Menlu Sangsi Ada 2 WNI Korban Konflik Suriah
Sejak awal 2012, ada 5 WNI meninggal di Suriah. Namun bukan karena kekerasan bersenjata
Demonstrasi anti pemerintah di Suriah (REUTERS/Raad Al Fares/Shaam News Network/Handout )
VIVAnews - Kementerian Luar Negeri Indonesia menyangsikan adanya laporan dua WNI yang tewas akibat kekerasan politik di Suriah. Informasi dua WNI tewas ini digelontorkan LSM Migrant Care kemarin.
Menurut informasi Migrant Care, dua orang tewas di Suriah bernama Aminah asal Sukabumi dan Ani asal Cianjur. Informasi ini diperoleh Migrant Care dari Danang Rasminto, kakak dari TKI di Suriah yang bernama Sri Dewi.
Saat dikonfirmasi VIVAnews, staf penerangan KBRI Suriah, Doddy Dwiwanto Ansar, mengaku tidak pernah mendengar adanya informasi WNI tewas. "Kalau memang benar itu WNI, pasti kami sudah dapat laporan dari posko. Kami belum dapat laporan apa-apa," kata Doddy.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa juga menyangsikan adanya dua korban tewas akibat konflik di Suriah. Menurutnya setelah penelusuran oleh tim KBRI, rantai informasi yang diberikan Sri Dewi tidak jelas.
"KBRI telah menghubungi Ibu Sri Dewi, tenaga kerja di Damaskus. Katanya, ada dua orang WNI yang meninggal. Informasi ini didapat dari rekannya, namanya ibu Ani, TKW di Nabeq. Ibu Ani mendapat informasi dari WNI bernama Sikai, yang sudah kembali ke Indonesia," kata Natalegawa di Kementerian Luar Negeri, Rabu 13 Juni 2012.
"Ibu Sikai ini mengaku dapat informasi dari orangtuanya, yang juga sudah di tanah air, bahwa ada dua jenazah yang dipulangkan," lanjutnya lagi.
Telusuri Kebenarannya
Natalegawa mengatakan bahwa selama tahun 2012, ada sekitar lima WNI yang meninggal di Suriah. Empat jenazah dipulangkan ke tanah air, sedangkan seorang lagi dimakamkan di Suriah. Namun, dari kelima jenazah itu, tidak ada yang tewas akibat kekerasan bersenjata.
"Menurut KBRI Damaskus, penyebab kematian lima orang itu akibat sakit dan kecelakaan kerja, bukan karena konflik kekerasan," kata Natalegawa.
Kendati demikian, dia melanjutkan, pihaknya akan terus menelusuri informasi itu sampai jelas betul kebenarannya. "Kami akan bekerja terus sampai masalahnya terang-benderang," kata Natalegawa
Kami tidak meremehkan setiap informasi, dan menutup segala kemungkinan. Karena ada potensi, ada dua keluarga di Indonesia yang menanti berita tentang meninggal atau tidaknya anggota keluara mereka," lanjut Natalegawa.
-
Ahok: DPRD Mau Makzulkan Jokowi? Belagu Banget
-
Jokowi Rombak Besar-besaran Pejabat Eselon II DKI
-
Tanggapan Kepala Sekolah Darin Soal Dugaan Nikah Siri
-
Mahasiswi Cantik yang Bikin Edinson Cavani Cerai
-
DKI Tawarkan Investor Bangun Pedestrian Layang di Sudirman
-
Angin Kencang, Supermodel Dunia Ini Pamer Dada
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



