DUNIA

Laporan Malaysia soal Konflik Sabah Saling Bertentangan

Pernyataan pejabat Malaysia berbeda satu sama lain.

ddd
Jum'at, 1 Maret 2013, 18:16 Denny Armandhanu
Tentara Malaysia menjaga pintu masuk menuju Lahad Datu, Sabah
Tentara Malaysia menjaga pintu masuk menuju Lahad Datu, Sabah (REUTERS/Bazuki Muhammad)
VIVAnews - Pemberitaan soal konflik bersenjata antara pemerintah Malaysia dan pasukan Sulu di Lahad Datu, Sabah, saling bertentangan satu sama lain. Hal ini membuktikan masih simpang siurnya informasi di lapangan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein di akun Twitternya, seperti dilansir laman Inquirer hari ini mengatakan bahwa pihaknya diserang oleh pasukan Kesultanan Sulu di Sabah. Hal ini disampaikannya di akun Twitternya.

"Saya konfirmasikan, bahwa pasukan keamanan kami tidak menembak sama sekali, bahkan kami yang ditembaki pada pukul 10, pagi ini!" kata Hishammuddin.

Komentarnya ini diamini oleh pemerintah Filipina yang mengatakan bahwa Malaysia hanya menembakkan tembakan peringatan. "Ada tembakan peringatan. Bukan baku tembak. Tidak ada korban tewas," kata  Juru bicara Presiden Benigno Aquino, Abigail Valte.

Dia membantah laporan wawancara sebuah stasiun radio dengan pemimpin orang Sulu di Sabah Raja Muda Agbimmudin Kiram yang mengatakan bahwa mereka diserang sekitar pukul 10. Juru bicara Kesultanan Sulu Abraham Idjirani mengatakan bahwa 10 orang mereka tewas di Sabah, empat terluka.

Kemudian, muncul lagi pernyataan dari pemerintah Malaysia di Manila, yaitu Duta Besar Malaysia untuk Filipina Zamri Kassim yang bertemu Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario.

Hasil pertemuan tersebut dibacakan oleh juru bicara Kemlu Filipina Raul Hernandez. Dia mengatakan bahwa Kassim menjabarkan ada tiga orang yang tewas, dua di antaranya polisi Malaysia, seorang lagi adalah pemilik rumah tempat komplotan Agbimuddin tinggal.

Dia juga mengatakan bahwa pasukan Malaysia berhasil mengusir orang-orang Sulu ke laut. Sebanyak 10 orang Sulu ditangkap. Nasib Agbimuddin tidak jelas.

Bertentangan

Pernyataannya ini bertentangan dengan isi Twitter Hishammuddin yang mengatakan tidak ada orang yang tewas. Ini juga membuktikan bahwa ada pertempuran di Lahad Datu, tidak seperti klaim Hishammuddin yang mengatakan bahwa mereka tidak membalas tembakan.

Sebuah radio gelombang pendek juga mengatakan bahwa Malaysia menambah pasukannya ke Lahad Datu. Berita ini lagi-lagi tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Pihak Kesultanan Sulu yang diwakili oleh Abraham Idjirani mengatakan bahwa pasukan mereka masih bertahan di Sabah. Dia bahkan mengatakan telah berbicara dengan Kiram. "Kami telah berbicara dengannya. Dia masih sehat. Dia tidak terluka dan dia masih berjuang," kata Idjirani.

"Saya tanya padanya, berapa orang yang syahid. Dia mengatakan 10. Saya tanya berapa yang terluka, dia bilang empat. Mereka tidak akan pergi. Pertempuran akan terus berlanjut," kata Idjirani. (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
soet
02/03/2013
Ganyang euy !!!!
Balas   • Laporkan
elik
01/03/2013
MALAS-SIA DISURUH JUJUR...... HAH... ITU SUDAH JADI TABIATNYA/TIPIKALNYA/KELAKUANNYA.. KARMA PASTI BERLAKU BUAT MALAS-SIA
Balas   • Laporkan
elik | 01/03/2013 | Laporkan
MALAS-SIA ITU NEGARA MELAYU YG TIDAK PUNYA ASAL USUL / NENEK MOYANG n GA JELAS


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com