Tak Sengaja Bakar Quran, Gadis 11 Tahun Dibui
Gadis Pakistan ini tidak tahu ada Quran di antara kertas-kertas.
Kerusuhan di Afganistan pasca pembakaran Quran oleh tentara NATO Februari lalu (REUTERS/Mohammad Ismail)
VIVAnews - Seorang bocah perempuan 11 tahun di Islamabad ditahan kepolisian Pakistan karena dituduh membakar Alquran. Tindakannya tersebut sontak menuai kecaman dan protes warga, serta dikhawatirkan memicu konflik antar agama di negara tersebut.
Diberitakan CNN, Senin 20 Agustus 2012, kabar ini diperoleh dari pernyataan istana kepresidenan Pakistan dan sejumlah media lokal. Bocah yang hanya diketahui bernama Ramsha itu dituduh seorang warga telah membakar kertas kitab Quran untuk dijadikan bahan bakar memasak.
Media lokal mengatakan bahwa Rhamsa adalah anak dengan mental terbelakang. Namun, laporan ini dibantah oleh kepolisian. Namun demikian, Qasim Niazi, polisi yang menangani kasus ini mengatakan bahwa Rhamsa tidak pernah sekolah dan buta huruf.
Gadis yang berasal dari sebuah keluarga Kristen ini mengaku kepada Niazi bahwa dia tidak tahu ada Alquran di antara kertas-kertas yang dia bakar itu. Akibatnya, ratusan orang yang marah mendatangi perkampungan Rhamsa yang dihuni mayoritas umat Kristen.
Sekitar 150 orang yang murka mengancam membakar rumah bocah tersebut. "Massa ingin membakar gadis itu untuk memberi pelajaran," kata Niazi. Penduduk di pemukiman itu terpaksa mengungsi untuk menghindari bentrokan.
Kejadian ini tidak ayal menimbulkan kekhawatiran timbulnya konflik agama. Untuk itu, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dalam pernyataannya mendesak aparat terkait untuk melindungi masyarakat yang teraniaya. Dia juga mengatakan bahwa tidak boleh ada seorangpun yang menyalahgunakan undang-undang penghinaan agama.
"Penghinaan agama oleh siapapun tidak bisa dimaafkan, tapi tidak boleh ada yang menggunakan undang-undang penghinaan agama untuk membalas dendam," kata juru bicara presiden, Farhatullah Babar.
Berdasarkan UU penghinaan agama di Pakistan, pelaku pembakaran Quran bisa dihukum mati. Belum diketahui hukuman apa yang akan dijatuhkan pada Rhamsa. Namun, penahanannya terus dikecam berbagai kalangan.
"Memalukan! Menahan gadis 11 tahun di penjara bertentangan dengan hukum Islam yang mengedepankan keadilan dan kasih sayang," kata politisi Imran Khan di akun Twitter-nya.
-
10 Gol Tercipta di Laga Perpisahan Ferguson
-
Belasan RS Mundur dari Program KJS Andalan Jokowi. Ada Apa?
-
Manchester City Perpanjang Daftar "Invasi" Klub Eropa ke Indonesia
-
Chelsea Segel Posisi Ketiga Klasemen Akhir
-
Spurs Tetap Gagal ke UCL Meski Sukses Tekuk Sunderland
-
ManCity Tutup Musim dengan Kekalahan
Bener brow dancoz, seperti biasa vivasarasis selalu menyuguhkan berita yg provokatif dan banyak org2 yg emang rutin memberikan komen disetiap berita seperti ini
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



