DUNIA

Akibat Pemberitaan, China Blokir Bloomberg

Bloomberg dianggap merusak citra bersih calon pemimpin China.

ddd
Senin, 30 Juli 2012, 13:50 Denny Armandhanu
Polisi China di Beijing
Polisi China di Beijing (VIVAnews/Denny Armandhanu)

VIVAnews - Pemerintah China telah sebulan terakhir memblokir akses terhadap situs berita Bloomberg di negara tersebut. Hal ini menyusul pemberitaan terhadap keluarga Xi Jinping, petinggi Partai Komunis yang disinyalir menjadi pemimpin China berikutnya.

Diberitakan CNN, Senin 30 Juli 2012, Bloomberg pada 29 Juni lalu memberitakan kekayaan dan investasi keluarga besar Xi yang total nilainya mencapai US$376 juta. Sebanyak 18 persen kekayaan tersebut terdiri dari saham di perusahaan logam tanah jarang, US$20,2 juta saham di perusahaan teknologi, villa mewah di Hong Kong senilai US$31,5 juta dan sedikitnya enam properti yang total nilainya sebesar US$24,1 juta.

Bloomberg tidak dapat melacak aset-aset milik Xi pribadi, atau istri dan anaknya. Tidak disebutkan juga adanya pelanggaran dan penyelewengan oleh Xi di situs Bloomberg. Namun, berita ini dianggap merusak citra Xi sebagai pejabat yang bersih, beberapa bulan sebelum dia dicanangkan secara resmi menggantikan Hu Jintao sebagai presiden.

Sudah sebulan Bloomberg diblokir. Memang di China, telah banyak situs berita yang ditutup aksesnya, namun biasanya tidak lebih dari satu bulan. "Tidak biasanya kantor berita besar diblokir seperti ini. Mereka (Bloomberg) dianggap melampaui batas dan timing-nya juga tidak tepat," kata Jeremy Goldkorn, pendiri Danwe, perusahaan pelacak media China.

Tidak ada komentar apapun dari Bloomberg terkait hal ini. Namun, beberapa staf di perusahaan milik walikota New York, Michael Bloomberg, ini mengatakan bahwa tindak-tanduk mereka diikuti dan diawasi. Selain itu, tiba-tiba, bankir dan ahli perbankan China membatalkan pertemuan mereka dengan Matthew Winkler, pemimpin redaksi Bloomberg.

Badan penyelidik di China juga menyambangi berbagai lembaga keuangan di negara tersebut menyusul terbitnya artikel itu. Mereka ingin mencaritahu, siapa yang membongkar jumlah aset keluarga Xi kepada jurnalis.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru