DUNIA

Tidak Boleh Ada Lagi Lagu Cengeng di Mesir

Pemerintah Mesir melarang diputarkannya lagu romantis di televisi.

ddd
Jum'at, 14 Desember 2012, 10:47 Denny Armandhanu
Pendukung Presiden Mursi berdemo di depan gedung MK Mesir
Pendukung Presiden Mursi berdemo di depan gedung MK Mesir (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

VIVAnews - Pemerintah Mesir melarang diputarkannya lagu romantis atau cinta yang terkesan cengeng dan mendayu-dayu. Larangan ini dikeluarkan menyusul situasi masih mencekam di Mesir menyusul situasi politik yang memanas.

Diberitakan al-Arabiya, larangan ini diumumkan di koran milik pemerintah al-Ahram pada Kamis, 13 Desember 2012. Seluruh stasiun televisi di Mesir dilarang menyiarkan lagu cinta dan menggantinya dengan lagu-lagu patriotik.

"Lagu-lagu nasionalis yang layak ditayangkan diperbolehkan," tulis al-Ahram. Larangan ini harus dipatuhi oleh 23 stasiun televisi di Mesir.

Dilarang juga lagu-lagu sindiran terhadap para tokoh politik Mesir, karena situasi politik yang masih sensitif." Tidak disebutkan sampai kapan larangan ini berlaku.

Larangan ini langsung menuai kecaman di dunia maya. Para pengguna internet di Mesir mempertanyakan keefektifan larangan tersebut terhadap situasi keamanan negara.

"Bagaimana lagu romantis bisa memicu kerusuhan? Mesir membunuh cinta," kata seorang pemilik akun di Twitter @_amroali.

Namun, blogger Mina Naguib meragukan keabsahan larangan tersebut. Menurutnya, bisa jadi berita itu adalah palsu, digunakan sebagai pengalih isu bagi wartawan yang sedang ramai membicarakan situasi politik.

Dia mengatakan, situasi ini pernah terjadi pada tahun 1970an saat pemerintah Mesir memerintahkan memotong adegan percintaan di seluruh film. "Ini adalah rumor yang disebarkan untuk mengalihkan para jurnalis dan aktivis dengan memberikan mereka isu baru. Sekarang, mereka ingin menjauhkan kita dari membicarakan konstitusi," kata Naguib.

Kisruh politik di Mesir bermula saat Presiden Mohamed Mursi mengumumkan dekrit yang dinilai diktator. Kerusuhan terjadi pekan lalu yang menewaskan beberapa orang, dan melukai puluhan lainnya. Oposisi menentang rencana referendum konstitusi baru Mesir yang dinilai tidak mewakili seluruh rakyat.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
iraola
14/12/2012
baaguuussss...indonesia harus mencontoih itu..
Balas   • Laporkan
iraola
14/12/2012
baaguuussss...indonesia harus mencotoih itu..
Balas   • Laporkan
Tanda-tanda akan terbentuknya negara Khilafah pertama di dunia saat ini. YES, saatnya perubahan 2014 indonesia harus sama seperti mesir jangan sampai antek yahudi menggerogoti kabinet kita dan kader partai. Untuk non muslim kalau tak usah risau. ini aman
Balas   • Laporkan
edow | 15/12/2012 | Laporkan
hidup khilafah islamiah
wong.jogja | 15/12/2012 | Laporkan
kok larinya pasti ke yahudi....antek amrik....kafir.....bosan ah!
trisarjono99 | 14/12/2012 | Laporkan
bisa bisa jadi 1 pulau 1 negara jika indonesia punya pulau 2000 lebih puyeng deh ngapalin nama nama negara di dunia
apa_aja
14/12/2012
dah aneh2 saja. lagu romantis sih bikin org ngantuk. jadi gak masalah dibandingkan lagu rock yg bikin org... ga tau ah puyeng.
Balas   • Laporkan
tonee | 14/12/2012 | Laporkan
lagu rock kok bikinpuyeng??? penggemar coboy junior y? pantes
koberkobere
14/12/2012
jadi inget waktu harmoko melarang lagu betharia sonata "pulangkan saja aku pada ibuku...."
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com