai mengira dia adalah pelaku pengeboman.
Senin, 22 April 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Tamerlan Tsarnaev, pelaku pengeboman bom Boston (kiri)

VIVAnews - Hingga saat ini masih belum diketahui motif pasti pengeboman yang dilakukan oleh dua bersaudara Tsarnaev di Boston. Namun menurut penelusuran FBI, Tamerlan Tsarnaev diketahui memiliki pandangan yang ekstrem dan tidak ragu mengemukakannya.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Mesjid Cambridge Yusufi Vali yang mengatakan bahwa Tamerlan pernah menjadi salah satu jemaah di mesjid tersebut. Tamerlan dikenal karena berteriak dan memprotes sebuah ceramah yang menyamakan kampanye anti kekerasan Martin Luther King dengan Nabi Muhammad.

"Tamerlan teriak 'Kau orang kafir', dia juga mengatakan bahwa pembicara meracuni pikiran jemaah dan munafik," kata Vali, dilansir Boston Globe, Minggu 21 April 2012.

"Teriakannya ini ditimpali oleh para jemaah yang mengatakan 'Kau yang munafik'," lanjutnya.

Pria 26 tahun ini lantas diajak berbicara oleh beberapa orang. Dia dibujuk untuk menghentikan ulahnya atau jangan datang lagi ke mesjid tersebut. Vali mengatakan, ini bukan pertama kali Tamerlan melakukan hal seperti itu.

Kendati demikian, Vali menegaskan bahwa dia dan para jemaah tidak sampai menyimpulkan bahwa ulahnya kala itu berujung pada pengeboman di Boston. Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam beragama.

"Tidak ada dari ulahnya yang bisa membuatnya membunuh seseorang," kata Vali.

Tamerlan terbunuh dalam baku tembak dengan polisi Jumat pekan lalu. Adiknya, Dzhokhar, tertangkap dengan luka parah di leher. Diduga, Tamerlan mencuci otak adiknya hingga mau melakukan aksi pengeboman Senin lalu yang menewaskan tiga orang dan melukai 170 lainnya. (adi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found