DUNIA

Tim Jawab Dugaan Harta Karun di Gunung Padang

Tim lakukan riset bukan untuk mencari harta karun berupa logam mulia.
Jum'at, 22 Juni 2012
Oleh : Elin Yunita KristantiPermadi (Sukabumi)
Eskavasi akan dilakukan di Gunung Padang. Bukan untuk harta karun

VIVAnews - Jelang eskavasi Gunung Padang yang akan dilakukan Sabtu, 23 Juni 2012, beredar rumor adanya harta karun terpendam di lokasi yang diduga bangunan purba itu.

Saat dikonfirmasi, Ketua Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang, Danny Hilman Natawijaya, membantah adanya rumor tersebut.

“Tidak ada harta karun yang berbentuk logam mulia dalam konstruksi bangunan megalit Gunung Padang. Tim melakukan riset bukan untuk mencari harta karun berupa logam mulia yang selama ini beredar,” tegasnya.

Danny menjelaskan, harta karun yang sekarang sedang diteliti berupa pembuktian dari berbagai asumsi. Tim mencari artefak dalam bentuk apa pun yang bisa menjelaskan mengenai situs megalit Gunung Padang ini. “Ini harta karun yang sesungguhnya, di mana kami akan memberi catatan baru pada ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Baginya, ilmu pengetahuan merupakan harta karun yang hakiki. Harta karun bukan hanya materiil yang bisa dinilai sesaat. Harta karun sesungguhnya merupakan ilmu pengetahuan mengenai sebuah peradaban purba yang tidak ternilai.

Berbagai penelitian geologi yang menggunakan teknik pemindaian dengan georadar, geolistrik hingga pengeboran sampel terdahulu tidak mengarah pada harta karun. Meski, dalam riset yang menggunakan teknologi tersebut ditemukan kandungan logam yang kuat di bagian dalam situs Gunung Padang.

Tim lebih tertarik untuk memastikan keberadaan ruang yang ada di bagian dalam bangunan situs Gunung Padang. Selain itu, tim lebih menindaklanjuti temuan kemungkinan adanya dua peradaban yang saling mengisi di bagian struktur Gunung Padang ini.

Peradaban yang berbeda ini bila terbukti akan memperlihatkan sebuah rantai peradaban manusia yang terputus.

Ini merupakan pengembangan dari hasil pemindaian pertama yang melihat adanya ruang di sebelah timur, sejajar dengan teras kelima dalam kondisi vertikal. Dari hasil pemindaian pertama pada bulan lalu, tim menemukan ada struktur ruang dan di bagian dalam yang membentuk sudut lancip.

Pada pemindaian pertama ditemukan susunan batu bersudut pada kedalaman 8 hingga 15 meter. Temuan ini menjadi tanda tanya besar bagi tim geolog untuk melakukan penelitian lanjutan. Tim peneliti akan mencari kepastian luasan dari anomali yang berada di dalam situs Gunung Padang itu.

Sejak kemarin, tim geologi terus melakukan pemindaian di beberapa titik dengan fokus di bagian timur struktur situs megalitik Gunung Padang. Sejak tadi pagi, tim terus melakukan pemindaian dengan menggunakan georadar dan geolistrik pada tiga lintasan. Dari teras pertama hingga kelima. (art)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found