DUNIA

Rok Mini Akan Dilarang di Korsel?

"Apa aturan ini akan diberlakukan? Kalau iya, tamatlah riwayatku."

ddd
Sabtu, 23 Maret 2013, 11:50 Ita Lismawati F. Malau, Santi Dewi
Rok mini merupakan pakaian 'wajib' dimiliki wanita muda Korsel, khususnya sejak aliran musik K-Pop merajalela.
Rok mini merupakan pakaian 'wajib' dimiliki wanita muda Korsel, khususnya sejak aliran musik K-Pop merajalela. (inmagine.com)

VIVAnews -- Belum genap dua bulan menjabat sebagai Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun Hye, sudah membuat satu kebijakan hukum kontroversial. Putri dari mantan pemimpin militer Korsel, Park Chung-hee itu membuat peraturan yang melarang rakyat Korsel terlalu terbuka dalam berpakaian.

Ini artinya penggunaan rok mini kemungkinan besar akan dilarang juga di negeri ginseng tersebut. Bagi mereka yang melanggar aturan itu, akan didenda sebesar 50.000 KRW atau Rp444 ribu. Penerapan peraturan itu sendiri akan efektif mulai minggu ini.

Sontak saja, aturan kontroversial ini memicu kritik dari berbagai kalangan. Dilansir laman Dailymail, kritik keras datang dari pemimpin partai oposisi yang berpendapat peraturan baru itu mencerminkan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi yang dimiliki oleh tiap warga Korsel.

Salah satu anggota Partai Demokratik Bersatu, Ki Sik Kim, berkicau dalam akun Twitter-nya bahwa negara terlalu ikut campur dalam urusan pribadi rakyatnya melalui aturan baru itu. "Mengapa negara mencampuri bagaimana warganya berpakaian?"

Masih menurut Kim, era pemerintahan Park Geun Hye seolah-olah mengingatkan seluruh rakyat Korsel untuk kembali ke zaman di mana pemerintah memberlakukan aturan panjang rambut dan rok yang ideal.

Para selebriti Korsel pun tidak ingin ikut ketinggalan mengekspresikan kekecewaan mereka. Hal ini tidak mengherankan, karena rok mini merupakan pakaian wajib yang harus dimiliki wanita muda Korsel, khususnya sejak aliran musik K-Pop merajalela.

Salah satu penyanyi pop, Lee Hyori, juga melampiaskan kekecewaannya melalui Twitter. "Apa aturan ini benar-benar akan diberlakukan? Kalau iya, tamatlah riwayatku."

Nancy Land, seorang artis televisi bahkan menyindir aturan baru Geun Hye dengan memajang foto dengan tulisan angka 50.000 KRW di samping belahan dadanya.

Sementara itu, pihak kepolisian mengatakan masyarakat keliru dalam memahami aturan baru tersebut. Mereka menyebut aturan baru itu hanya terkait dengan perbuatan tidak senonoh di depan publik dan sama sekali tidak mengatur bagaimana warga Korsel sebaiknya berpakaian.

"Laporan apa pun yang menyebut bahwa kami akan mengatur apa yang digunakan oleh warga Korsel adalah sesuatu yang keliru pemahamannya," ujar Inspektur Kepolisian Nasional Korsel, Ko Jun-ho kepada CNN.

Pemerintahan Geun Hye berjanji akan memberika informasi yang jelas terkait aturan baru tersebut dan cara penerapannya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
wong.jogja
24/03/2013
saya dukung ..... juga di indonesia kalau bisa ( tapi jangan burqa )
Balas   • Laporkan
khansyah
23/03/2013
Padahal Aturan Itu Baik Untuk Kaum Hawa Untuk Menghindari Perbuatan Yang Bukan2 Contohnya di Jepang Hampir tiap Hari ada pemerkosaan Karena di sana diwajibkan Pakai Rok Mini Untuk Anak perempuan Ke Sekolah...
Balas   • Laporkan
brendha
23/03/2013
rok mini adalah seragam resmi para pel4cur. jgn dilarang, biar mudah mengidentifikasi.
Balas   • Laporkan
adya_nn
23/03/2013
bagus sekali itu..saaya dukung 100%..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com