Laporan dari Beijing
Menyambangi Markas Biro Partai Komunis China
Memasukinya, ibarat masuk gedung kosong tak bertuan.
Polisi penjaga di gerbang Biro Partai Komunis China (VIVAnews/Denny Armandhanu)
VIVAnews - Kaku, sepi dan tegang. Kira-kira itulah gambaran yang tepat dari markas besar Biro Riset Komite Pusat Partai Komunis China Departemen Internasional (IDCPC) di Beijing. Memasukinya, ibarat masuk gedung kosong tak bertuan, hanya satu-dua polisi yang tanpa senyum berdiri di gerbang.
Gerbang setinggi lebih dari dua meter terbuka otomatis saat bus yang ditumpangi VIVAnews memasuki komplek Partai Komunis di Beijing. Halaman depan penuh rerimbunan bebungaan yang tercukur sama rata. Sisanya, hanya keheningan, tanpa terlihat satu orang pun. Padahal kemarin, Rabu 27 Juni 2012, adalah jam kerja, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Gedung utama tinggi menjulang berada di tengah-tengah komplek, beberapa gedung kecil mengapit gedung tersebut, seakan mengawal kegagahannya. Memasuki pintu kaca, ada seorang polisi. Berdiri tegak di atas pijakan beberapa senti, tak goyah sama sekali.
Iseng, VIVAnews mencoba memotret. Polisi itu mengangkat tangan, tanda dilarang. Tapi tombol kamera sudah terlanjur terpijit. Masuk ke lobi, kosong. Kaca besar di hadapan menampilkan taman yang dikelilingi gedung. Di sini juga setali tiga uang, tak ada kehidupan, hanya kami -wartawan dari negara-negara sahabat China- yang riuh rendah bersuara.
"Kalau lantai satu memang sepi, lantai dua ke atas yang ramai," kata pejabat Kantor Informasi Departemen Luar Negeri Partai Komunis China (CPC), Kou Liyan, yang menemani kami.
Di sebelah kanan, kaca besar di dinding bertuliskan "Loyalty, Dedication, Truth, Seeking Innovation." Kami berbelok ke kiri, masuk ke sebuah pintu besar. Kaget kami mengetahui ada ruangan indah tertata bak hotel di baliknya. Kou mengatakan bahwa ini adalah ruangan khusus menerima tamu.
Membuka pintu, langsung dihadapkan pada lukisan China kuno yang besar. Kanan kiri terdapat lorong dengan beberapa pintu. Di atap, lampu megah menyinari kami. Paling cantik, lampu gantung sepanjang lebih dari lima meter menggelayut di tengah tangga menuju lantai atas.
Beberapa pelayan ayu --namun tak senyum-- berdiri menyambut kami, mempersilakan masuk ke sebuah ruangan di lorong. Para pelayan inilah yang mengisi kopi atau teh setiap melihat cangkir kami kosong saat mendengar presentasi lebih dari 40 halaman powerpoint oleh Rao Huihua, direktur divisi Internasional di Partai Komunis China.
Rao menekankan bahwa pada dasarnya China adalah negara cinta damai dan memilih jalur negosiasi dalam memutuskan perkara antar negara. Ini jugalah yang ditekankan oleh CPC kepada pemerintahan China yang berdaulat.
Sebelumnya, Gao Xiang, Direktur Informasi CPC menceritakan soal peran Partai Komunis. Dia mengatakan, partai tersebut adalah partai berkuasa mutlak di Negeri Tirai Bambu. Seluruh kebijakan pemerintah China, diambil berdasarkan pertimbangan dari Partai ini.
Gao juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ada delapan partai di pemerintahan China. Namun, tetap saja, ke delapan partai ini harus tunduk pada titah CPC. "Ke delapan partai ini bukan oposisi, tapi hubungannya kerja sama dengan CPC dalam mengatasi permasalahan negara," kata Gao.
Dia mengatakan, kemajuan China sekarang adalah berkat berkolaborasinya paham sosialis dan sistem ekonomi pasar. "Sosialis melindungi hak-hak buruh, disatukan dengan sistem ekonomi pasar, keuntungannya terletak pada perencanaan dan kultur mikro," kata dia.
Kenyang dengan penjelasan keduanya soal posisi partai Komunis, kami keluar gedung sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Di luar, disajikan pemandangan yang sama, kosong, kaku namun menyimpan ketegasan sebuah ideologi.
-
Mengemis, Biksu Palsu Beli Moge Ninja sampai Mobil Mewah
-
DM Tidak Pernah Masuk Sekolah Lagi
-
Beredar Dokumen Transaksi Fathanah ke 45 Wanita
-
Luthfi Hasan Panggil Darin Mumtazah 'Mamah'
-
Polwan Cantik Jadi DPO, Sang Ayah yang Kapolsek Tak Ada di Kantor
-
PPATK: Pelaku Pencucian Uang Sering Gunakan Orang Sekitar
- Info Momentum
- Efek Music Mozart Terhadap Kesehatan dan Kecerdasan
- Memori Otak Bisa Disimpan dalam Hardisk
- Misteri Kasus Frederick Valentich Diculik UFO
- Misteri Dibalik Uang Pecahan 20 Dollar Amerika
- Misteri: Kasus Kematian Peragawati Dietje di Era 80an
- VIDEO: Kemunculan Cahaya Misterius Di Atas Kubah Masjidil Aqsa
- FOTO dan VIDEO : Darin Mumtazah Pelajar Cantik Simpanan Lutfi Hasan



