Dikritik, Kontes "Miss Holocaust Survivor"
Peserta wajib menceritakan penderitaan mereka akibat perlakuan Nazi.
Hava Hershkovitz, pemenang kontes kecantikan Holocaust (BBC)
VIVAnews - Sebuah kontes kecantikan tak biasa untuk kali pertamanya diselenggarakan di Israel. Tepatnya di Kota Haifa.
Seperti layaknya kontes, 14 peserta berlenggang-lenggok dalam balutan busana indah di hadapan penonton. Pemenangnya juga mendapatkan selempang juara dan mahkota berkilau. Bedanya, mereka adalah perempuan yang sudah berada di masa senjanya, berusia 74 hingga 97 tahun.
Sesuai namanya, kontes kecantikan 'Miss Holocaust Survivor', para peserta wajib menceritakan penderitaan mereka masing-masing atas perlakuan Nazi selama Perang Dunia II.
Meski tujuannya untuk merayakan kehidupan yang dijalani oleh wanita-wanita tersebut, penyelenggaraannya memicu kontroversi karena dianggap tidak sensitif serta mengorek luka lama.
Respons kontra itu datang dari Collete Avital, ketua wadah penyintas Holocaust Israel. Dia menyebut kontes kecantikan itu benar-benar mengerikan dan bukan merupakan bentuk perayaan kehidupan.
"Kontes yang hanya berlangsung sekali dan membuat para penyintas memakai busana yang indah tidak akan membuat hidup mereka menjadi berarti, kalau itu yang diinginkan penyelenggara," kata Avital.
Sementara, pihak penyelenggara membantah tudingan itu. "Para finalis disaring dari ratusan pendaftar, dan mereka dipilih berdasarkan kisah mereka saat Holocaust serta kontribusi mereka untuk komunitas lokal di Israel setelahnya," klaim Shimon Sabag, penyelenggara kontes seperti dimuat BBC, Jumat 29 Juni 2012. "Bobot penilaian penampilan fisik hanya 10 persen saja."
Sabag menambahkan, tujuan dari kontes ini adalah untuk memupuk kepercayaan diri dan sikap positif para penyintas Holocaust.
Kontes ini akhirnya memilih Hava Hershkovitz, nenek berusia 79 tahun asal Rumania sebagai pemenang. Menurut nenek berambut perak ini, tidak mudah bagi wanita seusianya untuk memenangkan kontes kecantikan. Ditambah lagi, dia dan 13 finalis lainnya harus tampil di hadapan panel juri yang terdiri dari mantan ratu kecantikan serta psikiater penyintas Holocaust.
"Namun saya dan peserta lainnya berada di sini untuk menunjukkan kami dapat bertahan hidup," katanya.
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- FOTO dan VIDEO: Festival Olahraga Gulat Gambia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


