DUNIA

Bertaruh Nyawa dengan Menumpang di Roda Pesawat

Semua dilakukan semata untuk hengkang dari negeri dan pergi ke Barat.

ddd
Kamis, 13 September 2012, 01:01 Denny Armandhanu
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi pesawat (REUTERS/Luke MacGregor )

VIVAnews - Seorang kulit hitam yang diduga berasal dari Afrika Utara ditemukan tewas, terjatuh dari langit, menghantam mobil di sebuah daerah pinggiran kota London.

Insiden itu terjadi pada Minggu pagi yang tenang di Portman Avenue, Mortlake, sebelah Selatan London, saat sebuah suara kencang mengagetkan warga kota. Menurut laporan The Telegraph, sebuah mobil penyok dihantam benda dari langit.

Warga kaget, ternyata benda itu adalah manusia yang sudah menjadi mayat. Darah berceceran kemana-mana, dan potongan tubuh tersebar hingga radius 27 meter. Polisi menduga, dia adalah imigran ilegal yang mencoba masuk ke wilayah Inggris dengan menumpang di roda pesawat.

Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) mengatakan, sangat berbahaya masuk ke dalam struktur roda pesawat. Selain karena udara dingin, mencapai -40 derajat, orang bisa mati terjepit struktur baja penyangga roda. Diduga, korban tewas sebelum terjatuh ke tanah.

Ini bukan kali pertama insiden tersebut terjadi. Diberitakan Express.co.uk, catatan CAA menunjukkan dalam lima tahun terakhir telah terjadi insiden yang sama di dekat bandara Inggris. Salah satunya adalah pria yang tewas terjatuh dari Boeing 777 dan mendarat di rumah mobil.     

Insiden serupa juga pernah terjadi di luar Inggris. Januari tahun lalu, seseorang tewas akibat jatuh dari pesawat yang terbang dari Lahore, Pakistan. Pada tahun 2007 aparat di Amerika Serikat menemukan mayat remaja asal Afrika Selatan di rangkaian roda pesawat.

Sebelumnya pada 2005, potongan tubuh menghujani rumah seorang warga di dekat bandara JFK di New York. Potongan tubuh itu adalah milik imigran gelap yang terpotong-potong di rangkaian roda. Korban tewas diduga masih banyak lagi. Mayat mereka diperkirakan jatuh di lahan kosong atau laut.

Korban Selamat


Kisah mematikan tidak melulu muncul di modus penerobosan wilayah macam ini. Beberapa orang berhasil selamat tiba sampai tujuan. Imigran ilegal pertama yang selamat di roda pesawat adalah seseorang berusia 30 tahun yang menyelinap ke pesawat tujuan Lisbon, Portugal, menuju Brasil pada tahun 1947.

Tahun 1966, remaja Kolombia berusia 17 tahun juga selamat di roda pesawat pada penerbangan dari Bogota ke Mexico City. Pada tahun 1997, Pardeep Saini, 22, ditemukan masih bernafas di dalam rangkaian roda pesawat saat mendarat di bandara Heathrow dari Delhi, India. Sayangnya, adiknya yang juga turut serta tewas.

Kepada media, Pardeep mengatakan bahwa dia dan adiknya harus rela berdesakan di ruang yang sangat sempit di celah antara roda dan tubuh pesawat. Terenyuh mendengar kisahnya, Menteri Dalam Negeri Inggris kala itu, Jack Straw, mengizinkan pemuda itu tinggal di negaranya.

Kebanyakan korban selamat ditemukan dalam keadaan hipotermia, atau terkena radang dingin. Ancaman lainnya yang mungkin mengintai orang-orang nekat ini adalah kekurangan oksigen. Hal ini bukan karena udara yang menipis di angkasa, tapi karena peningkatan volume penguapan air dan karbondioksida di ketinggian menyebabkan kemampuan tubuh menyerap oksigen berkurang. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
taufiq.piup
13/09/2012
apa sich arti dr kehidupan,, kasihan bngt mreka...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru