DUNIA

Hukum Gantung Dua Perampok, Iran Tuai Kecaman

Perampokan mereka terekam kamera keamanan dan diunggah di Youtube.

ddd
Senin, 21 Januari 2013, 13:14 Denny Armandhanu
 Warga distrik Shokofeh, Teheran, Iran, menyaksikan pelaksanaan hukum gantung dua perampok
Warga distrik Shokofeh, Teheran, Iran, menyaksikan pelaksanaan hukum gantung dua perampok (Fars/Ebrahim Noroozi)

VIVAnews - Pemerintah Iran menghukum gantung dua orang perampok di tengah jalan kota Teheran pada Minggu pagi waktu setempat. Langkah ini menuai kecaman dari masyarakat dan pegiat hak asasi manusia di Iran yang menilai hukuman itu terlalu berat.

Diberitakan Los Angeles Times, kedua tervonis terbukti melakukan kejahatan moharebeh atau menentang Tuhan. Menurut hukum Syiah di Iran, termasuk kejahatan moharebeh adalah penyerangan bersenjata, perkosaan, pembunuhan, mata-mata dan mengganggu ketertiban umum.

Dua tervonis, Alireza Mafiha, 20, dan Mohammad Ali Sorouri, 23, dihukum gantung di distrik Shokofeh, kota Teheran dengan cara diikat lehernya dengan tali dan diangkat menggunakan crane. Keduanya mati tercekik.

Sekitar 100 orang menyaksikan dengan mata kepala sendiri akhir hidup kedua pemuda itu. Mehr menuliskan, mayat keduanya dibiarkan menggantung selama 17 menit.

Menurut kantor berita Fars, keduanya tertangkap kamera keamanan bersama beberapa orang lainnya merampok seorang pria pada siang hari dengan pisau. Rekaman lantas diunggah di Youtube dan disaksikan banyak orang di Iran.

Para pelaku lainnya dihukum penjara 10 tahun dan 74 kali cambukan. Setelah bebas nanti, mereka akan diusir dari ibukota selama lima tahun. "Saya tahu yang saya lakukan memang salah, tapi saya tidak menyangka hukumannya adalah mati," kata seorang tereksekusi sebelum menemui ajal.

Hukuman berat ini dianggap sebagai peringatan bagi para penjahat, seiring meningkatnya angka kriminalitas di Iran. Namun, banyak yang menyayangkan langkah pemerintahan Mahmoud Ahmadinejad tersebut, salah satunya adalah organisasi Iran Human Rights (IHR).

"Eksekusi hari ini adalah bentuk murni dari teror oleh pemerintah Iran. Pemerintah Iran-lah yang memicu kekerasan di antara masyarakat. Dengan tidak adanya dukungan dari rakyat, rezim Iran kini memicu ketakutan untuk bertahan. Eksekusi di depan publik digunakan untuk menyebar ketakutan di kalangan pemuda yang ingin melancarkan protes," kata juru bicara IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam.

Para tersangka mengaku merampok karena kemiskinan. Beberapa warga yang menyaksikan eksekusi juga menyampaikan protesnya. "Keduanya tidak punya ayah sejak kecil," kata seorang warga yang kenal baik dengan tersangka.

"Tidak ada yang terbunuh, seharusnya mereka tidak digantung," kata seorang anggota keluarga tersangka di tempat lokasi eksekusi. Beberapa wanita mengenakan pakaian hitam, mengucapkan salam terakhir pada kedua pemuda. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com