DUNIA

Arkeolog Temukan "Gerbang Neraka" di Turki

Mereka mengklaim telah menemukan Plutonium atau gerbang menuju Pluto.
Rabu, 3 April 2013
Oleh : Eko Priliawito, Tasya Paramitha
Gua Alepotrypa, gua yang diduga asal mitos neraka Hades

VIVAnews - Neraka adalah tempat yang sulit dideskripsikan secara detil. Bila ingin pergi ke neraka, orang tentu harus meninggal terlebih dahulu. Namun manusia, pada setiap jaman, selalu memberikan gambaran umum tentang neraka itu. Sejumlah arkeolog yang telah lama mencari neraka versi jaman kuno, menemukan gerbang yang disebut-sebut sebagai "pintu masuk ke neraka".

Menurut kantor berita Italia, ANSA, sebuah tim arkeolog yang sedang meneliti kota kuno Phrygian, di Hierapolis yang berlokasi di barat daya Turki, mengklaim telah menemukan Plutonium atau gerbang menuju Pluto.

Sebuah situs arkeologi yang dibuat oleh pilgrim atau peziarah kuno menduga gerbang itu sebagai jalan masuk ke underworld atau alam baka. Sebuah gua mungil dekat kuil Apollo adalah lokasi Plutonium yang diketahui memancarkan gas yang dapat menyebabkan kematian.

Seorang arkeolog yang berada di lokasi, Francesco D'Andria dari University of Salento mengumukan temuan tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Turki pada pertengahan Maret lalu, menurut La Gazzetta Del Mezzogiorno.

D'Andria mengatakan, pada  Discovery News bahwa ia juga menemukan reruntuhan kuil, yakni sebuah kolam yang digunakan para peziarah kuno dan beberapa anak tangga.

"Kami dapat melihat bahwa gua tersebut memiliki gas mematikan. Sejumlah burung tewas saat hendak mendekati pintu masuk gua akibat uap karbondioksida," tambah D'Andria menurut Discovery News.

Austin Considine dari VICE menjelaskan bahwa gua tersebut merupakan fenomena alami yang dapat ditemukan di tempat-tempat lain di dunia. Fenomena tersebut terjadi akibat retakan kerak bumi.

Hierapolis, yang berlokasi di dekat kota modern Turki, Pamukkale telah diresmikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO dan menarik lebih dari 1,5 juta wisatawan setiap tahunnya.  Francesco D'Andria telah menggali dan meneliti area tersebut selama bertahun-tahun. 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found