DUNIA

Taliban Sambut Tentara Desertir Bak Pahlawan

Tentara itu berkhianat dan membunuh pelatihnya, seorang letnan AS.

ddd
Kamis, 9 Agustus 2012, 06:12 Denny Armandhanu
Mahmood tentara desertir disambut Taliban.
Mahmood tentara desertir disambut Taliban. (Al Emara)

VIVAnews - Militan Taliban di Afganistan menyambut tentara desertir yang telah membunuh seorang letnan Amerika Serikat layaknya pahlawan. Dielu-elukan dan dikalungi rangkaian bunga, dia dianggap sebagai ksatria bangsa dan agama.

Dilansir Daily Mail, kedatangan tentara desertir bernama Mahmood ke sebuah kamp Taliban di Afganistan tergambar dalam sebuah rekaman video yang disebar kelompok militan tersebut di stasiun televisi al Emara.

Dalam video, terlihat Mahmood, pengkhianat angkatan bersenjata Afganistan, sumringah saat disalami para petinggi Taliban. Beberapa yang menyalaminya memegang senjata dan peluncur granat.

Mereka memberikan selamat dan menyanjungnya karena telah membunuh seorang tentara Amerika yang merupakan pelatihnya dan melukai dua tentara lainnya. "Saya menembak tiga tentara Amerika yang duduk bersama. Alasannya, karena mereka menjajah negeri saya. Mereka musuh agama dan membunuh orang yang tidak berdosa," kata Mahmood dalam video itu.

Pengakuannya belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Namun, pengakuan Mamoon bertepatan tanggalnya dengan pembunuhan Letnan Satu Alejo Thompson pada 11 Mei lalu. Kala itu, saksi mata mengatakan bahwa seorang tentara Afganistan bernama Mamoon menyerang mereka.

Thompson yang berasal dari Arizon, Amerika Serikat, telah bertugas di Irak sejak tahun 2003.  Lelaki 30 tahun ini adalah pelatih tentara Afganistan dalam peperangan melawan militan. Dia meninggalkan seorang istri, putra berusia 12 tahun dan putri berusia 5 tahun.

Dalam video, Mamood yang terus tersenyum dengan kalungan bunga di lehernya bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai "Ghazi Mahmood" atau Ksatria Mahmood karena telah menjadi pahlawan bagi negeri dan agama. Mahmood masih mengenakan pakaian tentara dan membawa senapan M-16.

Juru bicara tentara NATO di Afganistan, James Graybeal, kepada ABC News mengatakan bahwa kasus ini bukanlah hal yang umum di negara tersebut. Dia mengatakan, Mahmood adalah sebagian kecil, tidak banyak, dari tentara Afganistan yang berkhianat.

"Kita tahu, sekarang, mayoritas tentara keamanan Afganistan yang berjumlah 350.000 orang bertugas dengan bermartabat dan mempertahankan negara mereka dari orang-orang yang tidak punya visi positif," kata dia.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru