DUNIA

Cegah Revolusi, Raja Yordania Bubarkan Parlemen

Pembubaran dilakukan sehari sebelum demonstrasi besar-besaran di Amman

ddd
Jum'at, 5 Oktober 2012, 14:12 Denny Armandhanu
Raja Abdullah dari Yordania
Raja Abdullah dari Yordania (REUTERS/Keith Bedford)

VIVAnews - Raja Yordania Abdullah membubarkan parlemen negara tersebut pada Kamis waktu setempat. Abdullah juga memerintahkan pemerintahan yang berdaulat untuk mempercepat pemilu pada akhir tahun ini.

Diberitakan Reuters, langkah Raja Abdullah ini dilakukan sehari sebelum kelompok Ikhwanul Muslimin menggelar demonstrasi di pusat kota Amman, Jumat 5 Oktober 2012. Demonstrasi nantinya disebut-sebut akan jadi terbesar digelar di dunia Arab pasca revolusi Arab (Arab Spring) di berbagai negara tahun lalu.

Langkah ini juga diambilnya karena dia khawatir revolusi juga akan pecah di Yordania. Revolusi di dunia Arab tahun lalu berhasil menggulingkan pemerintahan di Tunisia, Mesir dan Libya.

Ini bukan kali pertama Abdullah mengambil langkah pencegahan revolusi. Dikutip dari CNN, sebelumnya pada Februari 2011, sesaat sebelum Hosni Mubarak lengser dari kursi pemimpin Mesir. Abdullah membubarkan pemerintahan dan menunjuk perdana menteri baru dan mendesak reformasi politik.

Ikhwanul Muslimin yang mengklaim akan menurunkan 50.000 kadernya hari ini memprotes lambatnya proses reformasi yang dijanjikan Abdullah. Ikhwanul Muslimin juga memprotes undang-undang pemilu, disahkan Juli lalu, yang menurut mereka membatasi keikutsertaan warga Yordania keturunan Palestina yang kebanyakan anggota Ikhwanul Muslimin di parlemen.

Kelompok oposisi Front Aksi Islam yang merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin mengancam akan memboikot pemilu jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Jika ancaman ini dilakukan, pembentukan parlemen tahun depan kemungkinan akan gagal.

Belum diketahui kapan pemilu dini akan dilakukan. Abdullah memerintahkan pemilu segera dilaksanakan pada akhir tahun ini, atau paling lama pada awal tahun depan. Selain itu, Abdullah juga meminta penambahan kursi bagi partai Islam dari sebelumnya 17 menjadi 27.

"Peraturan pemilu ini tidak sempurna. Saya mengerti itu. Tapi tidak konsensus yang lebih baik. Yang terpenting adalah kita harus maju dan punya parlemen baru tahun depan. Saya katakan kepada Ikhwanul Muslimin, kalian punya pilihan: Turun ke jalan atau membantu membangun demokrasi Yordania," kata Abdullah dikutip dari al-Jazeera.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com