DUNIA

Sabah Diduduki Saudara Sultan Sulu, Malaysia Ancam Perang

"Saya harap mereka tidak memaksa kami."

ddd
Rabu, 20 Februari 2013, 07:58 Eko Huda S
Polisi Malaysia berjaga di Lahad Datu, Sabah
Polisi Malaysia berjaga di Lahad Datu, Sabah (REUTERS/Bazuki Muhammad)
VIVAnews - Sudah dua pekan ini wilayah Lahat Datu, Sabah, Malaysia, diduduki oleh kelompok bersenjata dari Kesultanan Sulu, Filipina. Mereka menuntut Malaysia mengembalikan wilayah yang sedang mereka duduki itu ke Kesultanan Sulu.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengatakan, negaranya tidak akan berkompromi dalam menegakkan kedaulatan. "Saya harap mereka tidak memaksa kami," kata Hishammuddin seperti dikutip The Star, Selasa 19 Februari 2013.

Namun, Hishammuddin mengatakan Malaysia tetap mengupayakan sengketa ini bisa diselesaikan dengan cara damai. Malaysia tidak ingin masalah pendudukan ini diselesaikan melalui pertumpahan darah. "Kami harus melakukan tindakan yang benar pada waktu yang tepat. Dan jika kami harus mengambil keputusan, kami tidak akan ragu-ragu," dia mengancam.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kelompok yang diperkirakan terdiri dari 100 orang dari Sulu, Filipina, dilaporkan menduduki sebuah wilayah di Sabah. Kelompok itu dipimpin oleh Raja Muda Azzimudie Kiram, saudara Sultan Sulu Jamalul Kiram III. Mereka menuntut Malaysia mengembalikan wilayah di Sabah itu, yang dia klaim merupakan warisan leluhurnya.

Pendudukan ini mulai dilakukan setelah ada kesepakatan damai antara pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Kepulauan Mindanao. Kesepakatan ini menyebut Mindanao--termasuk Sulu--merupakan wilayah otonomi Bangsamoro dan memberikan sebagian besar wilayah untuk dikelola secara independen.

Kesepakatan tersebut menyebabkan Kesultanan Sulu merasa tidak mendapat lahan lagi dan berniat merebut wilayah mereka di tempat yang lain, yaitu Sabah, Malaysia.

Pada mulanya, wilayah Sabah atau dahulu disebut Borneo Utara ini merupakan milik Kesultanan Brunei. Namun, Sultan Brunei memberikan wilayah ini kepada Sultan Sulu. Pemberian ini merupakan balas jasa bagi Sultan Sulu yang telah membantu meredam perang sipil di Kesultanan Brunei. Baca selengkapnya di sini.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rudienz
20/02/2013
di tunggu aja apa perlu bantuan indonesia .. hehe :D
Balas   • Laporkan
brendha
20/02/2013
wahai malaysia jgn tiru jahanam zionis israel....!
Balas   • Laporkan
antonkobar
20/02/2013
saya dukung Kesultanan Sulu
Balas   • Laporkan
cittavaga
20/02/2013
perang saja ... hancurkan malay
Balas   • Laporkan
antonkobar | 20/02/2013 | Laporkan
siiiikkaaaattttt aabeeessss....!!
k1n9
20/02/2013
Tunjukkan taring Harimau , masih runcingkah ??
Balas   • Laporkan
onetwosaputra
20/02/2013
em malingsia hajar aja gan....
Balas   • Laporkan
leser
20/02/2013
Jangan bikin ulah dengan Israel Asia Tenggara kecuali punya senjata nuklir. Ekekekek.
Balas   • Laporkan
tyo.baladewa2
20/02/2013
Lucunyeer Malaysia, dulu aja claim-claim Ambalat karena dirasa itu termasuk wilayah kekuasaan Diraja Malaysia, ternyata eh ternyata Sabah itu sendiri punya kesultanan Sulu ???? wkwkwkkw.... Negara Malaysia ada hanya karena Inggris !
Balas   • Laporkan
rian_toshiro | 20/02/2013 | Laporkan
Berani apa gan sekarang malaysia klaim ambalat? Omong besar mereka...
mursalin_achmad
20/02/2013
maju terus sultan sulu pantang mundur, maju tak gentar membela yang benar
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com