DUNIA

PBB: Anak-anak Dijadikan Tameng di Suriah

Beberapa diletakkan di depan tank pemerintah, agar tidak diserang tentara oposisi.

ddd
Selasa, 12 Juni 2012, 16:34 Denny Armandhanu, Indrani Putri
Demo pro Suriah di Lebanon.
Demo pro Suriah di Lebanon. (.REUTERS/Omar Ibrahim)

VIVAnews - Laporan tindakan tidak berperikemanusiaan di Suriah terus bermunculan. Berdasarkan laporan terbaru tim PBB, anak-anak Suriah digunakan oleh para tentara pemerintah sebagai tameng manusia di garis depan untuk mencegah serangan dari pihak oposisi.

"Banyak mantan tentara yang berkata mereka melepaskan tembakan di daerah masyarakat sipil, mencederai dan membunuhi anak-anak," kata utusan khusus PBB untuk Konflik Bersenjata dan Anak-anak, Radhika Coomaraswamy, dilansir BBC, Selasa 12 Juni 2012.

Coomaraswamy mengaku ngeri mendengar laporan saksi mata maupun mantan tentara di Suriah. Beberapa tentara mengaku pernah menggunakan anak-anak sebagai tameng, agar tank mereka tidak diserang kelompok Tentara Pembebasan Suriah.

"Kami telah melihat anak-anak yang telah disiksa, dan memiliki bekas siksaan. Beberapa anak-anak mengaku pernah melihat anak-anak lainnya diletakkan di depan tank sebagai tameng hidup, agar tidak ditembaki," kata Coomaraswamy.

Beberapa saksi lainnya mengatakan kawan-kawan mereka dibawa paksa dari rumah dan diikat di kaca depan bus pengangkut tentara agar tidak diserang. Beberapa anak lainnya mengatakan bahwa mereka disiksa, mata mereka ditutup, dipukuli dan disetrum.

Bahkan dalam situasi perang yang paling parah sekalipun, ujar Coomaraswamy, memanfaatkan anak-anak sangat tidak biasa. Dia juga mengkritik langkah Tentara Pembebasan Suriah yang merekrut anak-anak dalam pasukan, entah sebagai tim medis maupun kurir.

Dalam pembantaian di beberapa kota dalam tiga minggu terakhir, lebih dari 50 anak-anak menjadi korban kebiadaban tentara pro pemerintah. Diduga, serangan dilakukan oleh para Shabiha atau begundal dari suku Alawi.

Upaya PBB yang dimotori oleh Kofi Annan masih belum membuahkan hasil. Upaya gencatan senjata juga gagal, dengan tentara pemerintah yang masih menggempur warga. Sementara itu, Presiden Bashar Al-Assad masih duduk manis di tampuk kepemimpinan, namun dukungan dari dua sekutunya yaitu China dan Rusia mulai memudar.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
sutantantina
12/06/2012
Udah berbulan-bulan kekejaman di Suriah terjadi, kok tidak ada yang ribut-ribut HAM ya ?. Pasti Suriah ini kurang menguntungkan ya ?
Balas   • Laporkan
kovidaviro | 13/06/2012 | Laporkan
Wah bos ngga pernah baca berita ya? Sudah diribut2 dari dulu bos, cuma Rusia dan China aja yang nolak kalo suriah diserang oleh negara lain. Makanya kalo sering2 baca berita ya bos?


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru