DUNIA

Banjir, Jutaan Rakyat India Kehilangan Rumah

Ini banjir terburuk setelah 2004, kata Menteri Kesehatan Assam, India.

ddd
Jum'at, 29 Juni 2012, 14:43 Arfi Bambani Amri, Indrani Putri
Warga Assam, India, memindahkan ternak akibat banjir
Warga Assam, India, memindahkan ternak akibat banjir (Reuters)

VIVAnews - Banjir bandang menenggelamkan negara bagian Assam, India, setelah hujan lebat mengguyur selama dua pekan. Akibatnya, jutaan penduduk kehilangan tempat tinggal.

"Sekitar 900 ribu penduduk kehilangan rumah mereka akibat banjir. Banyak di antara mereka yang mencari perlindungan di dataran yang lebih tinggi," kata Menteri Pertanian Assam, Nilamoni Sen Deka, diberitakan CNN, Jumat 29 Juni 2012.

Menurut Menteri Kesehatan Assam, Himanta Biswa Sarma, semua sungai besar yang ada di Assam, termasuk Sungai Brahmaputra, meluap dan menenggelamkan daerah di sekitarnya. Dari 27 distrik yang ada di Assam, 21 di antaranya tenggelam.

Setidaknya 27 orang dilaporkan tewas, dengan lima di antaranya menjemput ajal setelah perahu yang mereka tumpangi tenggelam di sungai yang meluap. "Banjir kali ini adalah yang terbesar di Assam sejak 2004," kata Menteri Deka, dilansir Times of India.

Angkatan bersenjata pun segera mengerahkan personelnya ke Assam guna mencari korban hilang atau menyelamatkan korban yang terjebak banjir. Sebuah pusat kendali bencana pun didirikan supaya pemerintah lebih mudah memantau keadaan.

Selain India, Afganistan juga sedang dirundung musibah banjir bandang di bagian tenggara yang menyebabkan tanah longsor dan sistem transportasi terganggu. Al Jazeera melaporkan, hujan yang mengguyur selama tiga hari belakangan itu membuat sedikitnya 70 orang tewas dan 200 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru