DUNIA

9-4-2003: Patung Saddam Hussein Dirobohkan

Ini juga menjadi simbol berakhirnya rezim Saddam setelah digempur AS

ddd
Selasa, 9 April 2013, 10:27 Renne R.A Kawilarang
Tentara AS saksikan perobohan patung Saddam Hussein di Baghdad pada 9 April 2003
Tentara AS saksikan perobohan patung Saddam Hussein di Baghdad pada 9 April 2003 (REUTERS)
VIVAnews - Tepat sepuluh tahun yang lalu, pasukan Amerika Serikat berhasil masuk ke ibu kota Irak, Baghdad. Pendudukan AS di Irak ini ditandai dengan dirobohkannya patung penguasa Irak saat itu, Presiden Saddam Hussein. Rezim Saddam pun berhasil dihancurkan oleh gempuran alat-alat perang AS dalam kurun tiga pekan sejak invasi ke Irak dimulai

Menurut stasiun berita BBC, patung Saddam yang berdiri tegak di tengah Kota Baghdad itu dirobohkan oleh tentara Amerika dan warga Irak dengan alat berat. Bertempat di alun-alun Paradise Square, para warga yang menyaksikan perobohan patung itu dikabarkan menyambut gembira karena menjadi pertanda "kebebasan baru" dan "ungkapkan sukacita."

Setelah Baghdad, pasukan AS dan para sekutunya lalu menduduki kota-kota lain di Irak. Ini termasuk Tikrit, yang merupakan kota kelahiran Saddam. Presiden AS saat itu, George W Bush, pada 1 Mei 2003 secara resmi mengumumkan Perang di Irak telah berakhir.

Menurut The History Channel, Saddam pun berhasil mereka tangkap dan diadili pada Oktober 2005. Dia lalu dinyatakan bersalah atas kejahatan bagi kemanusiaan dan dieksekusi mati pada 30 Desember 2006. Namun, AS dan koalisi tidak menemukan senjata pemusnah massal yang menjadi alasan utama mereka menggempur Irak.

Walau rezim Saddam mereka singkirkan, masalah tidak langsung selesai. Selama bertahun-tahun, AS dan koalisi harus menghadapi perlawanan dari kaum pemberontak. Irak pun jatuh dalam perang saudara antara kaum mayoritas Syiah dan Sunni.

Pemerintah Irak pasca rezim Saddam, yang didukung AS dan sekutunya, harus berjuang keras untuk mengembalikan stabilitas dan keamanan negara mereka. Hingga kini belum ada data resmi berapa jumlah total korban jiwa akibat Perang Irak itu. Namun sejumlah lembaga dan media massa yakin bahwa warga sipil Irak paling banyak terbunuh, jumlahnya antara ratusan ribu hingga jutaan jiwa.

Pada 15 Desember 2011, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta secara resmi mencanangkan berakhirnya Perang Irak. Lalu pada 18 Desember 2011, kontingen terakhir pasukan AS meninggalkan Irak. AS pun dalam satu dekade terakhir harus menanggung biaya perang yang sangat besar, baik di Irak dan Afganistan.   (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
alfaish
10/04/2013
AS katanya demokratis tp ikut campur urusan orang laen, ga konsisten dan standar ganda, tergantung kepentingan mereka.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com