LPOI Tuntut Myanmar Lindungi Kaum Muslim
LPOI mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya.
Ketua LPOI, Said Aqil Siroj, mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya. (VIVAnews/Irvan Beka)
VIVAnews - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Indonesia mengutuk pembantaian kaum Muslim Rohingya di Myanmar. Mereka juga menuntut Pemerintah Myanmar segera mengambil tindakan untuk menghentikan pembantaian tersebut.
"Kami juga menuntut Pemerintah Myanmar untuk melindungi kaum minoritas Muslim di Myanmar dan memberikan pelayanan yang manusiawi kepada para pengungsi akibat kekerasan tersebut," kata Ketua LPOI, Said Aqil Siroj dalam jumpa pers di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Kamis, 28 Juni 2012.
Said Aqil yang juga Ketua Umum PBNU itu meminta kepada otoritas Myanmar untuk menindak pelaku kekejaman tersebut sesuai hukum yang berlaku. "LPOI juga menyerukan diakhirinya segala bentuk pelanggaran HAM, diskriminasi atas dasar agama dan dijaminnya kemerdekaan beragama bagi kalangan minoritas Muslim," ujarnya.
Pada 10 Juni 2012 lalu, Presiden Myanmar Thein Sein menerapkan situasi darurat di Rakhine, menyusul konflik etnik yang menewaskan tujuh orang di wilayah tersebut. Seperti dilansir dari laman Reuters, status darurat dan penerapan siaga militer di wilayah barat Myanmar itu dilakukan pasca kekerasan yang telah berlangsung selama tiga hari antara pemeluk Buddha dan etnik Muslim Rohingya. Diberlakukan juga jam malam di beberapa wilayah.
Jumlah tentara keamanan juga ditambah di wilayah konflik, mencegah dua kubu kembali bertikai. Dalam pidatonya, Sein mengatakan kekerasan berpotensi menyebar ke wilayah lain jika tidak segera dihentikan.
"Jika kita meletakkan isu ras dan agama melebihi yang lain, jika kita meneruskan kebencian tak berujung, keinginan untuk balas dendam dan tindakan anarkis, jika kita tetap membalas dan meneror serta membunuh sesama, maka bahaya kekacauan akan menyebar di luar Rakhine," ujarnya.
-
Heboh Insiden Celana Dalam Seleb Cantik Dunia (I)
-
Cetak Gol, Ronaldinho Lempar "Granat" ke Suporter
-
Starting XI Pemain Termahal Dalam Sejarah Sepakbola
-
Mantan Selingkuhan Lampard Kapok Tidur dengan Selebriti
-
Cinta Segitiga Mourinho Berakhir Damai
-
Heboh Insiden Celana Dalam Seleb Cantik Hollywood (II)
jangan dipotong sejarahnya, karena itu adalah rentetan dari kejadian thn 42 dimana nasionalis Rakhine membunuh 5000 rohingya, dengan alasan kolaborator dengan Inggris
nah ini gue setuju, walau gue tahu banyak komentator anti islam yang tidak mau punya pikiran seperti itu. atau islam tapi otaknya cupet...
kaum "minoritas" di indonesia meminta "harus" dihargai oleh kaum "mayoritas"... tapi kenyataannya "minoritas" di indonesia banyak tidak menghargai "mayoritas".....
apa minoritasnya dicabut kewarganegaraannya, tidak boleh bepergian, kalo mau beranak harus lapor dulu kepemerintah setempat untuk izin hamil?? kalau itu tidak ada, jangan samakan Indonesia dengan Burma
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- FOTO dan VIDEO: Festival Olahraga Gulat Gambia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


