DUNIA

Calon Pemimpin Agama 11 Negara Belajar di RI

Mereka perluas wawasan untuk tingkatkan saling pengertian antarumat beragama di Indonesia.

ddd
Selasa, 22 Mei 2012, 10:39 Renne R.A Kawilarang
Peserta Beasiswa Seni Budaya Indonesia – Future Faith Leaders 2012
Peserta Beasiswa Seni Budaya Indonesia – Future Faith Leaders 2012 (Dokumentasi Kementerian Luar Negeri RI / Diplomasi Publik)

VIVAnews - Sebanyak 15 calon pemimpin agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindu dari sebelas negara menerima beasiswa untuk belajar selama tujuh minggu di Yogyakarta. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, Filipina, Vietnam, Myanmar, Australia, Selandia Baru dan Fiji.

Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan, Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia – Future Faith Leaders 2012 (BSBI FFL) dibuka oleh Kusuma Habir, Direktur Diplomasi Publik di Kemenlu RI Jakarta, 21 Mei 2012. "Program ini untuk memperkenalkan Dialog Lintas Agama di kalangan calon pemimpin agama di kawasan Asia Pasifik," ujar Kusuma. 

Menurut dia, beasiswa ini merupakan pelaksanaan dari Semarang Action Plan hasil Regional Interfaith Dialogue ke-6 yang diselenggarakan di Semarang pada 11-15 Maret 2012 oleh 14 negara. Mereka adalah sepuluh anggota ASEAN bersama Australia, Selandia Baru, Fiji, dan Timor Leste.

"Program ini juga untuk mendorong agar para calon pemimpin agama dapat memperluas jejaring, bertukar pendapat mengenai isu-isu terkini yang terjadi di masyarakat dari sudut pandang berbagai agama, serta memperluas wawasan untuk meningkatkan saling pengertian antar umat beragama," lanjut Kusuma. 

Azis Nurwahyudi, Kepala Sub Direktorat Sosial Budaya yang menangani kegiatan ini, menjelaskan bahwa Program BSBI FFL merupakan kerjasama Kemenlu RI dengan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selama 7 minggu para peserta akan diberi kesempatan belajar di universitas tersebut.

Kegiatannya berupa seminar, diskusi dengan berbagai institusi agama, pendidikan, dan LSM, serta kunjungan ke berbagai rumah ibadah. Mereka juga akan mempelajari sebagian budaya setempat. 

Beasiswa ini akan diakhiri dengan kegiatan Indonesian Channel yang akan diselenggarakan di Solo pada 14 Juli 2012. Mereka akan bergabung dengan peserta program BSBI Reguler yang diikuti 50 pemuda dari 37 negara dan saat ini tengah berlangsung di Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar serta Makassar.

Selama tiga hari masa orientasi, para peserta BSBI FFL mendapatkan pembekalan materi mengenai perkembangan kerjasama di kawasan Asia Pasifik, upaya-upaya Indonesia dalam menciptakan keharmonisan dalam beragama, peran media dalam menciptakan toleransi beragama, dasar-dasar Bahasa Indonesia, dan kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah serta berbagai tempat ibadah.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dancoz
27/05/2012
gw yakin biksu, ustad, pastur dan pemimpin agama lebih toleransi di banding kalian hanya segelintir orang yg suka bikin rusuh d forum...
Balas   • Laporkan
Ooooo... kamu ketauan lagi butuh wkwkwkwk.... masa belajar sama yg sdh terkenal inkompeten
Balas   • Laporkan
nebraska73
22/05/2012
Bener...dunia mo kiamat....bnyk yg salah arah....
Balas   • Laporkan
gergherg
22/05/2012
HAHAHAHA.... tertawa dlm hati yg sedih membaca berita ini. klu mau belajar kehancuran ya disini...
Balas   • Laporkan
mahadewa
22/05/2012
OIII..SALAH ALAMAT KALO BELAJAR TOLERANSI BERAGAMA DI INDONESIA..DI INDONESIA SKR SUDAH TIDAK ADA LAGI YNG NAMANYA TOLERANSI, BUAT RUMAH IBADAH SAJA SUDAH SULIT..PAKE ANCAM MENGANCAM..ITULAH WAJAH INDONESIA YANG SEBENARNYA...
Balas   • Laporkan
sankmane
22/05/2012
mau belajar toleransi di indonesia......???????/ apa tdk salah....??
Balas   • Laporkan
mybahri | 22/05/2012 | Laporkan
ya gak lah, benar itu
rpg7
22/05/2012
Sbnrnya yg bikin gak harmonis itu adalah "Kepentingan" entah politik, uang, pemahaman yg salah dll. Coba liat pada masa sebelum orde lama, dr masa kerajaaan, penjajahan bld ampe orla keharmonisan antar agama itu ada dan mjd tradisi
Balas   • Laporkan
komentatorndeso | 27/05/2012 | Laporkan
sejak sblm berdirinya NKRI bibit intoleransi sdh ada..siapa yg ngotot sila 1 tdk sprti skrng?itu bibit intoleransi!!!tapi saat itu masih memiliki jiwa besar sehingga sila 1 sprti skrng.
di DIY itu emang orangnya rukun rukun,, jarang ada bentrok, kalo ada bentrok palingan cuma gara gara sepakbola di stadion mandala krida,. wisatanya juga lengkap,..
Balas   • Laporkan
bayuper
22/05/2012
Para aparat hukum wajib melindungi warga indonesia yang terdiri dari berbagai agama, dibantu oleh pemuka agama masing-masing untuk tingkatkan saling pengertian antarumat beragama di Indonesia. Pemerintah wajib mendukung! PKS jangan rasis!
Balas   • Laporkan
hicca
22/05/2012
ini yakin mereka belajar disini?....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com