DUNIA

Konser Musisi Palestina Sulit Dapat Sponsor di Indonesia

Alhasil, konser ini hanya mengandalkan penjualan tiket.
Rabu, 27 Maret 2013
Oleh : Denny Armandhanu, Santi Dewi
Musisi asal Palestina yang akan konser di Indonesia

VIVAnews - Promotor konser musik klasik yang akan diselenggarakan oleh Orkestra Nasional Palestina (PNO) pada pekan depan mengaku kesulitan mencari dana sponsor. Hal ini disebabkan nama Palestina yang sudah kadung melekat sebagai negara konflik.

Padahal, biaya yang dikeluarkan oleh promotor untuk mendatangkan ke-48 musisi dari berbagai negara yang bernaung di bawah PNO tidak sedikit. Hal ini diungkapkan oleh Direktur PT Agate Indonesia Selaras, Nana Diah Purnawati, yang mendatangkan PNO ke Indonesia.

"Kami sangat kesulitan untuk mencari dana sponsor karena tiap perusahaan yang kami datangi dan tahu bahwa orkestra ini berasal dari Palestina, mereka langsung menolak," ujar Nana kepada wartawan yang menemuinya di Kedutaan Besar Palestina, Rabu 27 Maret 2013, usai sesi jumpa wartawan.

Nana mengaku sebelumnya sempat optimistis bahwa perusahaan di Indonesia akan mudah didekati untuk memperoleh dana sponsor, karena Indonesia dikenal loyal dan kerap memberikan bantuan bagi Palestina. Namun dia harus menelan kecewa dan menerima fakta bahwa bantuan tersebut hanya untuk bidang tertentu saja, seperti bantuan kemanusiaan.

"Padahal Indonesia kan sering memberikan bantuan kepada Palestina langsung. Bahkan ada yang mengirimkan relawan ke sana. Jadi saya pikir mudah untuk memperoleh sponsor. Ternyata warga kita hanya peduli jika terkait dengan isu politik," ungkapnya kecewa.

Mengandalkan tiket

Alhasil, kini dia hanya mengandalkan dana dari hasil penjualan tiket yang dibanderol antara Rp500 ribu hingga Rp2,5 juta. Pihak promotor optimistis pasang target dapat menjual sebanyak 800 tiket.

"Di sini kami membidik dua segmen, pertama segmen yang peduli terhadap negara Palestina dan segmen kedua pecinta orkestra dan musik klasik," katanya.

Nana kemudian menceritakan bahwa PNO merupakan gabungan beberapa musisi dari 18 negara yang peduli terhadap musik klasik dan Palestina. Mereka bukan musisi sembarangan karena sebelumnya sudah bergabung dengan kelompok orkestra terkenal seperti Royal Academy (Inggris), Paris Conservatoire, dan Los Angeles Orchestra.

Orkestra ini bernaung di bawah Universitas Birzeit yang terletak dekat dengan kota Ramallah. PNO sebelumnya sudah pernah tampil di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah. Sedangkan pertunjukan yang akan digelar pada tanggal 30-31 Maret mendatang merupakan konser perdana mereka di Asia, khususnya Indonesia.

"Kami sengaja memilih Jakarta karena kami berpikir apabila ingin dikenal publik Asia, maka orkestra ini harus tampil di Jakarta," ujar Nana.

Konser yang juga akan menampilkan para musisi Indonesia ini akan digelar selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu, 30-31 Maret 2013, di Aula Simfonia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kami berharap publik Indonesia dapat mengapresiasi penampilan mereka nanti dengan datang menyaksikan mereka bermain. Karena sebagian dari hasil konser ini nantinya akan disumbangkan bagi sekolah musik anak-anak di Palestina," kata Nana. (kd)

 

TERKAIT