DUNIA

Salat Ied, Presiden Suriah Akhirnya Muncul

Assad lama menghilang sejak pengeboman yang menewaskan dua menterinya

ddd
Senin, 20 Agustus 2012, 08:35 Anggi Kusumadewi
Presiden Suriah, Bashar al-Assad,
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, (REUTERS/SANA)

VIVAnews – Presiden Suriah Bashar al-Assad muncul di muka publik untuk pertama kalinya sejak serangan bom Juli 2012 di Gedung Keamanan Nasional Suriah yang menewaskan dua menteri Suriah.

Televisi pemerintah Suriah memperlihatkan, Assad tampil secara terbuka tak lain untuk menghadiri salat Ied di sebuah Masjid di Damaskus, Minggu waktu setempat. Mengenakan jas dan dasi, Assad masuk ke masjid sambil tersenyum. Ia pun disambut oleh anggota senior Partai Baath.

Reuters, 19 Agustus 2012, melaporkan Assad terlihat bersama Perdana Menteri Wael al-Halki dan Menteri Luar Negeri Walid al-Moualem, tapi tidak dengan Wakil Presiden Farouq al-Shara yang pengunduran dirinya dilaporkan ditolak sehari sebelumnya.

Usai salat, Assad tampak duduk bersila di masjid Perumahan Muhajirin Damaskus itu untuk mendengarkan khotbah di mana di dalamnya Suriah digambarkan sebagai korban terorisme dan konspirasi Amerika Serikat, Israel, negara-negara Barat dan Arab yang mendukung kelompok pemberontak.

Sang pengkhotbah, Sheikh Mohammad Kheir Ghantous, mengatakan plot konspirasi tersebut tidak akan “mengalahkan kami, Islam, ideologi, dan tekad kami.” Assad yang mengenakan jas dan dasi pun tersenyum.

Di pihak lain, hari pertama Idul Fitri itu juga dimanfaatkan oleh rival politik Assad untuk melakukan konvoi dan demonstrasi di sejumlah titik di Suriah, termasuk Ibukota Damaskus. Kelompok aktivis melaporkan bahwa pertempuran yang berkobar di sejumlah tempat di Suriah sampai sejauh ini telah menewaskan lebih dari 100 orang.

Assad pun harus memerangi pemberontakan terhadap 42 tahun kekuasaan keluarganya yang telah berlangsung selama 17 bulan itu. Assad sampai meletakkan jabatannya sebagai perdana menteri Suriah karena terguncang oleh serangan bom 18 Juli di Damaskus.

Perang saudara di Suriah meningkat sejak pemboman yang menewaskan sejumlah anggota lingkaran dalam Assad, termasuk Menteri Pertahanan Suriah dan saudara iparnya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
yongky.bachtiar
22/08/2012
sebenarnya ini perang opini dan propaganda antara timur tengah dan barat, kekejian di Suriah belumlah terbukti hanya sebatas pemberitaan, sedangkan kekejian yg dilakukan militer USA thp Irak, Afganistan sudah terbukti kebenarannya
Balas   • Laporkan
benga
20/08/2012
ahh..kamu kayak ernggak tau amerika aja yg suka buat propaganda di muka bumi,, suriah termasuk korbannya,,kalau suriah tenggelam di tangan amerika akan habislah perjuangan untuk membela palestina..
Balas   • Laporkan
grd1589
20/08/2012
wuih masih muda toh presidennya. Ganteng lg... Ganteng2 tp kok sadis yahh suka membantai warganya... Kecewaaaa...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru