DUNIA

Tidak Boleh Ada Lagi Lagu Cengeng di Mesir

Pemerintah Mesir melarang diputarkannya lagu romantis di televisi.
Jum'at, 14 Desember 2012
Oleh : Denny Armandhanu
Pendukung Presiden Mursi berdemo di depan gedung MK Mesir

VIVAnews - Pemerintah Mesir melarang diputarkannya lagu romantis atau cinta yang terkesan cengeng dan mendayu-dayu. Larangan ini dikeluarkan menyusul situasi masih mencekam di Mesir menyusul situasi politik yang memanas.

Diberitakan al-Arabiya, larangan ini diumumkan di koran milik pemerintah al-Ahram pada Kamis, 13 Desember 2012. Seluruh stasiun televisi di Mesir dilarang menyiarkan lagu cinta dan menggantinya dengan lagu-lagu patriotik.

"Lagu-lagu nasionalis yang layak ditayangkan diperbolehkan," tulis al-Ahram. Larangan ini harus dipatuhi oleh 23 stasiun televisi di Mesir.

Dilarang juga lagu-lagu sindiran terhadap para tokoh politik Mesir, karena situasi politik yang masih sensitif." Tidak disebutkan sampai kapan larangan ini berlaku.

Larangan ini langsung menuai kecaman di dunia maya. Para pengguna internet di Mesir mempertanyakan keefektifan larangan tersebut terhadap situasi keamanan negara.

"Bagaimana lagu romantis bisa memicu kerusuhan? Mesir membunuh cinta," kata seorang pemilik akun di Twitter @_amroali.

Namun, blogger Mina Naguib meragukan keabsahan larangan tersebut. Menurutnya, bisa jadi berita itu adalah palsu, digunakan sebagai pengalih isu bagi wartawan yang sedang ramai membicarakan situasi politik.

Dia mengatakan, situasi ini pernah terjadi pada tahun 1970an saat pemerintah Mesir memerintahkan memotong adegan percintaan di seluruh film. "Ini adalah rumor yang disebarkan untuk mengalihkan para jurnalis dan aktivis dengan memberikan mereka isu baru. Sekarang, mereka ingin menjauhkan kita dari membicarakan konstitusi," kata Naguib.

Kisruh politik di Mesir bermula saat Presiden Mohamed Mursi mengumumkan dekrit yang dinilai diktator. Kerusuhan terjadi pekan lalu yang menewaskan beberapa orang, dan melukai puluhan lainnya. Oposisi menentang rencana referendum konstitusi baru Mesir yang dinilai tidak mewakili seluruh rakyat.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found