DUNIA

Bocor, Email Rencana AS Fitnah Suriah

Dengan restu AS, Qatar berencana kirim senjata kimia ke Suriah.

ddd
Rabu, 30 Januari 2013, 10:13 Denny Armandhanu
Situasi kota Homs, Suriah
Situasi kota Homs, Suriah ( REUTERS/Yazan Homsy)

VIVAnews - Seorang hacker atau peretas asal Jerman berhasil membobol email petinggi perusahaan kontraktor pertahanan asal Inggris dan menemukan percakapan yang mengejutkan. Dalam salah satu email, diketahui ada rencana dari beberapa negara untuk memfitnah Suriah.

Seperti dilansir Inforwars.com pekan ini, dalam email tersebut dikatakan bahwa Qatar berencana menyerang Suriah dengan senjata kimia dan menuduh pemerintahan Bashar al-Assad yang melakukannya.

Pemerintah Qatar, dalam email tersebut dikatakan, telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat di Washington.

Email adalah percakapan antara Direktur Pengembangan Bisnis Britam Defense, David Goulding, dengan pendiri perusahaan, Philip Doughty. Britam Defense adalah perusahaan pertahanan dan keamanan swasta yang bermarkas di Inggris dan Dubai.

Isi email tersebut adalah sebagai berikut:

Phil,

Kita punya tawaran baru. Soal Suriah lagi. Qatar memberikan tawaran yang menarik dan bersumpah ide itu telah disetujui oleh Washington.

Kita harus mengirimkan CW ke Homs, g-shell buatan Soviet dari Libya yang mirip dengan punya Assad. Mereka ingin kita mengirimkan personel warga Ukraina yang bisa bahasa Rusia dan merekam semuanya dengan video.

Sejujurnya, saya pikir ini bukan ide yang bagus, tapi nilai yang ditawarkan sangat besar. Opini anda?

Hormat saya,
David


CW dalam email tersebut adalah singkatan dari Chemical Weapon atau senjata kimia. Britam yang ingin mengirimkan senjata kimia yang mirip dengan Assad menunjukkan Qatar dan AS berusaha mengkambinghitamkan Assad.

Jika ada bukti penggunaan senjata kimia oleh tentara Assad, maka Amerika Serikat dan NATO akan segera turun tangan mengatasi konflik Suriah seperti halnya Libya tahun lalu. Ini adalah batasan yang dibuat AS dan sekutunya pada berbagai sidang Dewan Keamanan PBB.

Dalam berbagai dokumen Britam Defence yang telah diretas, juga ditemukan berbagai informasi rahasia. Di antaranya salinan beberapa paspor pegawai Britam yang ternyata adalah tentara bayaran.

Verifikasi telah dilakukan oleh berbagai situs pertahanan, di antaranya Cyber War News, yang mengatakan bahwa David Goulding dan Philip Doughty memang benar bekerja untuk Britam Defence.

Langkah ini adalah bukti semakin putus asanya komunitas internasional dalam menghentikan kekerasan di Suriah yang telah menewaskan lebih dari 60.000 orang.

Terlepas dari kekejaman rezim Assad terhadap warga sipil Suriah, Amerika Serikat dan sekutunya akan melakukan kejahatan perang jika rencana dalam email tersebut tetap dilaksanakan. (eh)

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ibrasyah
02/02/2013
Ironisnya Media di Indonesia dlm setiap berita tesirat jelas selalu membela kepentingan negara" arogan dunia(israel,amerika&sekutunya=penjahat kemanusiaan sesungguhnya)dg trik disetiap akhir penulisannya. Tdk sadar kah..Pem.Suriah Korban interpensi asing?
Balas   • Laporkan
BUkti Nyata kejahatan Amerik
Balas   • Laporkan
krisusu
31/01/2013
@sapiyah : cangkemu...ngomonge saenae batokmu...
Balas   • Laporkan
Baru Tauk ?? begitulah POLITIK.. "Politik" jauh lebih kejam dari "ibutiri" bahkan "ibukota" Sejarah sudah banyak Membuktikan ! so, what we says ?
Balas   • Laporkan
brendha
30/01/2013
WTC hancur yg disalahkan alqaidah, afganistan, irak, dll. Nyatanya Usa sdri yg menghancurkan dibantu mossad.
Balas   • Laporkan
rosdianasinagas
30/01/2013
semua kerusuhan dan pembunuhan di timur tengah didalangi yahudi dan amerika untuk memfitnah seolah-olah yg melakukanya pemerintah setempat.
Balas   • Laporkan
safiyah
30/01/2013
berita yg blm tentu akurat ...kan suriah emang kejam...
Balas   • Laporkan
brendha | 30/01/2013 | Laporkan
usa
profit.izzudin | 30/01/2013 | Laporkan
safiyah itu tim media center anti Islam yg dapat honor dr AS (sungguh nikmat asbun itu ya)
raurusraimu | 30/01/2013 | Laporkan
anda tahu darimana ??


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com