DUNIA

Donasi Rp67 Miliar Terkumpul untuk Korban Bom Boston

Baru sehari dibuka, dana bantuan sudah melimpah.

ddd
Kamis, 18 April 2013, 17:40 Denny Armandhanu
Kesedihan keluarga korban ledakan bom Boston.
Kesedihan keluarga korban ledakan bom Boston. (REUTERS/Adrees Latif)

VIVAnews - Warga Boston dan seluruh Amerika Serikat bahu membahu mengumpulkan dana bagi perawatan para korban bom yang berjumlah lebih dari 180 orang. Baru sehari dibuka, sudah lebih dari Rp67 miliar terkumpul.

Diberitakan Reuters, Kamis 18 April 2013, lembaga bantuan bernama One Fund Boston ini baru dibuka pada Selasa waktu setempat. Pengacara Kenneth Feinberg ditunjuk sebagai pengurus lembaga donasi ini. Sebelumnya, dia pernah menggagas dana bantuan untuk peristiwa 11 September 2001 dan penembakan Virginia Tech tahun 2007.

Walikota Boston Thomas Menino mengatakan bahwa ide lembaga bantuan ini datang dari para pengusaha dan dermawan kota. "Beberapa jam setelah kejadian, saya ditelepon para pengusaha dan dermawan, yang seperti saya, sedih melihat tragedi tersebut," kata Menino.

"Mereka ingin melakukan apapun untuk membantu orang-orang ini yang terluka fisik dan psikologinya," lanjutnya lagi. Lalu berdirilah One Fund Boston melalui situs internet.

Di antara penyumbang pertama adalah John Hancock, sponsor utama Boston Marathon, sebesar US$1 juta. Rabu, sumbangan sudah mencapai US$7 juta atau lebih dari Rp67 miliar.

Tiga orang tewas dan lebih dari 180 orang terluka dalam insiden tersebut. Beberapa dari korban masih dalam kondisi kritis.

Luka parah yang mereka derita lantaran bom berupa panci presto itu diisi oleh paku dan lempengen besi tajam. Beberapa orang terpaksa harus kehilangan kaki-kaki mereka akibat luka yang sangat parah.

Hingga saat ini, FBI masih terus memburu pelaku yang diduga dua orang. Mereka terdeteksi dari rekaman CCTV dekat lokasi.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
grd1589
19/04/2013
waduhhh... berita gini jgn diposting viva. byk yg sirik nanti. negara idola mereka ga pernah dapet bantuan sebanyak itu dari sekutu mereka sendiri. byk yg anggep, ini yg mati cuma 3 org, tp yg bantuin seabrek2. neg idola mereka yg mati ratusan,ga ad yg bn
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com