DUNIA

Dikritik, Kontes "Miss Holocaust Survivor"

Peserta wajib menceritakan penderitaan mereka akibat perlakuan Nazi.

ddd
Sabtu, 30 Juni 2012, 05:38 Elin Yunita Kristanti, Indrani Putri
Hava Hershkovitz, pemenang kontes kecantikan Holocaust
Hava Hershkovitz, pemenang kontes kecantikan Holocaust (BBC)

VIVAnews - Sebuah kontes kecantikan tak biasa untuk kali pertamanya diselenggarakan di Israel. Tepatnya di Kota Haifa.

Seperti layaknya kontes, 14 peserta berlenggang-lenggok dalam balutan busana indah di hadapan penonton. Pemenangnya juga mendapatkan selempang juara dan mahkota berkilau. Bedanya, mereka adalah perempuan yang sudah berada di masa senjanya, berusia 74 hingga 97 tahun.

Sesuai namanya, kontes kecantikan 'Miss Holocaust Survivor', para peserta wajib menceritakan penderitaan mereka masing-masing atas perlakuan Nazi selama Perang Dunia II.

Meski tujuannya untuk merayakan kehidupan yang dijalani oleh wanita-wanita tersebut, penyelenggaraannya memicu kontroversi karena dianggap tidak sensitif serta mengorek luka lama.

Respons kontra itu datang dari Collete Avital, ketua wadah penyintas Holocaust Israel. Dia menyebut kontes kecantikan itu benar-benar mengerikan dan bukan merupakan bentuk perayaan kehidupan.

"Kontes yang hanya berlangsung sekali dan membuat para penyintas memakai busana yang indah tidak akan membuat hidup mereka menjadi berarti, kalau itu yang diinginkan penyelenggara," kata Avital.

Sementara, pihak penyelenggara membantah tudingan itu. "Para finalis disaring dari ratusan pendaftar, dan mereka dipilih berdasarkan kisah mereka saat Holocaust serta kontribusi mereka untuk komunitas lokal di Israel setelahnya," klaim Shimon Sabag, penyelenggara kontes seperti dimuat BBC, Jumat 29 Juni 2012. "Bobot penilaian penampilan fisik hanya 10 persen saja."

Sabag menambahkan, tujuan dari kontes ini adalah untuk memupuk kepercayaan diri dan sikap positif para penyintas Holocaust.

Kontes ini akhirnya memilih Hava Hershkovitz, nenek berusia 79 tahun asal Rumania sebagai pemenang. Menurut nenek berambut perak ini, tidak mudah bagi wanita seusianya untuk memenangkan kontes kecantikan. Ditambah lagi, dia dan 13 finalis lainnya harus tampil di hadapan panel juri yang terdiri dari mantan ratu kecantikan serta psikiater penyintas Holocaust.

"Namun saya dan peserta lainnya berada di sini untuk menunjukkan kami dapat bertahan hidup," katanya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
yahudi ortodok saja berteima kasih pada nazi..dan mecaci maki yahudi zionis di israel.
Balas   • Laporkan
candrapacitano
01/07/2012
israel ... bangsa yang luar biasa, salut !!!
Balas   • Laporkan
bisaprodankontra | 01/07/2012 | Laporkan
luar dalam binasa.
nursuke
01/07/2012
dijamin dah... selama israel ada dunia pasti kacau terus... karena mereka emang pengikut setia dajjal.
Balas   • Laporkan
bisaprodankontra | 01/07/2012 | Laporkan
setuju..segala kerusakan dibumi pelakunya turunan yahudi.
neosack | 01/07/2012 | Laporkan
sampe lu mati pun dajjal ga akan muncul, yg ada bangsa pembenci dan pendendam.
Nazi..........., Koq masih ada yang disisahin ya!!?? Harusnya dihabisin aja semua, Bikin susah dunia aja.........
Balas   • Laporkan
neosack | 01/07/2012 | Laporkan
Dunia aman tanpa ada orng yg saling membenci dan memfitnah
bisaprodankontra | 01/07/2012 | Laporkan
dunia aman tanpa yahudi.
neosack | 01/07/2012 | Laporkan
@bunglon: emng loe dirugikan kenapa bro?? ohh gw tau psti karna agama loe yaa yg menabur bibit kebencian. itu ajaran Allah ato Setan?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru