DUNIA

Menlu Sangsi Ada 2 WNI Korban Konflik Suriah

Sejak awal 2012, ada 5 WNI meninggal di Suriah. Namun bukan karena kekerasan bersenjata

ddd
Rabu, 13 Juni 2012, 13:07 Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu
Demonstrasi anti pemerintah di Suriah
Demonstrasi anti pemerintah di Suriah (REUTERS/Raad Al Fares/Shaam News Network/Handout )

VIVAnews - Kementerian Luar Negeri Indonesia menyangsikan adanya laporan dua WNI yang tewas akibat kekerasan politik di Suriah. Informasi dua WNI tewas ini digelontorkan LSM Migrant Care kemarin.

Menurut informasi Migrant Care, dua orang tewas di Suriah bernama Aminah asal Sukabumi dan Ani asal Cianjur. Informasi ini diperoleh Migrant Care dari Danang Rasminto, kakak dari TKI di Suriah yang bernama Sri Dewi.

Saat dikonfirmasi VIVAnews, staf penerangan KBRI Suriah, Doddy Dwiwanto Ansar, mengaku tidak pernah mendengar adanya informasi WNI tewas. "Kalau memang benar itu WNI, pasti kami sudah dapat laporan dari posko. Kami belum dapat laporan apa-apa," kata Doddy.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa juga menyangsikan adanya dua korban tewas akibat konflik di Suriah. Menurutnya setelah penelusuran oleh tim KBRI, rantai informasi yang diberikan Sri Dewi tidak jelas.

"KBRI telah menghubungi Ibu Sri Dewi, tenaga kerja di Damaskus. Katanya, ada dua orang WNI yang meninggal. Informasi ini didapat dari rekannya, namanya ibu Ani, TKW di Nabeq. Ibu Ani mendapat informasi dari WNI bernama Sikai, yang sudah kembali ke Indonesia," kata Natalegawa di Kementerian Luar Negeri, Rabu 13 Juni 2012.

"Ibu Sikai ini mengaku dapat informasi dari orangtuanya, yang juga sudah di tanah air, bahwa ada dua jenazah yang dipulangkan," lanjutnya lagi.

Telusuri Kebenarannya

Natalegawa mengatakan bahwa selama tahun 2012, ada sekitar lima WNI yang meninggal di Suriah. Empat jenazah dipulangkan ke tanah air, sedangkan seorang lagi dimakamkan di Suriah. Namun, dari kelima jenazah itu, tidak ada yang tewas akibat kekerasan bersenjata.

"Menurut KBRI Damaskus, penyebab kematian lima orang itu akibat sakit dan kecelakaan kerja, bukan karena konflik kekerasan," kata Natalegawa.

Kendati demikian, dia melanjutkan, pihaknya akan terus menelusuri informasi itu sampai jelas betul kebenarannya. "Kami akan bekerja terus sampai masalahnya terang-benderang," kata Natalegawa

Kami tidak meremehkan setiap informasi, dan menutup segala kemungkinan. Karena ada potensi, ada dua keluarga di Indonesia yang menanti berita tentang meninggal atau tidaknya anggota keluara mereka," lanjut Natalegawa.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru