DUNIA

Konflik Suriah, Assad Sepakati Solusi Politis

Assad berkomitmen pada enam poin perdamaian yang digagas Kofi Annan.

ddd
Selasa, 10 Juli 2012, 12:14 Denny Armandhanu
Kofi Annan bertemu dengan Bashar al-Assad
Kofi Annan bertemu dengan Bashar al-Assad (REUTERS/SANA)

VIVAnews - Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali bertemu dengan utusan khusus PBB dan Liga Arab, Kofi Annan, membicarakan penyelesaian konflik di Suriah. Dalam pertemuan tersebut, Assad sepakat menyelesaikan permasalahan dengan jalur politis dan berkomitmen terhadap enam poin perdamaian Annan.

Diberitakan Reuters, keduanya bertemu pada Senin 9 Juli 2012. Annan mengatakan bahwa pertemuan tersebut sangat konstruktif dan positif dalam menyelesaikan permasalahan di Suriah. "Kami mendiskusikan perlunya mengakhiri kekerasan dan mencari cara untuk itu. Kami menyetujui pendekatan yang juga akan saya sampaikan ke pihak oposisi," kata Annan di Damaskus.

Annan mengatakan bahwa pihak Assad tetap berkomitmen untuk mengimplementasikan enam poin perdamaian yang digagasnya. Salah satu poin yang dimaksud adalah gencatan senjata, tapi tidak berhasil, terbukti dengan masih banyaknya korban jatuh.

Tidak disebutkan secara rinci solusi politis yang dimaksud oleh Assad. Rencananya Annan akan melakukan pertemuan dengan negara-negara pendukung Suriah di Teheran, Iran. Diharapkan, pertemuan itu dapat menyumbang kesepakatan yang bermanfaat bagi perdamaian Suriah.

Dalam wawancara di televisi Minggu lalu, Assad menyampaikan komitmennya tersebut. Namun, dia menuduh Amerika Serikat, Arab Saudi, Qatar dan Turki telah menyalurkan senjata dan logistik pada pejuang pemberontak.

"Rencana Annan sangat bagus dan tidak boleh gagal. Permasalahan utama adalah banyak negara yang ingin ini gagal. Jadi mereka menawarkan dukungan politik dan persenjataan serta uang pada para teroris di Suriah," kata Assad.

Amerika Serikat pada dasarnya mendukung rencana Assad. Namun, Gedung Putih mengatakan bahwa waktunya sudah semakin menipis dan rezim Assad sudah semakin kejam. Menurut data terbaru PBB, sudah lebih dari 10.000 orang yang tewas sejak tahun lalu.

"Jika Annan dapat meyakinkan pemerintah Iran pentingnya kerja sama dalam penyelesaian masalah, maka itu hal yang bagus. Namun, kami belum melihat tanda-tanda kemajuan itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Patrick Ventrell.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com