DUNIA

LPOI Tuntut Myanmar Lindungi Kaum Muslim

LPOI mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya.

ddd
Kamis, 28 Juni 2012, 18:26 Maya Sofia, Oscar Ferri
Ketua LPOI, Said Aqil Siroj, mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya.
Ketua LPOI, Said Aqil Siroj, mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya. (VIVAnews/Irvan Beka)

VIVAnews - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Indonesia mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya di Myanmar. Mereka juga menuntut Pemerintah Myanmar segera mengambil tindakan untuk menghentikan pembantaian tersebut.

"Kami juga menuntut Pemerintah Myanmar untuk melindungi kaum minoritas Muslim di Myanmar dan memberikan pelayanan yang manusiawi kepada para pengungsi akibat kekerasan tersebut," kata Ketua LPOI, Said Aqil Siroj dalam jumpa pers di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Kamis, 28 Juni 2012.

Said Aqil yang juga Ketua Umum PBNU itu meminta kepada otoritas Myanmar untuk menindak pelaku kekejaman tersebut sesuai hukum yang berlaku. "LPOI juga menyerukan diakhirinya segala bentuk pelanggaran HAM, diskriminasi atas dasar agama dan dijaminnya kemerdekaan beragama bagi kalangan minoritas Muslim," ujarnya.

Pada 10 Juni 2012 lalu, Presiden Myanmar Thein Sein menerapkan situasi darurat di Rakhine, menyusul konflik etnik yang menewaskan tujuh orang di wilayah tersebut. Seperti dilansir dari laman Reuters, status darurat dan penerapan siaga militer di wilayah barat Myanmar itu dilakukan pasca kekerasan yang telah berlangsung selama tiga hari antara pemeluk Buddha dan etnik Muslim Rohingya. Diberlakukan juga jam malam di beberapa wilayah.

Jumlah tentara keamanan juga ditambah di wilayah konflik, mencegah dua kubu kembali bertikai. Dalam pidatonya, Sein mengatakan kekerasan berpotensi menyebar ke wilayah lain jika tidak segera dihentikan.

"Jika kita meletakkan isu ras dan agama melebihi yang lain, jika kita meneruskan kebencian tak berujung, keinginan untuk balas dendam dan tindakan anarkis, jika kita tetap membalas dan meneror serta membunuh sesama, maka bahaya kekacauan akan menyebar di luar Rakhine," ujarnya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Klungsu
29/07/2012
sejarah pertikaian antar etnis yg panjang antara Rohingya dan Arakan, tahun 1948 Rohingya menghancurkan desa2 Arakan di wilayah Maungdaw, menyandera pimpinan spiritualnya utk tebusan, semoga yg bertikai bisa segera menemukan kedamaian kembali....
Balas   • Laporkan
soebandrio | 29/07/2012 | Laporkan
jangan dipotong sejarahnya, karena itu adalah rentetan dari kejadian thn 42 dimana nasionalis Rakhine membunuh 5000 rohingya, dengan alasan kolaborator dengan Inggris
kun19
28/07/2012
Semoga bisa terjadi kedamaian antar pemeluk agama di Myanmar, Ayo bangsa Indonesia kita kasih contoh bahwa negara kita adalah contoh yg baik bagi negara lain...
Balas   • Laporkan
soebandrio | 29/07/2012 | Laporkan
nah ini gue setuju, walau gue tahu banyak komentator anti islam yang tidak mau punya pikiran seperti itu. atau islam tapi otaknya cupet...
erwiyansyah.dinejad
29/06/2012
Smg muslim disono bs tabah dah,,
Balas   • Laporkan
kafnas
29/06/2012
Kenapa ga ngurus negara sendiri dulu? Masih banyak diskriminasi agama minoritas di Indonesia..
Balas   • Laporkan
jarot1249 | 30/07/2012 | Laporkan
kaum "minoritas" di indonesia meminta "harus" dihargai oleh kaum "mayoritas"... tapi kenyataannya "minoritas" di indonesia banyak tidak menghargai "mayoritas".....
putra_pribumi | 30/07/2012 | Laporkan
otak lo sempit
soebandrio | 29/07/2012 | Laporkan
apa minoritasnya dicabut kewarganegaraannya, tidak boleh bepergian, kalo mau beranak harus lapor dulu kepemerintah setempat untuk izin hamil?? kalau itu tidak ada, jangan samakan Indonesia dengan Burma
onevivabeni
28/06/2012
tumben bela islam nih si penyu!
Balas   • Laporkan
antinyembahkolor | 29/06/2012 | Laporkan
Ketua payah..cuci otak dulu sono.
hady.sakura | 28/06/2012 | Laporkan
setuju...tumben banget..
jn.ck | 28/06/2012 | Laporkan
jelaslah dia orang hebat makanya bisa jadi ketua... lha kalian hmpf


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru