DUNIA

Wali Kota Rampok Supermarket Demi Si Miskin

Wali Kota ini jadi pembicaraan nasional. Beraksi bak Robin Hood.

ddd
Kamis, 16 Agustus 2012, 10:45 Arfi Bambani Amri
Juan Manuel Sanchez Gordillo, Wali Kota Marinaleda Spanyol
Juan Manuel Sanchez Gordillo, Wali Kota Marinaleda Spanyol (Reuters/ Jon Nazca)

VIVAnews - Seorang wali kota di Spanyol menjadi buah bibir negeri Matador itu ketika memimpin perampokan sebuah supermarket dan lalu menyerahkan makanan hasil rampok itu ke masyarakat miskin. Bukan hanya itu, sang wali kota yang juga anggota dewan perwakilan rakyat daerah itu memimpin demonstrasi selama tiga minggu menentang kebijakan pengetatan anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.

Adalah Juan Manuel Sanchez Gordillo, Wali Kota Marinaleda yang berpopulasi 2.645 yang membuat kehebohan ini. Wali kota di Provinsi Andalusia ini berpartisipasi dalam dua kali aksi "penyerbuan" supermarket.

Tujuh orang telah ditangkap karena aksi ini, yakni dengan mengambil makanan melalui troli, ke luar tanpa membayar, lalu sang wali kota yang berusia 59 tahun menunggu di luar. Sang wali kota tak bisa ditangkap karena memiliki kekebalan hukum terkait statusnya sebagai anggota DPRD Andalusia.

Namun, dia menyatakan, siap melakukan penyerbuan ini lagi dan juga siap ditahan. "Ada rakyat yang tak punya cukup makanan. Di abad 21 ini, ini benar-benar hal yang aib," katanya kepada Reuters saat diwawancara di sebuah stasiun kereta api di Madrid.

Sanchez Gordillo yang berjambang ala Fidel Castro itu menarik perhatian rakyat di negeri yang angka kemiskinan meningkat 15 persen sejak 2007 itu. Seperempat pekerja menganggur dan puluhan ribu di antaranya telah terusir dari rumahnya.

Pemerintah konservatif yang berkuasa menyatakan seorang pejabat seharusnya tak mencemooh hukum. "Anda tidak bisa menjadi Robin Hood dan Sheriff Nottingham," kata Alfonso Alonso, juru bicara partai berkuasa, Partai Rakyat. "Orang ini (Gordillo), hanya mencari publisitas dengan mengorbankan orang lain," kata Alonso.

Namun liputan media atas perampokan supermarket itu membuat Sanchez Gordillo terkenal seantero negeri. Ketika diwawancara Reuters, banyak orang datang menyalaminya dan berterima kasih atas sikapnya melawan pemerintahan konservatif yang mengetatkan anggaran untuk publik.

Bujuk Wali Kota Se-Spanyol

Provinsi Andalusia, rumah Gordillo, salah satu yang terparah dihantam krisis Eropa ini. Satu dari tiga pekerja menganggur.

Dari Kamis 16 Agustus 2012 ini, Sanchez Gordillo memulai reli dari Jodar, kota di Andalusia yang memiliki angka pengangguran tertinggi, untuk terus berkeliling negeri. Agendanya, membujuk pemimpin daerah menolak kebijakan pemerintah pusat.

Dia berencana bicara pada wali-wali kota untuk tak membayar utang, menghentikan pemecatan pekerja, menghentikan pengusiran dari rumah dan mengabaikan permintaan pemerintah pusat untuk memotong anggaran. Jelas, pesan ini membuat Perdana Menteri Mariano Rojay berang.

Meski kota yang dipimpinnya selama 30 tahun ini kecil, namun Sanchez Gordillo telah lama menjadi figur nasional karena kekritisannya atas partai-partai politik yang berkuasa.

Dia juga mengenalkan sistem pertanian kolektif dan berulang kali berupaya mengambil alih 1.200 hektare tanah milik Kementerian Pertahanan untuk dijadikan lahan pertanian. Pesannya ini hanya didengar segelintir pekerja di masa Spanyol sedang booming dengan sektor konstruksi. Namun kini, ketika banyak terjadi pemecatan, pertanian menjadi pilihan.

"Mereka menyebut saya berbahaya. Lalu bagaimana dengan bankir yang dibiarkan menipu? Bukankah itu berbahaya? Bank yang meminjam dari Bank Sentral Eropa dengan bunga 1 persen lalu menjualnya ke rakyat Spanyol dengan bungan 6 persen, bukankah mereka berbahaya?" katanya. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
minong25
19/08/2012
Seribu kebaikan terlihat samar di mata orang. Tetapi setitik keburukan terlihat sangat jelas. Mungkin sedikit tindakan salah bisa mendapat perhatian dari pemerintah, setelah sekian lama menentang kebijakan yg merugikan rakyat dgn jalur yg benar.
Balas   • Laporkan
om Gordillo ini niatnya baik..tapi caranya salah bagai mencuci baju dengan air kencing..
Balas   • Laporkan
cephi2002
18/08/2012
Hukum yang berpihak pada kebenaran ....TAATI Hukum Iblis......LAWAN....!
Balas   • Laporkan
syahrizal.bahri
17/08/2012
Hmmm, kebanyakan yg komen disini pada ga perhatikan dgn seksama isi artikel ini. Blom apa2 udah menghujat Sang Walikota, aneh!
Balas   • Laporkan
kun19
16/08/2012
Hukum adalah hukum, seorang walikota yg bertindak seperti begini, buang kelaut aja..., mengajarkan kalau terpaksa boleh Rampok atau mencuri!
Balas   • Laporkan
raurusraimu | 18/08/2012 | Laporkan
semua pendukung foke selalu diajarkan fitnah kepada lawan politiknya. jalankan cara apapun supaya foke menang meskipun itu bertentangan dengan hukum agama dan negara
kitab17plus | 17/08/2012 | Laporkan
ya seperti walikota solo
bingungbikin
16/08/2012
Camkan ini: "Mereka menyebut saya berbahaya. Lalu bagaimana dengan bankir yang dibiarkan menipu?".. sama dengan di Indo, ada yang mau menolong orang miskin dibilang cari popularitas, sedangkan koruptor dibela habis2an..
Balas   • Laporkan
hmvivi | 16/08/2012 | Laporkan
blo on
subadi.purboyuwono
16/08/2012
berbahagialah kita,.......hidup d negeri terkaya d dunia yg namanya Indonesia.
Balas   • Laporkan
rozack
16/08/2012
Walikota edan. Harus segera diproses hukum tuuh. Di zaman gini masa masih ada Robin hood kesiangan.
Balas   • Laporkan
yongky.bachtiar
16/08/2012
kirain spanyol tu negara maju...eeeehhhh ternyata masih miskin toch,hahahahahahah
Balas   • Laporkan
raurusraimu | 18/08/2012 | Laporkan
@madridistalovers : sejak kapan indonesia menjadi negara miskin
paijolelono | 16/08/2012 | Laporkan
setidaknya spanyol jujur dengan angka kemiskinan dan standar dikatakan miskinnya....
madridistalovers | 16/08/2012 | Laporkan
setidaknya tidak semiskin INDONESIA


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru