DUNIA

Bom Boston, Tamarlane Tsarnaev Suka Baca Soal Jihad

Dia juga kerap mendengarkan kutbah syekh Australia turunan Libanon.

ddd
Senin, 22 April 2013, 06:18 Arfi Bambani Amri, Santi Dewi
kesedihan keluarga korban ledakan bom Boston
kesedihan keluarga korban ledakan bom Boston (REUTERS/Jessica Rinaldi)
VIVAnews - Salah satu pelaku bom Boston yang dinyatakan tewas oleh polisi pada Jumat dini hari lalu, Tamerlan Tsarnaev (26), diduga menjadi pengikut Islam radikal dalam empat tahun terakhir. Hal itu didasari analisa terhadap akun media sosial dan testimonial anggota keluarga mantan atlet tinju itu.

Dilansir kantor berita CNN, Minggu 21 April 2013, Tamerlan memiliki sebuah akun di media sosial Youtube yang dibuat sejak Agustus 2012 lalu. Sekitar lima bulan lalu, dia kemudian membuat sebuah daftar video berisi tindak terorisme.

Dalam sebuah daftar yang diberi judul "Teroris" itu menampilkan dua video yang sudah ditarik dari daftar itu. Di antara video musik yang dia masukkan ke dalam daftar itu, terdapat sebuah lagu yang berjudul "Saya Akan Mendedikasikan Hidup Saya untuk Jihad". Selain itu dia juga menampilkan rekaman video mengenai para mualaf.

Dia juga diketahui kerap mendengarkan kutbah yang dibawakan oleh seorang syekh muslim Australia keturunan Lebanon, Feiz Mohammad, yang menyerukan hukuman penggal bagi politisi asal Belanda. Pada tahun 2007, Feiz dikecam karena menyerukan kaum muda muslim untuk menjadi martir dengan berjihad.

Menurut laman Daily Mail, Sabtu 20 April 2013, pihak intelijen Rusia bahkan menduga ia memiliki kaitan erat dengan militan Islam yang berada di daerah Dagestan. Di sana Tamerlan pernah tinggal bersama keluarganya selama dua tahun sebelum pindah ke AS.

Teori lainnya menyebut kemungkinan terinspirasi pemberontak yang dikenal sebagai Bin Laden Rusia, Doku Umarov. Umarov juga merupakan etnis Chechnya yang berasal dari daerah peperangan Kaukasus.  Umarov sempat dituduh sebagai otak pengeboman stasiun bawah tanah metro Moskow di tahun 2010 yang menewaskan 40 orang.

Pernyataan Keluarga

Sementara salah satu paman Tamerlan, Ruslan Tsarni, mengatakan keponakannya telah mengalami perubahan yang besar ketika bertemu di tahun 2009 lalu.

"Saya terkejut ketika mendengar kata-kata dan kalimatnya. Saat saya bertanya apa pekerjaannya, dia mengatakan akan menyerahkan semuanya dalam kehendak Tuhan. Itu bukan merupakan bentuk ketaatan, tapi dia telah menjadi radikal karena dia tidak memahami makna di balik kalimatnya itu," ujar
Ruslan kepada Dailymail.

Salah satu sepupu Tamerlan, Zaur Tsarnaev (26) mencurigai mahasiswa paruh waktu Akuntansi itu telah memanfaatkan adiknya untuk melakukan perbuatan kriminal. "Saya pernah memperingatkan Dzhokhar bahwa kakaknya sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik. Dzhokar sudah dimanipulasi oleh sang kakak," kata Zaur kepada harian New York Times.

Kemudian di awal tahun 2012, Tamerlan dilaporkan berkunjung ke Dagestan, Rusia, selama enam bulan. Menurut keterangan FBI, dia mengubah penampilannya dengan memelihara jenggot.

FBI juga menyebut mereka menerima permintaan dari pemerintah suatu negara untuk menyelidiki kaitan Tamerlan dengan satu kelompok militan tertentu. Namun FBI tidak menemukan satu pun bukti yang menyebut dia terkait tindakan teror walaupun mereka terus memantau kegiatannya di dunia maya dan komunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Namun semua tuduhan mengenai Tamerlan, dibantah dengan tegas oleh sang ayah, Anzor Tsarnaev. Menurut Anzor kunjungan Tamerlan ke Rusia tahun 2012 lalu untuk bertemu dengan keluarganya. "Saya tahu apa yang dia lakukan dan ke mana dia pergi," ujar Anzor.

Sementara sang ibu, Zubeidat K Tsarnaev, bersikeras kedua putranya tidak bersalah. Dia juga menolak anggapan yang menyebut putranya menyembunyikan rahasia menjadi pengikut ekstremis. "Itu tidak mungkin. Putraku tidak akan mungkin menyembunyikan rahasia. Dia sama sekali tidak bersalah!" kata Zubeidat. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wakuteh
22/04/2013
Dia juga kerap mendengarkan kutbah syekh Australia turunan Libanon. (Dia juga sering dengarin Musik Black Metal beraliran Yahudi) untung dia tidak sering beli roti di tempat gua, bisa jadi tertuduh juga nich...:
Balas   • Laporkan
nebraska73
22/04/2013
saya harap ribut2 sndiri cukup!mau yahudi,kristen,islam,deis,budha,hindhu persyetan semua...siapa saja yg jd warga ri dasar utamanya pancasila dn uud45,bukan kitab suci kalian.ga setuju,silakn minggat dr ri!minggatttt!
Balas   • Laporkan
nebraska73 | 23/04/2013 | Laporkan
ya..indonesia aman damai berdasar pancasila dn uud45,ni dah harga mati...bukan brdasar zabur,taurat,injil,al quran,weda,tripitaka dll...camkan!
wong.jogja | 22/04/2013 | Laporkan
sabar to mas......sabar....nyebut dulu....yang penting di indon ini kita bisa hidup aman tentram damai
samasaja
22/04/2013
kenapa gak sekalian dibilang si pelaku pernah belajar di pondok pesantren di Indonesia? dengan gurunya Ba'ashir? dst, dll hahahah aha
Balas   • Laporkan
cengos | 22/04/2013 | Laporkan
kalo di bilang pernah belajar di pondok pesanten Indonesia nanti lu BACOD!! lagi.. dasar cacad..!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com