DUNIA

AS Minta Maaf pada Warga Keturunan China

AS juga pernah minta maaf kepada warga keturunan Afrika,Indian, Hawaii, dan Jepang.

ddd
Rabu, 20 Juni 2012, 10:24 Denny Armandhanu
Perayaan Tahun Baru China di Pecinan New York, AS
Perayaan Tahun Baru China di Pecinan New York, AS (REUTERS/Shannon Stapleton/Files )

VIVAnews - Pemerintah Amerika Serikat meminta maaf secara resmi kepada warga keturunan China atas undang-undang yang dianggap diskriminatif. Ini adalah pertama kalinya AS menyatakan penyesalannya setelah UU itu dibuat 130 tahun yang lalu.

Diberitakan CNN, Selasa 19 Juni 2012, pernyataan maaf disampaikan oleh parlemen AS dalam bentuk resolusi yang secara resmi menyatakan menyesal atas diberlakukannya Chinese Exclusion Act pada tahun 1882 hingga 1943.

"Hari ini, parlemen mencetak sejarah ketika kami secara resmi menyatakan bahwa UU yang tidak menggambarkan sifat Amerika dan sangat buruk itu telah menyusahkan imigran China," kata seorang anggota parlemen keturunan China, Judy Chu.

Undang-undang terhadap warga China telah berlaku selama 61 tahun. UU ini baru dihapuskan setelah AS dan China menjadi sekutu pada Perang Dunia II tahun 1943. Sejak diberlakukan, belum pernah ada pernyataan maaf apapun dari AS terkait perlakuan diskriminatif yang mereka lakukan.

Dalam undang-undang tersebut, hak-hak warga imigran China dihapuskan. Di antaranya adalah hak untuk mendapatkan kewarganegaraan dan hak untuk memilih dan dipilih. Warga Tionghoa juga harus mendaftar secara berkala, jika tidak akan diancam dipulangkan ke negara asal.

Resolusi penyesalan ini adalah yang keempat kalinya dikeluarkan oleh parlemen AS dalam 25 tahun terakhir. Sebelumnya, AS juga menyatakan meminta maaf dan menyesal atas UU yang mendiskriminasi warga keturunan Afrika, Jepang, Indian dan Hawaii. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
siswahardy
03/07/2012
Zaman gini masih ada aja model Sanita yang rasialis. Omongannya jadi ngak realistis. Kalo bicara kaki tangan Belanda justru kebanyakan orang Indo sendiri. Buktinya zaman sekarang masih banyak pejabat yang ngejualin asset negara ke pihak asing.
Balas   • Laporkan
sanita
28/06/2012
dasar cina dimana aja sama, dikasih hati minta jantung, pendatang tak tau diri, penjajah ngaku dijajah, cina kaki tangan belanda
Balas   • Laporkan
chandroe
22/06/2012
Chinese like a mushroom in every nation in the world, every country there must be chinese. why ? a prt of them was good and a part of was bad even they try to concorde the country that they have live it.
Balas   • Laporkan
holland66
20/06/2012
YAH SAYA PRIBADI NGGAK TERLALU SULIT MENGURUS SESUATU DISANA KARENA ATURANNYA UDAH JELAS WALAU DIBILANG DISKRIMINATIF, BEDA DNG INDO YANG UDAH ADA PERATURAN TP KALO PAS CHINESE YG MAU URUS SESUATU SELALU ADA PERATURAN TAMBAHAN(ALASAN BUAT MINTA UANG)
Balas   • Laporkan
safiyah
20/06/2012
perasaan para keluargaku yg notabene juga keturunan cina ,tidak ada masalah di amrik,fine 2 aja...yg di indo malah sampai hari ini membuat paspor masih diminta surat wni dari orang tua,yg meskipun di ksk sudah jelas 2 ada dan sudah berumu 40 tahun...payah
Balas   • Laporkan
Parah, kejam Pendatang menguasai tanah dan harta Pribumi, sampe2 pribumi di diskriminasikan. AS bukan Negara tpi Penjajah yg menguasai Tanah Indian di benua Amerika
Balas   • Laporkan
copicares
20/06/2012
ciri2 org munafik bicara soal moral tdk pada tempatnya, bangun oiii sdh siang masih ngelindur aja nih bocah bantu emak cuci piring dulu baru ngomongin moral
Balas   • Laporkan
mybest
20/06/2012
jadi ingat orang Chinese yang membiarkan anak berusia 2 tahun dilindas 2 mobil dan hanya dibiarkan saja.. sungguh sebuah moral yang sangat terpuji..
Balas   • Laporkan
manitou | 28/06/2012 | Laporkan
indon = miskin, koruptor, preman.. ente setuju?
holland66 | 20/06/2012 | Laporkan
HAHAHAHA HUB AMA BERITA DIATAS APA ? BACA DULU YAH, ISA BACA KAN?
abdeeas | 20/06/2012 | Laporkan
Sorry, Aq g nangkep isi komen dan isi berita... Maksudnya Apa ya?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru