DUNIA

Bunuh Satu Keluarga di Gaza, Israel Tolak Tanggung Jawab

Sebanyak 168 orang di Palestina terbunuh, di antaranya 33 anak-anak.
Kamis, 18 April 2013
Oleh : Denny Armandhanu
Jamal Dalu, warga Palestina, membawa jenazah anaknya dari bawah reruntuhan setelah serangan udara Israel di Gaza pada 18 November 2012 yang menghancurkan rumah mereka.
VIVAnews - Israel mengaku bersalah melakukan serangan udara yang menewaskan satu keluarga pada November 2012. Namun, Israel menolak bertanggung jawab dan menggelar investigasi kriminal untuk menyeret pelaku ke pengadilan.

Diberitakan CNN, Rabu 17 April 2013, pernyataan ini disampaikan Israel usai penyelidikan Badan Advokat Umum Militer Israel (MAG) menyatakan ada kesalahan pada operasi Pilar Pertahanan saat itu. Laporan tersebut menunjukkan ada 80 kesalahan pada penyerangan delapan hari Israel ke Gaza.

Namun, pengacara independen Israel mengatakan tidak ada alasan dibukanya investigasi kriminal atas kasus-kasus tersebut. Di antara kesalahan Israel yang fatal adalah penyerangan udara terhadap rumah Jamal Dalu.

Sebanyak 11 orang tewas, sembilan di antaranya adalah anggota keluarga Dalu, terdiri dari istrinya, adiknya, dua anak perempuannya, menantunya, dan empat cucunya, kakak beradik, yang berusia antara 2 hingga 6 tahun. Dua korban tewas lainnya adalah tetangganya.

MAG dalam pernyataannya menyesalkan kejadian tersebut, padahal militer Israel telah melakukan seluruh tindakan pencegahan agar tidak jatuh korban sipil. "Namun insiden ini bukanlah pelanggaran kriminal," ujar pernyataan MAG.

Saat serangan itu dipertanyakan efektivitasnya, Israel berkali-kali mengganti cerita mereka. Pada hari serangan, Israel mengatakan mengincar Yahia Rabia, yang disebut sebagai kepala unit roket Hamas. Namun ini bohong, tidak ada yang namanya Rabia di wilayah itu.

Menurut organisasi Human Right Watch, Israel kemudian mengganti ceritanya dengan mengatakan bahwa mereka mengincar Mohammad Dalu, anak Jamal, yang juga tinggal di rumah itu. Mohammad Dalu memang anggota Hamas, tapi bukan petinggi, melainkan hanya prajurit rendahan.

"Memang berdasarkan hukum perang, orang itu bisa jadi target. Tapi serangan Israel yang menghancurkan seluruh rumah, dan membunuh 11 orang, bagi kami itu tidak proporsional. Tingkat kerusakan infrastruktur dan kematian warga sipil tidak imbang dengan satu orang sasaran," kata peneliti senior Human Right Watch Bill Van Esved.

Dalam peperangan tersebut, Israel melancarkan 1.500 kali serangan ke Gaza. Menurut data PBB, sebanyak 168 orang di Palestina terbunuh, di antaranya adalah 101 orang warga sipil, termasuk 33 anak-anak dan 13 wanita. Kepada CNN, Israel mengaku telah membunuh 100 orang "teroris" dalam perang itu.
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found