DUNIA

Cegah Perkosaan, Swaziland Larang Rok Mini

Swaziland adalah negara dengan pengidap HIV/AIDS terbesar di dunia.

ddd
Rabu, 26 Desember 2012, 09:29 Denny Armandhanu
Raja Mswati dari Swaziland (kanan)
Raja Mswati dari Swaziland (kanan) (Swazi)

VIVAnews - Kepolisian Swaziland berencana menerapkan kembali undang-undang peninggalan kolonial untuk mencegah terjadinya perkosaan terhadap wanita. Dalam UU tersebut, para wanita dilarang untuk mengenakan rok mini dan yang melanggar akan didenda.

Diberitakan BBC pekan ini, juru bicara kepolisian Swaziland Wendy Hleta mengatakan UU tahun 1889 itu akan diterapkan jika semakin banyak komplain yang datang. Selain rok mini, wanita di negara Afrika Selatan itu juga dilarang memakai jeans melorot atau tank-top. Pakaian jenis ini dianggap "tidak bermoral."

Tapi, UU ini tidak berlaku untuk kostum 'indlamu', yaitu pakaian tradisional berupa rok mini tanpa atasan alias telanjang dada. Biasanya kostum ini dipakai pada upacara tahunan oleh puluhan wanita, raja kemudian memilih salah satu dari mereka untuk dijadikan istri.

Menurut Hleta, dengan memakai rok mini, para wanita sangat mudah ditelanjangi oleh para pemerkosa. Dia mengatakan, banyak pria di Manzini yang mengeluhkan banyaknya wanita ber-rok mini yang menggoda mereka.

Jika diterapkan, maka bagi mereka yang melanggarnya akan dikenakan denda hingga US$10 (Rp96.640) atau hukuman penjara selama enam bulan jika tidak bisa membayar denda. "Tindakan para pemerkosa semakin mudah dengan hanya membuka rok mini yang dipakai wanita," kata Hleta.

Swaziland adalah negara dengan pengidap HIV/AIDS terbesar di seluruh dunia. Negara ini satu-satunya di Afrika yang masih dipimpin oleh seorang raja absolut, yaitu Raja Mswati III. Dia memiliki 13 istri dan sering dikecam karena gaya hidupnya yang flamboyan.

Namun, emansipasi wanita di Swaziland dipuji oleh kelompok HAM setelah mengangkat Ellinah Wamukoya sebagai satu-satunya uskup wanita di Afrika oleh Gereja Anglikan.



© VIVA.co.id
BERITA TERKAIT
Share :  
Rating
KOMENTAR
mrsontoloyo
27/12/2012
Co yg gak ser-seran liat paha ce itu namanya ngga normal.Jd ce yg obral aurat itu sdh membolehkan dirinya utk dilecehkan scr visual n lbh rawan mendorng trjadinya plecehan fisik ketimbang yg berhijab. Klw smp trjdi kkerasan sex,ke2nya punya andil ksalahan
Balas   • Laporkan
susiwatas
27/12/2012
gambaran nih buat Indonesia..
Balas   • Laporkan
rusnanti
26/12/2012
kapan ya indonesia punya UU pelarangan pemakaian busana "amoral" itu? karena di Indonesia sdh sgt memprihatinkan...atas nama "seksi,trend,gaul dsb" dgn santai nya mereka mengumbar tubuh...,bukankah cantik itu tdk harus di iringi dg mengumbar aurat?
Balas   • Laporkan
indoforum.org
26/12/2012
wakkaka peraturan yang membingungkan ... bukannya disana wanitanya telanjang dada ya ? wkakakaka
Balas   • Laporkan
kepudang
26/12/2012
Kalau ini di Indonesia sudah dikritik dan ditentang habis-habisan oleh kaum liberal sekuler. Yang disalahkan kaum prianya yang katanya mempunyai pikiran porno padahal jelas2 perempuannya yang memperlihatkan auratnya. Mereka tidak lagi mempunyai rasa malu
Balas   • Laporkan
likcilik
26/12/2012
Bingung kan ? Apalagi yang dimau ? Selebritis Indonesia berpakaian sexy, dikritik, jawabnya "otaknya yang ngelihat saja yang ngeres" Atau argumen "seni keindahan bla bla bla" Itulah basic instinct (naluri dasar manusia). Beradab ?
Balas   • Laporkan
koberkobere
26/12/2012
Huerrrrrr.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com