DUNIA

33 Tahun Hilang, Tentara Soviet Masih Hidup Sebagai Syekh

Dia berganti nama menjadi Syekh Abdullah dan menjadi ahli herbal.

ddd
Kamis, 7 Maret 2013, 09:18 Denny Armandhanu, Santi Dewi
Tentara Soviet yang sempat hilang selama 33 tahun, Syekh Abdullah
Tentara Soviet yang sempat hilang selama 33 tahun, Syekh Abdullah (Daily Mail)
VIVAnews - Seorang tentara Uni Soviet berkewarganegaraan Rusia yang dinyatakan hilang dalam perang di Afganistan ditemukan masih hidup dan tinggal sebagai syekh. Kini dia memilih menetap di Afghanistan dan bekerja sebagai ahli ramuan herbal.

Bakhretdin Khakimov, 53, yang merupakan salah seorang tentara merah Uni Soviet dinyatakan tewas 33 tahun lalu oleh kepala tentaranya. Khakimov memang terluka dalam perang Afganistan pada tahun 1980, tetapi dia berhasil selamat berkat pertolongan penduduk lokal.

Dia kemudian berganti nama menjadi Syekh Abdullah lalu menikah dengan wanita setempat dan bekerja di bagian barat Provinsi Herat.

Seperti dilansir Dailymail pekan ini, Khakimov berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh organisasi tentara veteran terhadap 264 tentara merah yang dinyatakan hilang. Juru bicara organisasi tersebut mengatakan Khakimov masih dapat mengingat nama anggota keluarganya dengan baik dan ingin bertemu dengan mereka.

"Ingatannya masih baik dan dia dapat dengan cepat menyebut nama orang tua dan saudaranya. Selain itu Khakimov juga mengatakan ingin bertemu mereka," ujar juru bicara organisasi tersebut.

Sebuah reuni keluarga direncanakan akan berlangsung pada minggu depan. Sementara adik Khakimov, Sharov mengatakan tidak sabar ingin menemui sang kakak yang telah lama dirindukannya itu. "Sangat disayangkan orang tua kami tidak lagi hidup untuk melihat momen ini. Saya tidak sabar untuk menemuinya," tutur Sharov.

Demi bisa menemukan tentara merah lainnya, juru bicara organisasi tersebut menunjukkan beberapa foto tentara merah lainnya yang juga dinyatakan hilang. Khakimov kemudian memberi informasi dua tentara yang hilang itu saat ini juga bermukim di Provinsi Herat.

Sebanyak 15.000 tentara Uni Soviet dan lebih dari satu juta tentara Afganistan terbunuh antara tahun 1979 dan 1989 ketika terjadi peperangan melawan mujahidin. Tentara Uni Soviet mulai menginvasi Afghanistan pada 27 Desember 1979. Mereka ingin menjadikan Afganistan sebagai negara sosialis modern dan mendukung pemerintahan Marxis Leninis dengan nama Republik Demokratik Afganistan.

© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
brendha
07/03/2013
selain letaknya tg strategis, afganistan adl neg berpenduduk myoritas islam. Alasan kuat bagi imperialis (USA & USSR) utk Melakukan pembantaian.
Balas   • Laporkan
malikpoi
07/03/2013
Afganistan negara yg special,masyarkat yg bangga dan memegang kuat budayanya, yg sdh ada sejak jaman jahiliyah,tdk berubah,masyarakatnya yg statis mati.
Balas   • Laporkan
brendha | 07/03/2013 | Laporkan
masyarakat yg statis
brendha | 07/03/2013 | Laporkan
masyarakat yg statis
ahmadihbejad
07/03/2013
Afghanistan menang melawan Soviet krn dibantu AS, Vietnam menang melawan AS krn dibantu Soviet. Yg dirugikan adalah Afghanistan n Vietnam dgn korban jutaan yg tak lain hanyalah korban adu percobaan teknologi mesin perang dr AS n Soviet.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru