DUNIA

Dubes Malaysia: Publik Indonesia Salah Paham

Bukan mengklaim, melainkan hanya mendaftarkan tari Tor-tor agar bisa lestari, ujar dia

ddd
Selasa, 19 Juni 2012, 15:39 Denny Armandhanu
Dubes Malaysia Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan
Dubes Malaysia Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan, mengatakan bahwa publik Indonesia salah paham soal isu tarian Tor-tor dan Gordang Sembilan Mandailing di Jiran. Dia menegaskan bahwa Malaysia tidak berusaha mengklaim kebudayaan tersebut, melainkan hanya mencatatkannya agar bisa lestari.

"Warisan budaya orang-orang Mandailing di Malaysia yang asal-usulnya dari Mandailing Sumatra Utara, Indonesia, didaftarkan di bawah ayat 67 Undang-undang Warisan Kebangsaan. Ini bukan isu klaim, hanya mencatatkan di bawah undang-undang ini," kata Munshe di Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Selasa 19 Juni 2012.

Dalam undang-undang tersebut, lanjutnya, tidak ada kata-kata bahwa Malaysia akan mengklaim kebudayaan yang didaftarkan sebagai milik mereka. Jika telah tercatat, maka asal kebudayaan itu juga akan dicantumkan dalam akta pendaftaran.

"Apabila telah tercatat di bawah UU ayat 67, akan tercantum bahwa budaya ini dimiliki oleh orang Mandailing di Malaysia yang menunjukkan asal-usulnya dari Sumatra Utara, Indonesia," lanjut Munshe kembali menegaskan.

"Semua orang tahu jika disebut masyarakat Mandailing, otomatis dari Sumatra Utara, Indonesia. Ini ada kesalahpahaman," lanjutnya lagi.

Agar bisa terdaftar, kebudayaan tersebut haruslah telah dipertunjukkan secara periodik di berbagai kesempatan di Malaysia. Telah ada selama 200 tahun di Jiran, rakyat Mandailing di Malaysia sering mempertunjukkan tarian Tor-tor dalam acara-acara, seperti pernikahan dan menyambut tamu.

Bantuan Pemerintah

Seperti budaya asing lainnya yang telah terdaftar sebagai Warisan Kebangsaan, pendaftaran diajukan oleh pelaku atau warga yang mempraktikkan kebudayaan tersebut. Pendaftaran diperlukan agar kebudayaan bersangkutan dapat diakui keberadaannya dan mendapat bantuan dari pemerintah.

"Kebudayaan itu akan dilestarikan dan mendapatkan anggaran. Ini keuntungan bagi mereka," ujarnya lagi.

Pernyataan serupa sebelumnya telah disampaikan oleh Ramli Abdul Karim Hasibuan, presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia, LSM yang pertama kali mengajukan wacana pendaftaran tarian Tor-tor.

Dia mengatakan, pendaftaran pada Warisan Kebangsaan agar tarian ini dapat posisi setara dengan kebudayaan lainnya di Malaysia. Selain itu, jika terdaftar, mereka akan mendapatkan dana untuk melestarikan dan mempertunjukkan kebudayaan tersebut. (adi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
akukau
21/06/2012
lestari sih lestari kagak usah di catat sebagai kebudayaan nasional negeri malaysie pak ciek...
Balas   • Laporkan
fachrul.hamzasayuti
20/06/2012
TARIAN KITA INI,KENAPA DIA YANG REPOT? CUMA MODUS KALI ITU MAH..
Balas   • Laporkan
yieyiie.sukasuka
20/06/2012
malaysia makhluk alay d.asia
Balas   • Laporkan
anton barkah
20/06/2012
NGGA ADA SALAH PAHAM.... MALAYSIA MEMANG MALING... NGAJAK RIBUT KALI NIHHH..... BILA PEMERINTAH TIDAK BERKUTIK, RAKYAT MASIH MAMPU BERTINDAK...!!! HARGAI PAHLAWAN "NKRI" UNTUK MENYATUKAN WILAYAH NUSANTARA, TAKUT HADAPI NEGARA MALING!!
Balas   • Laporkan
pecidasase
20/06/2012
Pengalihan isu Skandal Korupsi yang bakalan menyeret sejumlah nama besar pemimpin negeri ini
Balas   • Laporkan
mahadewa
20/06/2012
PERLU JUGA DICANTUMKAN DAN DIDAFTARKAN BUDAYA INDONESIA YANG ASLI DAN YANG TERBARU YAITU BUDAYA KORUPSI DAN INTOLERANSI YNAG AKAN DITURUNKAN KE GENERASI SELANJUTNYA..
Balas   • Laporkan
gilank.prasetya.906
20/06/2012
berharap wakil rakyat di senayan bisa membuatkan Undang-Undang perihal pemasukkan MALAYSIA kedalam provinsi termuda di Indonesia. tinggal bilang ke publik malaysia "jgn salah faham kami hanya ingin mendata wilayah yang ada di Indonesia. gampang kan
Balas   • Laporkan
mapsihotang | 20/06/2012 | Laporkan
Setuju2....ide yang bagus tuh...pasti saya dukung 100 %.
alfaish
19/06/2012
lhaaa salah orang pemda sumut aja, itu tor tor dibiarin ga diurus ketika ada yg mo urus itu budaya baru deh teriaaaak...
Balas   • Laporkan
mapsihotang | 20/06/2012 | Laporkan
Jangan asal yalahin orang aja lo, jadi lo persalahkan orang jawa yg batik di claim malingsial, juga pulau2 yg mereka claim sapa yang lo salah kan...???
penonton1
19/06/2012
terima kasih kepada Malaysia yg telah berkali2 mengingatkan kita akan kekayaan budaya kita, sayangnya pemerintah kita tidak tertarik. mgkin di masa datang museum kebudayaan kita hanya ada di negeri tetangga. percuma kita koar2 tapi yg atas ga ada tindakan
Balas   • Laporkan
elik
19/06/2012
HATI2 ORG MALAYSIA ITU HANYE MANIS DI MULOT DAN BERKAWAN TIDAK IKHLAS....... DIMANA BUMI DI PIJAK DISITU LANGIT KITA JUNJUNG. HIDUP INDONESIA RAYA- Merdeka
Balas   • Laporkan
mapsihotang | 20/06/2012 | Laporkan
benar...bangat.
bdoel_tiktok | 20/06/2012 | Laporkan
betul betul betul


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru